Perdagangan Internasional | Definisi, Manfaat dan Faktornya

Menjalankan suatu bisnis tentunya tiap-tiap orang mempunyai rencana dan mengharapkan usaha yang dijalankan bisa berkembang pesat. Tidak hanya di dalam negeri, tapi juga sampai ditingkat mancanegara. International trade atau perdagangan berskala internasional memang menjadi incaran pebisnis supaya usahanya bisa terkenal dan diakui dunia. Tetapi hakekatnya apa pengertian perdagangan internasional? Apa saja manfaat perdagangan internasional ini? Serta apa saja faktor pendorong perdagangan internasional? Temukan jawabannya di tulisan ini!

Pengertian Perdagangan Internasional

Pada dasarnya, pengertian perdagangan internasional yaitu suatu kesibukan perdagangan atau jual beli yang dikerjakan oleh dua pihak yang berbeda negara. Tidak hanya melibatkan antar negara, perdagangan yang dikerjakan antar individu atau perusahaan dengan pihak yang berada di luar negeri juga disebut sebagai perdagangan berskala internasional. Jadi, perdagangan berskala internasional tidak hanya bisa dikerjakan antar pemerintah, namun perusahaan bahkan individu sendiripun bisa menjalankan perdagangan berskala internasional ini. Produk yang diperjualbelikan pun bisa berupa barang maupun jasa.

Perdagangan berskala internasional yang terjadi didasarkan pada kebutuhan, jadi orang atau pihak yang menjalankan perdagangan ini menjalankan transaksi atas dasar kebutuhannya. Apalagi memang tidak seluruh negara bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Contohnya saja negara kita, Indonesia yang membutuhkan produk mesin, yang disediakan oleh Jepang. Karenanya, Indonesia menjalankan kerja sama dengan Jepang untuk menjalankan perdagangan berskala internasional. Dua negara atau pihak yang menjalankan perdagangan ini akan mendapatkan keuntungan tersendiri. Negara yang mengekspor (negara yang menjual) barang akan mendapat keuntungan berupa uang, sementara negara pengimpor (negara yang membeli) akan diuntungkan karena terpenuhi kebutuhannya.

Bentuk Perdagangan Internasional

pengertian-perdagangan-internasional

Bentuk perdagangan internasional yang dikerjakan negara di dunia ada 3, yaitu:

  1. Perdagangan Bilateral, merupakan format perdagangan berskala internasional yang dikerjakan oleh dua negara berbeda
  2. Perdagangan Regional, merupakan format perdagangan yang dikerjakan oleh negara-negara yang berada pada lingkup Kawasan tertentu. Misalnya Uni Eropa dan ASEAN.
  3. Perdagangan Multilateral, yaitu format perdagangan yang dikerjakan antar negara tanpa dibatasan Kawasan tertentu.

Teori Perdagangan Internasional

1. Teori Keunggulan Mutlak

Teori keunggulan mutlak menyatakan bahwa perdagangan berskala internasional akan memberi keuntungan kepada negara yang bisa memproduksi barang dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan negara yang memproduksi barang serupa namun dengan harga yang lebih tinggi. Contohnya ada dua negara, yaitu negara X dan Y yang sama-sama memproduksi daging dan susu sapi. Negara X cakap memproduksi daging sapi sebanyak 100 ton perhari dan susu sapi sebanyak 1000 liter perhari. Sementara itu, negara Y cakap menjalankan produksi daging sapi sebanyak 300 ton perhari dan susu sebanyak 700 liter tiap-tiap harinya.

Berdasarkan teori keunggulan mutlak, maka negara X yang mempunyai efesiensi dalam memproduksi susu sapi, sementara negara Y mempunyai efisiensi dalam memproduksi daging sapi. Karenanya, perdagangan antara negara A dan B akan efektik dan memberikan keuntungan apabila negara X menjual susu sapi dan negara Y menjual daging sapi.

2. Teori Keunggulan Komparatif

Menurut teori keunggulan komparatif menyatakan bahwa meskipun suatu negara tidak mempunyai keunggulan mutlam dalam menjalankan produksi barang, negara hal yang demikian tetap bisa menjalankan perdagangan berskala internasional pada barang yang paling produktif dan efisien untuk diproduksi. Contohnya kita ambil pada negara P dan Q yang sama-sama memproduksi tas dan sepatu. Negara P bisa memproduksi 100 tas perjam dan 50 sepatu perjammya. Sementara itu, negara Q bisa memproduksi 45 tas dan 45 sepatu tiap-tiap jamnya.

