Skala Prioritas | Definisi, Contoh dan Cara Membuat

Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya seseorang atau bahkan kamu mempunyai berjenis-macam macam kebutuhan yang sifatnya tidak terbatas. Pun mungkin kamu pernah mengalami kesulitan untuk memusatkan pikiran, mana yang disebut kebutuhan dan mana yang disebut dengan keinginan.

Tentunya antara kebutuhan dan keinginan berbeda satu sama lain. kamu membutuhkan pikiran yang logis untuk bisa memfokuskan pikiran kamu, untuk membedakan mana yang tergolong kebutuhan dan keinginan. Berkaitan dengan hal ini, tentunya kamu membutuhkan skala prioritas.

Kemudian, apa contoh sederhana dari skala prioritas dalam kehidupan sehari-hari? Yaitu membuat daftar yang disusun cocok dengan ukuran tingkat kebutuhan kamu, dimulai dari tingkat kebutuhan yang paling mendesak hingga tingkat kebutuhan yang tidak terlalu mendesak. Semua yang tercantum dalam daftar skala prioritas kamu cocok dengan kebutuhan yang paling bisa kamu penuhi sekaligus cocok dengan budget yang kamu miliki.

Definisi Skala Prioritas

skala-prioritas-1

Definisi skala prioritas secara sederhana yakni sebuah daftar yang disusun cocok dengan tingkat kebutuhan kamu dan daftar hal yang demikian tercatat dengan baik dan sistematis. Kebutuhan yang paling bisa ditunda tingkat pemenuhannya ini disebut juga dengan kebutuhan pendukung, dan sifatnya tergantung dari budget yang kamu miliki.

Merriam Webster berpendapat skala prioritas yakni rangkaian kesibukan yang terbilang penting, yang pengerjannya dimulai paling pertama kali. Semacam selesai mengerjakan kesibukan yang paling penting, kamu bisa mengerjakan kesibukan penting lainnya yang cocok dengan daftar skala prioritas kamu. Dengan membuat dan mengerjakan kesibukan cocok dengan prioritas-prioritas,  kamu akan menjadi lebih produktif.

Skala Prioritas dan Pengelolaan Keuangan

skala-prioritas-2

Kemampuan menyusun prioritas-prioritas, juga bisa benar-benar menolong kamu dalam hal pengelolaan keuangan. Pengelolaan keuangan secara bijak dengan memperhatikan prioritas-prioritas, bisa membuat kamu atau seseorang memenuhi kebutuhan yang bersifat urgent sekaligus penting secara maksimal.

Pengelolaan keuangan yang memperhatikan prioritas-prioritas bisa membuat hidup kamu teratur dan hemat, sekaligus mengeluarkan uang cocok dengan kebutuhan sehingga bisa menolong dalam hal perencanaan masa depan dengan lebih baik.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Skala Prioritas

Tingkat Pendapatan

Perbedaan jumlah pendapatan milik kamu dengan orang lain menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kamu. Apa hal yang dipengaruhi? Tentu saja alternatif-alternatif pilihan berkaitan dengan kebutuhan atau keinginan yang seharusnya dipenuhi yang erat sekali kaitannya dengan pengelolaan keuangan. Semakin besar tingkat pendapatan kamu atau seseorang, kamu ataupun orang hal yang demikian bisa memenuhi kebutuhan atau keinginan dengan standar yang lebih tinggi. Semacam juga sebaliknya, jikalau tingkat pendapatan kamu atau seseorang rendah, tentunya kebutuhan atau keinginannya dalam hidup juga berada dalam tingkatan yang rendah.

Status Sosial atau Peran dalam Masyarakat

Status sosial juga bisa mempengaruhi prioritas-prioritas kamu. Semakin tinggi status sosial kamu atau seseorang, maka tingkat kebutuhan atau keinginan kamu akan meningkat juga. Selain itu, perbedaan peran dalam masyarakat juga mempengaruhi alternatif yang menjadi prioritas.

Contoh kasusnya yakni : seorang kepala desa tentunya mempunyai prioritas alternatif yang berbeda jikalau dibandingkan dengan seorang penjahit. Tidak hanya mempunyai kewajiban untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan dirinya dan keluarganya, tetapi juga seharusnya mempersiapkan pemenuhan kebutuhan desa dan warganya.

Hal ini tentunya berbeda dengan penjahit yang tentunya memprioritaskan untuk membeli alat-alat sekaligus perlengkapan menjahit terlebih dahulu, disamping memenuhi kepentingan keluarganya. Berbeda dengan kepala desa yang seharusnya memenuhi kepentingan warganya, disamping kepentingan keluarganya.

Status atau Peran dalam Keluarga

Perbedaan peran dalam keluarga membuat seseorang mempunyai prioritas alternatif yang berbeda. Sebagai contoh, yaitu, seorang kepala keluarga mempunyai prioritas-prioritas alternatif yang berbeda dengan kamu yang mempunyai posisi atau peran sebagai anak dalam keluarga.

