Produksi Massal Adalah : Ciri, Keuntungan dan Tujuannya

Pernahkah kamu membayangkan atau memikirkan bagaimana suatu proses produksi dilaksanakan? Di mana seorang produsen menciptakan sebuah produk yang bisa kamu nikmati dan manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dan menolong kegiatan sehari-hari. Ada pelbagai macam produksi yang dilaksanakan pemilik usaha atau perusahaan, kali ini kami akan membahas produksi secara massal. Produksi secara massal disebut juga dengan aliran produksi atau produksi terus-menerus. Kalau kamu berkesempatan mendatangi tempat produksi yang menerapkan sistem produksi secara massal, maka kamu akan memandang aliran produk dari satu operasi ke operasi lainnya.

Produksi secara massal yang dilaksanakan secara terus-menerus ini menghasilkan kuantitas atau jumlah barang dalam jumlah besar. Jenis produksi yang satu ini bisa diaplikasikan untuk pelbagai macam produk, seperti makanan, bahan bakar, maupun bahan kimia, juga pelbagai alat elektronik. Bagaimana karakteristik atau ciri produksi massal dan apa keuntungannya? Yuk simak pembahasan berikut ini untuk menemukan jawabannya serta informasi komplit lainnya terkait produksi massal.

Pengertian Produksi Massal

produksi-massal-artinya

Pengertian dari produksi secara massal yaitu sebuah pola menghasilkan produk yang dilaksanakan terus menerus yang menghasilkan produk dalam jumlah besar. Proses ini dilaksanakan perusahaan dari mulai bahan baku, bahan setengah jadi, sampai barang siap untuk didistribusikan untuk digunakan konsumen. Proses produksi secara massal ini umumnya berulang dan dibagi ke dalam beberapa sektor sehingga waktu yang digunakan untuk proses produksi lebih efisien dan produktifitas meningkat.

Sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 1926 oleh perusahaan bernama Ford Motor Company, sistem produksi secara massal mulai dikenal dan ditiru oleh banyak perusahaan lain di seluruh dunia. Pada permulaan kemunculannya, proses produksi satu ini hana diaplikasikan hanya pada produksi barang terentu seperti makanan, bahan bakar, dan bahan kimia. Namun seiring perkembangan zaman dan pesatnya teknologi, produksi massal dikala ini telah diaplikasikan untuk pelbagai macam produk lainnya seperti manufacture maupun barang kerajinan.

Karakteristik Produksi Massal

Setelah mengetahui dan memahami pengertian produksi massal, selanjutnya akan dijelaskan karakteristik atau ciri dari produksi massal, berikut ulasannya!

1. Menghasilkan Produk Dalam Jumlah Besar

Karakteristik produksi massal yang pertama yaitu jumlah produk yang dihasilkan berjumlah besar. Hal ini karena proses pembuatan barang dilaksanakan terus-menerus dan berurutan. Pola produksi yang dilaksanakan tetap dan tidak berubah untuk beberapa waktu tertentu atau bahkan seterusnya. Ciri pertama inilah yang mendasari mengapa produksi massal disebut produksi terus menerus. Karena perusahaan tidak pernah berhenti menciptakan produk.

2. Sistem Produksi Layak Urutan

Karakteristik produksi secara massal selanjutnya ialah produk yang dihasilkan dibuat secara berurutan atau disesuaikan dengan pola urutan. Ini berarti, proses proses produk diawali mulai dari bahan baku sampai bahan jadi. Menurut sifat ini, produk dari produksi massal dibuat dengan alur maju. Dalam prosesnya, tidak ada percampuran sistem pembuatan, misalnya memasukkan barang jadi baru kemudian barang setengaj jadi, dan berakhri menjadi bahan baku kembali.

3. Mengandalkan Tenaga Mesin

Sistem produksi massal haruslah efisien dalam hal pengerjaannya yang cepat. apabila terjadi keterlambatan produksi, maka pasokan akan target pasar tidak akan maksimal. Oleh sebab itu produksi secara massal mengandalkan mesin untuk menolong produksi. Mesin yang digunakan dalam proses produksi haruslah bersifat khusus. Ada yang khusus untuk meracik bahan, mengolah bahan menjadi setengah jadi, mesin pengemas, dan pelbagai fungsi mesin lainnya.

Lebih dari itu, mesin juga menjadi alat yang digunakan untuk memindahkan bahan ke mesin pengolah. Sehingga proses meracik bahan menjadi lebih efisien. Banyaknya mesin khusus yang digunakan serta dibutuhkannya teknologi terbaru dalam proses produksi, menyebabkan sistem produksi massal ini umumnya diaplikasikan oleh perusahaan besar. Karena modal yang patut dikeluarkan untuk pengadaan mesin-mesin hal yang demikian membutuhkan dana finansial yang cukup besar.