Apabila diperhatikan, maka pada dasarnya negara P mempunyai keunggulan dalam menjalankan produksi, baik produksi tas maupun sepatu. Kendati demikian, ternyata biaya relative yang dikeluarkan untuk memproduksi sepatu pada negara P lebih tinggi dibandingkan negara Q. Hal ini diketahui dari jumlah produksi perjamnya untuk kedua produk hal yang demikian. Di mana pada negara P, 1 produksi sepatu sama dengan 2 produksi tas. Sementara di negara Q, 1 produksi sepatu sama dengan 1 produksi tasnya. Oleh karena itu, negara P dan Q bisa menjalankan perdagangan berskala internasional dengan skenario negara P memproduksi tas, sementara sepatu diproduksi negara Q.

Manfaat Perdagangan Internasional

manfaat-perdagangan-internasional

1. Produk Kebutuhan Terpenuhi

Manfaat perdagangan internasional pertama yang akan diperoleh ialah terpenuhinya berjenis-ragam format kebutuhan dalam negeri, baik kebutuhan publik maupun kebutuhan akan produk-produk pribadi. Dengan adanya perdagangan berskala internasional, ragam produk yang beredar di pasaran juga akan menjadi lebih bervariasi. Selain terpenuhinnya kebutuhan, konsumen juga mempunyai berjenis-ragam macam pilihan untuk menentukan dan mendapatkan barang yang paling layak dengan kualitas terbaik untuk memenuhi kebutuhan mereka.

2. Membuka Lapangan Kerja

Selanjutnya, manfaat perdagangan berskala internasional yang tidak kalah penting yaitu adanya kesempatan untuk membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Lapangan kerja baru terbuka sebagai akibat adanya pembangunan industri-industri baru guna memnuhi permintaan produk dari berjenis-ragam negara yang menjalin kerjasama. Industri-industri yang dibangun ini tentunya membutuhkan tenaga kerja untuk kegiatan operasional yang secara langsung menolong negara tempat industri itu dibangun menurunkan tingkat pengangguran.

3. Menjalin Hubungan Bagus Antar Negara

Hubungan yang terjalin baik antar negara yang terlibat dalam perdagangan merupakan manfaat perdagangan berskala internasional selanjutnya yang akan diperoleh dari menjalankan perdagangan internasional, jadi tidak hanya perihal perdagangan atau bisnis saja. Hubungan baik yang terjalin antar negara yang berpartisipasi, akan membuat hubungan baik sehingga kerjasama-kerjasama lain bisa dikerjakan dan berkelanjutan.

4. Menciptakan Efisiensi Produksi

Menciptakan efisiensi dalam proses produksi merupakan manfaat perdagangan internasional terakhir dalam penjelasan kali ini. Efisiensi produksi bisa tercipta karena berjenis-ragam negara akan berusaha meniru cara produksi dari negara lain yang teknologinya lebih baik. Dengan begitu, produk yang dihasilkan semakin berkualitas serta bisa menekan biaya sehingga tetap kompetitif. Negara yang cakap menghasilkan produk dengan kualitas baik dan biaya rendah akan mempunyai kesempatan lebih besar untuk memperoleh pangsa pasar yang tinggi dan keuntungan yang lebih besar.

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

faktor-perdagangan-internasional

1. Perbedaan Sumber Daya dan Faktor Produksi

Perbedaan sumber daya alam antar negara yaitu hal pertama yang menjadi faktor pendorong perdagangan berskala internasional yang dikerjakan oleh hampir seluruh negara di dunia. Dengan keadaan sumber daya alam yang berbeda dan mempunyai keterbatasan, menyebabkan mau tidak mau negara-negara di dunia menjalankan kerjasama dalam format perdagangan berskala internasional untuk memenuhi kebutuhan. Negara penghasil rempah-rempah hanya ada beberapa, begitu juga negara penghasil bahan tambang. Sehingga barter selalu terjadi untuk memenuhi kebutuhan.

