Strategi Penetapan Harga Produk di Pasaran

Salah satu kunci menjadi seorang pebisnis berhasil terletak pada kemampuan Anda menentukan harga produk. Harga adalah unsur penentu terpenting dalam dunia bisnis. Dalam dunia perdagangan, mayoritas konsumen menggunakan unsur harga saat memutuskan hendak membeli suatu barang atau tak.

Besaran harga yang ideal juga menjadi magnet ampuh untuk menarik minat konsumen membeli produk Anda. Oleh karena itu, Anda tak dapat asal-asalan saat memberi harga produk. Supaya tak berakhir merugi, sebaiknya Anda menggunakan strategi jitu untuk menetapkan harga. Begitu apa strategi penetapan harga yang baik itu?

Tenang, tak perlu gusar jikalau Anda masih kebingungan dalam menentukan harga terbaik. Nyatanya, ada banyak sekali pebisnis yang kesulitan dalam memasang harga produk jualan mereka. Tak sedikit pedagang memberikan harga terlalu mahal sebab ingin meraup untung sebanyak-banyaknya.

Begitu pula kebalikannya, ada pedagang yang memberikan harga terlalu murah agar berhasil dalam persaingan pasar. Tapi kedua variasi pedagang ini adalah contoh dari kesalahan pemberian harga terhadap produk yang sama-sama berujung pada kerugian.

Tentunya Anda tak ingin mengulangi kesalahan serupa, bukan? Maka dari itu, ada sejumlah unsur penentuan harga yang sepatutnya dipertimbangkan saat untuk menghindarkan Anda dari kesalahan tersebut. Penasaran dengan faktor-faktor yang dimaksud? Yuk, simak penjelasan perihal faktor-faktor dan strategi penetapan harga terbaik berikut ini!

Elemen-Elemen Penentu Harga Produksi Ideal

penetapan-harga

Supaya dapat menentukan harga jual produk yang terbaik di pasar, Anda sepatutnya mengenal sejumlah unsur yang memengaruhi harga itu sendiri. Elemen-faktor dari strategi penentuan harga produksi ideal antara lain:

Elemen Pertimbangan Subyektif

Elemen pertama dalam penentuan harga ialah unsur pertimbangan subyektif. Layak namanya, unsur ini muncul dikarenakan pandangan pribadi (subyektif) dari pedagang terhadap barang dagangannya. Basis utama dari unsur ini ialah nilai yang dikandung oleh barang yang dijual, seperti nilai seni, sejarah, ataupun nilai lainnya yang menjadikan barang tersebut berharga. Oleh karena itu, unsur penetapan harga yang satu ini tak memiliki batas standar yang pasti.

Elemen pertimbangan subyektif umum diaplikasikan dalam transaksi barang seni, barang bersejarah, atau barang yang dulunya dimiliki oleh seseorang yang tenar. Lazimnya, kian tinggi nilai prestise barang dagangan Anda, maka akan kian mahal harganya. Begitu pula sebaliknya.

Semisal Anda memasarkan topi peninggalan Michael Jackson. Harga topi tersebut dapat menembus miliaran rupiah sebab pernah dimiliki oleh penyanyi kelas dunia. Tapi kejadiannya akan berbeda jikalau Anda memasarkan replika topi tersebut. Meski sama persis, tetapi topi replika tak memiliki nilai berharga yang menjadikan harganya melambung tinggi di pasar.

Elemen Harga Pokok Produksi

Supaya dapat meraih profit, produk Anda sepatutnya memiliki harga di atas biaya pokok produksinya. Elemen harga pokok dalam penetapan harga dapat Anda hitung sendiri dengan mudah. Caranya, Anda cukup menggabungkan semua biaya yang diperlukan untuk menghasilkan produk. Tarif tersebut melingkupi biaya bahan baku, produksi, daya kerja, dan distribusi.

Elemen Harga Kompetitor

Pembeli menyukai produk dengan harga termurah. Semisal Anda memasarkan barang yang banyak tersedia di pasaran seperti beras, sudah pasti pembeli akan membandingkan harga beras dari sejumlah penjual. Pembeli kemudian biasanya akan menjatuhkan pilihan pada harga beras termurah.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan minat konsumen, Anda sepatutnya menawarkan harga produk yang kompetitif. Solusinya, Anda dapat melakukan survey lapangan terutama terhadap harga-harga yang ditawarkan para kompetitor. Cari tahu rentang harga terbaik menurut pasar untuk produk tertentu.

Elemen Energi Beli Pasar

Elemen kekuatan beli pasar adalah hal penting dalam penetapan harga. Ketika menentukan harga produk, amati juga kemampuan beli dari calon konsumen Anda. Pernahkah Anda memerhatikan perbedaan harga barang-barang di perkotaan dan pedesaan? Harga barang-barang di perkotaan selalu lebih mahal dibandingkan di desa, bukan?

Perbedaan harga ini disebabkan adanya perbedaan tingkatan ekonomi serta kekuatan beli penduduk kota dengan penduduk desa. Jangan sampai Anda memberikan harga produk yang terlalu mahal sehingga tak dapat dibeli oleh mayoritas calon konsumen.