Lingkungan Sosial atau Lingkungan Masyarakat

Lingkungan sosial atau lingkungan masyarakat membuat seseorang bisa mengatur prioritas-prioritas dalam hidupnya. Lingkungan masyarakat dengan tingkat perekonomian yang lebih tinggi tentunya akan mempunyai prioritas alternatif yang berbeda dengan lingkungan masyarakat yang tingkat ekonominya rendah.

Seseorang yang tinggal di lingkungan keluarga yang kaya dan mewah, tentunya kebutuhan atau keinginan yang dikejar berbeda dengan seseorang yang tinggal di lingkungan yang miskin. Pada umumnya, seseorang yang tinggal di lingkungan masyarakat yang kaya akan mengejar hal-hal seperti mobil mewah, tas branded, sepatu mahal dari luar negeri, dan sebagainya.

Lingkungan sosial atau masyarakat yakni alasan yang membuat masyarakat mengatur prioritas-prioritasnya. Karena lingkungan juga merupakan salah satu faktor yang membuat individu menjadi berperilaku konsumtif.

Berdasarkan pemaparan sebelumnya, faktor-faktor hal yang demikian membuat seseorang dipengaruhi dalam hal membuat prioritas-prioritas yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, dalam hal membuat prioritas-prioritas yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan, kamu seharusnya berhati-hati dalam menentukan antara kebutuhan yang menjadi prioritas ataupun keinginan kamu.

Pada umumnya, seseorang akan memusatkan kebutuhannya, hanya pada kebutuhan primer, penting atau yang paling mendesak terlebih dahulu. Apabila segala telah dipenuhi, maka disusul dengan kebutuhan yang bersifat sekunder dan tersier. Keputusan ini membuat kamu mempunyai kepuasan hingga pada tingkatan yang paling tinggi.

Cara Membuat Skala Prioritas

Setiap orang tentunya seharusnya memahami cara membuat skala prioritas. Tujuan utama dari penyusunannya yakni supaya kamu bisa lebih berhati-hati dalam mengelola pendapatannya. Karena, banyak sekali orang di dunia ini yang memenuhi kebutuhan sekundernya dibandingkan kebutuhan primernya. Adapun langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menyusun skala prioritas yakni sebagai berikut.

1. Memahami Tingkat Urgensi

Apa yang dimaksud dengan urgensi? Urgensi yakni sebuah keharusan yang sifatnya mendesak, mementingkan sesuatu yang seharusnya segera ditindak lanjuti. Tingkat urgensi benar-benar mempengaruhi seseorang sehingga dalam menyusun prioritas-prioritas kamu ataupun seseorang seharusnya memahami tingkat urgensi yang dimilikinya.

Apabila kamu mempunyai rencana untuk liburan yang telah direncanakan jauh-jauh hari, apabila tiba-tiba sanak keluarga kamu jatuh sakit, tentunya kamu akan lebih memprioritaskan sanak keluarga kamu yang jatuh sakit. Berkaitan dengan tingkat urgensi, dimulai dari kebutuhan yang paling urgen, yaitu diletakkan di posisi pertama.

2. Mempertimbangkan Sesuatu dalam Membeli Produk atau Jasa

Saat berbelanja, seharusnya kamu mengetahui produk apa yang menjadi prioritas terlebih dahulu. Produk atau jasa yang mana yang menjadi kebutuhan yang benar-benar seharusnya dipenuhi atau yang sifatnya hanya keinginan sesaat.

Hal ini ditujukan supaya tidak terjadi salah dalam hal memilih sekaligus terjadi penghematan dalam hal keuangan. Misalnya, dikala kamu sedang mengerjakan browsing, tiba-tiba kamu dihadapkan kepada sebuah produk atau jasa yang murah, kamu tentunya dihadapkan pada pilihan-pilihan. Bila membeli maka orang hal yang demikian bisa memanfaatkan produk atau jasa hal yang demikian. Bila tidak membeli, tentunya tidak bisa mendapatkan manfaatnya dan tidak mengeluarkan uang sebagai hasilnya. Tetapi jikalau benar-benar dibutuhkan, tentunya orang hal yang demikian akan membeli.

3. Mengetahui Kemampuan Diri Sendiri

Selain mempertimbangkan sesuatu dikala membeli produk atau jasa, kamu atau pun seseorang seharusnya mengetahui kemampuan diri. Bila tidak, maka daftar-daftar prioritas hal yang demikian menjadi berantakan. Yang dimaksud dengan kemampuan diri sendiri yakni tidak hanya kapabel secara finansial tetapi juga kapabel dalam hal keahlian atas produk atau jasa yang dibeli.

Misalnya, dikala kamu atau seseorang membeli notebook canggih yang berharga hingga jutaan rupiah. Apabila kamu kapabel membelinya tetapi tidak bisa menggunakannya, tentunya hal ini benar-benar disayangkan. Sama sekali tidak tepat sasaran.