Selain perbedaan sumber daya alam, perbedaan faktor produksi juga menjadi faktor pendorong perdagangan berskala internasional. Meskipun sumber daya alam tersedia di suatu negara, belum tentu negara hal yang demikian mempunyai modal dan pengetahuan serta teknologi untuk mengola sumber daya hal yang demikian. Sehingga perdagangan berskala internasional terjadi untuk menjual bahan mentah ke negara lain untuk kemudian diolah menjadi produk jadi.

2. Keinginan Memperluas Pasar

Setiap pengusaha tentunya mengharapkan pangsa pasar yang besar, tidak hanya di dalam negeri namun juga keinginan untuk menguasai pangsa pasar luar negeri bahkan dunia, sehingga ini merupakan salah satu faktor pendorong perdagangan internasional yang utama. Dengan memperluas pangsa pasar maka eksportir akan mencapai skala ekonomis dalam produksi. Dengan begitu, maka keuntungan yang diperoleh juga akan meningkat seiring besarnya pangsa pasar yang diperoleh.

3. Ilmu dan Teknologi yang Dikuasai

Hal selanjutnya yang menjadi faktor pendorong perdagangan berskala internasional yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang dikuasai suatu negara. Negara dengan kualitas IPTEK yang tinggi cakap memproduksi barang dan jasa lebih banyak dengan kualitas baik yang lebih efisien jikalau dibandingkan negara dengan IPTEK yang kemajuannya lambat. Hal ini terjadi disebabkan oleh pemanfaatan teknologi akan betul-betul menghemat biaya produksi, namun tetap cakap menghasilkan barang dengan jumlah banyak dan kualitas baik.

Negara dengan kemajuan teknologi yang baik umumnya akan menjalankan spesialisasi produksi, sehingga ada produk yang menjadi keunggulan negara hal yang demikian yang tidak dimiliki negara lain. Untuk barang yang tidak diproduksi di negaranya, maka mereka akan mengimpor produk hal yang demikian dari negara lain yang memproduksinya.

4. Kelebihan atau Kekurangan Produk Suatu Negara

Sumber daya alam yang berbeda serta tingkat kemajuan suatu negara terkadang menyebabkan terjadi kelebihan produk (surplus) dan kekurangan produk (defisit) dalam suatu negara. Hal ini menyebabkan negara dengan keadaan surplus hal yang demikian menjalankan kegiatan ekspor ke negara lain, sementara negara yang mengalami kekurangan produk akan menjadi negara pengimpor produk hal yang demikian. Sehingga baik kekurangan maupun kelebihan produk ini menjadi faktor pendorong perdagangan berskala internasional yang dikerjakan suatu negara.

5. Perbedaan Selera

Saat ini kita hidup di masyarakat yang betul-betul majemuk dengan kebutuhan dan selera yang beragam. Hal ini menjadi faktor pendorong perdagangan berskala internasional dikerjakan oleh individu maupun organisasi di berjenis-ragam negara untuk memenuhi tuntutan kebutuhan dan selera hal yang demikian. Apalagi ditambah dengan kenyataan tiap-tiap negara mempunyai perbedaan kebudayaan, sistem politik, tatanan sosial, serta pandangan hidup. Pada akhirnya, terjadi pembentukan berjenis-ragam komoditas dengan selera yang berbeda yang wajib dipenuhi.

6. Perbedaan Iklim

Terbatasnya sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu negara disebabkan oleh keadaan alam yang berbeda di tiap-tiap negara. Hal ini berujung pada ketidaktersediaan seluruh ragam barang yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Karenanya, untuk menanggulangi hal hal yang demikian negara akan menjalankan kegiatan mengimpor barang dari negara lain untuk memastikan ketersediaan produk yang menjadi kebutuhan hal yang demikian.

Sampai di sini penjelasan terkait perdagangan berskala internasional kali ini. Perdagangan internasional yaitu hal yang telah lazim ketika ini. Terkadang, secara sadar maupun tidak sadar kita turut terlibat di dalamnya dalam format menggunakan produk impor yang banyak dijual dipasaran, atau bahkan membeli secara langsung barang yang berasal dari luar negeri. Tentunya perdagangan berskala internasional ini betul-betul penting bagi tiap-tiap negara, namun alangkah lebih baiknya jikalau kamu bisa menjadi seorang eksportir yang menjual produk ke negara luar sehingga bisa menolong negara menurunkan tingkat inflasi. Terima kasih telah mengikuti hingga akhir dan sampai jumpa di tulisan berikutnya. Semoga menolong!