4. Tenaga Kerja yang Dibutuhkan Sedikit

Karakteristik produksi massal berikutnya ialah tidak membutuhkan tenaga kerja banyak. Hal ini dikarenakan produk yang diproduksi secara massal lebih mengutamakan fungsi mesin. Dengan menggunakan mesin maka akan membuat proses produksi lebih cepat. Apalagi produksi massal ini bertujuan untuk menghasilkan produk dalam jumlah besar, sehingga apabila mengandalkan tenaga pekerja tidak akan menghasilkan produk secara maksimal. Semakin baru teknologi mesin yang digunakan, maka semakin sedikit campur tangan pekerja dalam alur atau proses produksi.

5. Tidak Banyak Menggunakan Bahan Produk

Kalau produk dibuat dengan tujuan dipasarkan layak dengan sistem produksi massal, umumnya persediaan bahan baku produk lebih sedikit. Hal ini karena tidak ada stok bahan tak terpakai yang disebabkan kesalahan dalam memperhitungkan bahan yang digunakan. Ketepatan jumlah produk yang digunakan ini akibat dari pola pembuatan produk yang lebih teratur serta berurutan sehingga kalkulasi bahan jelas dan terukur dengan tepat.

6. Produk Tidak Bervariasi

Karakteristik produksi secara massal terakhir ialah produk yang dihasilkan tidak bervariasi. Produk yang dibuat dengan proses produksi massal tidaklah bervariasi, melainkan sejenis dengan sifat dan karakteristik sama. Contohnya pada produksi perakitan motor yang hanya menciptakan satu macam motor. Jikapun ada macam yang berbeda, umumnya produk hal yang demikian mempunyai sektor assembly line tersendiri. Contohnya motor model X dan Y yang mempunyai assembly line berbeda.

Keuntungan Produksi Massal

keuntungan-produksi-massal

1. Efisiensi Keuangan

Seperti telah diuraikan dalam karakteristik produksi secara massal, produksi ini menggunakan sedikit tenaga kerja sehingga menghemat biaya. Selain tenaga kerja, dengan proses ini juga menggunakan lebih sedikit biaya material serta meningkatkan efisiensi dalam penggunaan sumber daya, sementara itu pada dikala yang sama akan mengurangi total pengeluaran perunit dari tiap-tiap produk yang diproduksi. Ini amat penting bagi produen, baik perusahaan kecil maupun besar dalam upaya menghemat pengeluaran yang tidak perlu.

2. Tingkat Produksi Cepat

Keuntungan produksi massal selanjutnya ialah tingkat produksinya cepat. Dikarenakan proses produksi yang menggunakan teknologi canggih serta sistem konveyor untuk mempercepat proses produksi, sistem produksi massal ini menawarkan tingkat produksi yang paling cepat pada tiap-tiap prosedur pembuatannya. Contohnya, ketika sistem penganggukat pada sebuah perusahaan lebih maju, maka sistem ini bisa mengidentifikasi produk tertentu dan mengarahkannya pada tujuan yang benar tanpa diawasi oleh pekerja.

3. Akurasi Produksi

Keuntungan produksi massal berikutnya ialah akurasi produk karena pola produksi yang didasarkan pada operasi utama dan tambahan yang berulang dan bekerja bersama secara mekanis guna menciptakan produk akhir. Kurangnya tenaga kerja terampil dan spesialisasi yang dibutuhkan dalam membuat produk tidak akan memberi imbas negative yang signifikan, pengaruhnya tidak begitu terasa. Karenanya dengan pola produksi ini akan memungkinkan akurasi yang luar biasa dan margin kesalahan yang relative rendah.

Kekurangan Produksi Massal

1. Tidak Fleksibel kepada Permintaan Konsumen

Berdasarkan pengertian produksi secara massal, sistem ini berpusat pada penciptaan satu produk dengan jumlah besar, sehingga menjadi sulit dalam hal memproduksi produk dan menyesuaikannya dengan permintaan konsumen yang selalu mengalami perubahan. Permintaan yang sulit diproduksi ini bisa menyebabkan produk yang diproduksi menjadi sia-sia, khususnya apabila produk hal yang demikian gampang rusak.

2.  Sulit dalam Merestrukturisasi Produksi

Dalam hal ini yang bekerja yaitu sistem atau mesin yang bekerja bersama secara serempak, untuk mengubah aspek dalam jalur produksi akan mempunyai konsekuensi finansial dan logistic yang besar. Lebih-lebih pada puncak tren modern untuk menciptakan proses yang lebih ramah lingkungan.