4. Kesempatan yang Dimiliki

Semua orang di dunia ini tentunya memahami bahwa terkadang kesempatan hanya dimiliki satu kali dalam hidup dan tidak ada kesempatan ke dua. Pun kesempatan ini bisa dimiliki diluar dugaan dari orang hal yang demikian, ketika ia mempunyai satu kesempatan tertentu. Apabila kamu merasakan bahwa kesempatan itu sulit untuk datang kembali dalam hidup kamu, maka tidak menutup kemungkinan kamu seharusnya mendahulukan kebutuhan hal yang demikian dibandingkan kebutuhan lainnya. Tetapi jikalau kesempatan itu dirasakan akan datang berulangkali, kamu bisa meninjau pilihan hal yang demikian demi mementingkan pilihan lain yang lebih dibutuhkan.

5. Pertimbangan Kebutuhan di Masa Depan

Dalam hal menentukan prioritas-prioritas, pertimbangan mengenai masa depan tentunya bersifat jangka panjang. Seluruh wawasan, pengetahuan dan informasi dipusatkan pada kebutuhan jangka panjang. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang mengutamakan hal-hal yang bersifat jangka pendek, padahal banyak sekali kebutuhan masa depan yang seharusnya dipersiapkan, seperti biaya kuliah, asuransi kesehatan dan pendidikan anak, dan hal-hal penting lainnya yang bermanfaat untuk masa depan.

6.Pertimbangan Tempat dan Waktu yang Tepat

Saat memilih untuk berbelanja, kamu bisa memilih berbelanja di tempat yang situasi sekaligus kondisinya telah dikenali. Misalnya, tempat yang bisa menawarkan kamu harga yang rendah atau murah. kamu pun bisa memanfaatkan hal lainnya, yaitu mengusahakan belanja dikala harga-harga di pasaran sedang turun atau murah. Sebagai contoh, dikala weekend atau menjelang hari kebesaran agama tertentu dikarenakan pada waktu-waktu hal yang demikian sering terjadi diskon besar-besaran.

7. Pertimbangan Mutu dan Jumlah yang Tepat

Dalam berbelanja, kamu seharusnya bisa memilih kualitas barang dan jasa yang tepat, jangan sampai membeli barang dengan harga yang mahal tetapi kualitasnya rendah. Selain itu, kamu juga seharusnya berbelanja cocok dengan kebutuhan, bukan keinginan kamu. Belanjalah dengan jumlah yang tepat, jangan melebihi jumlah yang dibutuhkan. Pertimbangan lainnya yang bisa kamu aplikasikan yakni apakah produk hal yang demikian sulit untuk diperoleh atau tidak. Apabila sulit diperoleh, tentunya bisa diprioritaskan menjadi kebutuhan di daftar teratas. Meski apabila produk itu banyak dijual, kamu bisa menundanya.

8. Pertimbangan Harga yang Tepat

Dalam berbelanja, sebaiknya lakukan survei terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli sebuah barang atau jasa. Jangan pernah berbelanja sesuatu, baik itu barang atau jasa, yang belum pernah dilihat sebelumnya, bahkan belum diketahui harga pasarannya.

Menurut Steven R Covey, terdapat empat kuadran dalam tabel skala prioritas yang benar-benar bermanfaat untuk menentukan kebutuhan mana yang seharusnya didahulukan. Kemudian didukung langkah-langkah dalam menyusun skala prioritas yang berfungsi untuk mendorong empat kuadran dalam tabel milik Steven R Covey. Langkah-langkah menurut Steven R Covey yakni sebagai berikut:

  1. Tulis segala kebutuhan kamu sekaligus hilangkan hal-hal yang benar-benar tidak begitu penting
  2. Susun urutan kebutuhan kamu berdasarkan tingkat kepentingannya
  3. Buat catatan mengenai kebutuhan pendanaan yang ada
  4. Berdasarkan catatan yang dibuat, pilihlah kebutuhan yang paling bisa memberikan manfaat secara maksimal
  5. Penuhi segala kebutuhan kamu cocok dengan daftar yang telah ditentukan sebelumnya.

Contoh Skala Prioritas

Contoh skala prioritas yakni berbentuk tabel dan pertama kali dibuat oleh Steven R Covey. Tujuannya yakni untuk mempermudah dalam hal menentukan prioritas yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan. Stevel R Covey membuat tabel untuk mempermudah perancangan skala dengan cara membaginya menjadi empat bagian atau empat kuadran, yaitu kuadran I, kuadran II, kuadran III dan yang terakhir yaitu kuadran IV.

Kuadran I yakni kebutuhan yang sifatnya penting dan benar-benar mendesak untuk segera dipenuhi. Kuadran II yakni kebutuhan yang bersifat penting tetapi sesungguhnya kurang mendesak untuk dipenuhi. Kemudian, kuadran III yakni kebutuhan yang sesungguhnya kurang penting tetapi benar-benar mendesak untuk dipenuhi. Sementara kuadran IV untuk kebutuhan yang sifatnya kurang penting sekaligus kurang mendesak untuk dipenuhi.

Kemudian, untuk penyusunan prioritas, dengan memanfaatkan langkah-langkah penyusunan prioritas oleh Steven R Covey, seperti yang telah dipaparkan sebelumnya.