Elemen Posisi Geografis

Jauh dekatnya jarak toko dan konsumen ternyata memengaruhi harga suatu produk. Efek dari unsur ini mungkin tak terlalu terlihat jikalau Anda berjualan secara offline atau membuka toko langsung. Namun jikalau Anda ialah pebisnis online, maka unsur posisi geografis dapat jadi kendala besar dalam menentukan harga barang dagangan.

Kian jauh jarak antara toko dan konsumen, maka harga distribusi atau biaya pengiriman barang akan kian mahal. Begitu juga sebaliknya. Elemen ini masih turut andil menentukan harga barang secara lazim, meskipun saat ini ada banyak alternatif agar posisi geografis tak terlalu memengaruhi harga. Anda dapat mengakalinya dengan menerapkan cara minimal belanja khusus untuk pengiriman jarak jauh agar tak rugi di ongkos kirim.

Taktik Penetapan Harga Termanjur

taktik-penetapan-harga

Tiap-tiap pebisnis memiliki strategi penetapan harga yang berbeda-beda. Namun jangan risau jikalau Anda masih belum tahu strategi penetapan harga terbaik untuk bisnis Anda. Berikut ini ialah 3 strategi penetapan harga terpopuler yang dapat Anda coba. Banyak pebisnis memilih menggunakan strategi penetapan harga di bawah ini.

Taktik Penetapan Harga Menurut Tarif

Taktik Penetapan Harga Menurut Tarif adalah strategi paling standar dan terbanyak digunakan oleh para pebisnis. Taktik ini menjadi pilihan sebab caranya yang mudah. Untuk merumuskan harga dengan strategi ini, Anda cuma perlu menjumlahkan perhitungan total biaya produksi dengan jumlah laba yang diharapkan per produk.

Taktik penetapan harga menurut biaya memiliki 4 kategori rumus, ialah:

Cost-Plus Pricing Method

Rumus untuk cost-plus pricing method ialah biaya total produksi + profit = harga jual. Taktik penetapan harga produk dengan rumus ini yang paling sering kali diaplikasikan oleh pedagang di pasaran.

Mark-up Pricing

Rumus untuk mark-up pricing ialah harga beli barang + profit = harga jual. Metode ini biasanya ditetapkan oleh pedagang eceran, reseller, atau dropshipper.

Fixed Fee Pricing

Cara fixed fee menggunakan besar biaya yang dikeluarkan oleh produsen produk ditambah sejumlah fee yang disepakati (harga produksi produsen + fee = harga jual). Oleh karena itu, laba tak memberi akibat terhadap harga jual.

Sasaran Pricing

Cara target pricing menetapkan harga menurut tingkat pengembalian investasi (ROI) cocok target yang sudah ditentukan.

Taktik Penetapan Harga menurut Keperluan

Taktik variasi kedua berorientasi pada keperluan, keinginan dan situasi pasar.  Apabila Anda pernah bertanya-tanya mengapa satu benda dapat memiliki harga yang berbeda-beda di pasaran, besar kemungkinan para pedagang menerapkan strategi penentuan harga menurut keperluan. Ada sejumlah unsur yang turut berkontribusi memengaruhi penetapan harga menurut keperluan seperti waktu, posisi geografis, dan lainnya.

Taktik penentuan harga menurut keperluan memiliki 2 kategori, ialah:

Price Sensitivity Meter (PSM)

Price sensitivity meter adalah strategi untuk menetapkan harga yang bertujuan melakukan pendekatan perihal produk yang menjadi keperluan pasar. Cara ini bermanfaat untuk mencari tahu besaran value suatu produk yang diterima pasar. Oleh karena itu, cara PSM menganalisis harga menggunakan persepsi pasar perihal nilai produk.

Diskriminasi Harga

Cara ini dapat diaplikasikan untuk menetapkan harga yang berbeda terhadap satu produk yang sama dalam satu wilayah pasar. Ada sejumlah unsur yang memengaruhi diskriminasi harga seperti bentuk dan kualitas produk, target konsumen, waktu dan wilayah penjualan.

Taktik Penetapan Harga Menurut Kompetitor

Berbeda dengan dua strategi sebelumnya, strategi variasi terakhir berpusat pada harga yang ditawarkan oleh pedagang pesaing. Para kompetitor pesaing dapat jadi memasarkan produk yang serupa atau sejenis dengan produk milik Anda. Taktik menurut kompetitor ini dapat digunakan untuk menetapkan harga yang kompetitif dan mengungguli pesaing-pesaing Anda.

Cara strategi harga berbasis kompetitor ada dua merupakan perceived value fixing dan sealed bid pricing. Kedua cara ini menetapkan harga jual menurut harga jual rata-rata dari suatu produk. Sebelum menentukan harga produk, Anda sepatutnya menganalisa harga rata-rata yang muncul di pasar untuk produk tertentu. Kemudian, barulah Anda menentukan harga menggunakan hasil pengamatan tadi.

Itulah pembahasan lengkap terkait strategi penetapan harga yang dapat Anda terapkan untuk meraih profit. Semoga dapat menjadi pedoman terbaik Anda untuk menentukan harga jual, ya!