3. Pengurangan Tenaga Kerja

Peralatan dan mesin-mesin berteknologi  tinggi yang digunakan menjadi indikator utama dalam proses produksi massal. Sehingga menyebabkan pemberhentikan kerja bagi staf atau pekerja yang tidak mempunyai kompetensi tinggi. Pemberhentian pekerja yang kerap kali dilaksanakan ini bisa menyebabkan inefesiensi dalam pelbagai aspek pada proses produksi. Kekurangan satu ini tidak hanya berdampak bagi perusahaan, namun bagi masyarakat sekitar khususnya mereka yang mencari pekerjaan.

Tujuan Produksi Massal

Tujuan produksi massal dilaksanakan oleh banyak perusahaan besar ialah untuk memproduksi banyak produk serta efisiensi produksi. Seperti yang telah diuraikan, produksi massal sendiri memang dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan banyak produk dengan spesifikasi dan macam yang sama untuk dipasarkan. Produk yang dibuat dalam jumlah banyak ini dilaksanakan dengan waktu yang relative cepat dan biaya yang rendah. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang menjalankan sistem produksi ini karena tujuan produksi massal yang memang menguntungkan karena menghemat dan efisiensi biaya untuk mendapatkan keuntungan yang menjanjikan.

Contoh Perusahaan yang Melakukan Produksi Massal

1. Toyota

Toyota merupakan perusahaan otomotif yang berasal dari Jepang yang menjual dan memproduksi produknya di Indonesia, Toyota berada di bawah naungan PT. Astra. Toyota menjalankan produksi massal untuk menghasilkan produk dalam jumlah banyak. Banyaknya produk yang dihasilkan selalu berakhir dengan penjualan yang memuaskan sebab harganya yang relatif murah bagi masyarakat kalangan menengah.

2. Coca-cola

Coca-cola yaitu salah satu merek minuma yang amat terkenal di dunia. Pemasarannya yang baik menjadi faktor yang menolong pertumbuhan perusahaan ini amat cepat. Kini, minuman manis bersoda ini amat disukai oleh mayoritas orang diseluruh dunia. Untuk itu, coca-cola mengelola setidaknya 1.9 miliar porsi tiap-tiap harinya dengan sistem produksi massal karena permintaan masyarakat yang amat tinggi.

Perencanaan Produksi Massal

perencanaan-produksi-massal

Dalam perencaan produksi massal, ada beberapa hal yang patut diperhatikan, berikut ulasannya

1. Konsep

Hal pertama yang patut diperhatikan dalam perencanaan produksi massal yaitu konsep. Sebelum menjalankan produksi akan suatu produk, pastikan kamu telah membuat konsepnya. Pada proses pembuatan konsep tuangkan seluruh gagan dan penemuan yang kamu miliki. Gagasan dan penemuan hal yang demikian yang nantinya akan kamu gunakan sebagai dasar dalam membuat rancangan pikiran. Pastikan juga bahwa konsep yang kamu buat realistis sehingga bisa direalisasikan dan layak kebutuhan masyaraat. Karenanya dari itu, proses mengkonsep ini patut dipikirkan sebaik mungkin. Buatlah desain dalam format gambar maupun blueprint sehingga kamu mempunyai gambaran atas ide dan penemuan yang ingin kamu wujudkan.

2. Prototipe

Langkah selanjutnya yang perlu kamu perhatikan dalam perencanaan produksi massal ialah pembuatan prototipe. Prototipe dikatakan sebagai model paling permulaan wujud implementasi dari konsep yang telah kamu buat. Prototipe yang ada patut diuji, dengan cara “melempar” prototipe hal yang demikian ke market atau pasar. Amati reaksi pasar, ini untuk memandang tingkat kesesuaian prototipe dengan permintaan dan kebutuhan konsumen. Kalau ditemukan hal yang kurang sesaui dan tidak menguntungkan, lakukanlah perbaikan dan penyempurnaan.

Tidak hanya bagi produsen, adanya prototipe ini juga menguntungkan bagi konsumen. Dengan memandang dan merasakan prototipe secara langsung, konsumen akan  bisa mengambil keputusan untuk menjalankan pembelian atau tidak kepada produk hal yang demikian.

Kalau konsep dan prototipe telah kamu buat, serta telah mempunyai sample jawaban dari pasar, maka kamu telah bisa menjalankan produksi secara massal.

Sampai di sini pembahasan terkait produksi massal kali ini. kamu telah memahami pengertian produksi massal, kekurangan dan keuntungan produksi massal, juga ciri hingga contoh dan hal yang patut kamu perhatikan sebelum menjalankan produksi massal ini. Jadi, apakah kamu telah memutuskan untuk menjalankan produksi massal? Apapun macam produksi yang akan kamu lakukan, sesuaikanlah dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan atau usaha kamu. Pastikan tiap-tiap proses, mulai dari perencanaannya dilaksanakan dengan semaksimal mungkin. Terima kasih telah mengikuti hingga akhir, semoga bermanfaat!