Pengertian Yield(YLD), Jenis & Contohnya

Kecuali memiliki variasi profit, dunia investasi juga memiliki segudang istilah yang mungkin tak umum kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Istilah-istilah ini memang tak banyak dipergunakan oleh masyarakat biasa, namun sebagai seorang investor ataupun calon investor, Anda seharusnya menguasai istilah-istilah tersebut. Suka tak suka, Anda seharusnya menghadapi kenyataan bahwa ada sejumlah istilah di investasi yang tak dapat digantikan dengan kata-kata umum. Namun dengan rajin mempelajarinya, bukan tak mungkin untuk dapat hapal arti dari istilah-istilah tersebut, lho!

Salah satu unsur kegagalan seseorang dalam berinvestasi ialah kurangnya pengetahuan mereka tentang istilah-istilah penting terkait investasi. Jelas mustahil bagi seorang investor untuk melakukan investasi dengan maksimal seandainya mereka tak memahami variasi istilah mendasar terkait prosesnya, bukan? Jadi, dengan memahami variasi istilah di dunia investasi, dijamin deh, Anda akan kian trampil dalam menyusun strategi berinvestasi!

Bila Anda merupakan investor yang baru memasuki dunia investasi, jangan kaget seandainya Anda nanti akan bertemu dengan banyak kata-kata yang asing di telinga. Kata yield merupakan salah satunya. Yield merupakan kata aneh yang tak umum muncul di masyarakat. Namun harap bersiap-siap, sebab yield merupakan istilah yang akan sering kali Anda jumpai saat melakukan aktivitas investasi!

Ingin mencari tahu lebih dalam soal kata “yield” ini? Mari berkenalan lebih lanjut pengertian, jenis hingga contoh dari “yield” dalam tulisan berikut. Keep scrolling and reading, ya!

Definisi Yield, Seluruh Investor Semestinya Hapal!

yield-1

Salah satu kunci dari kesuksesan berinvestasi merupakan menguasai kosakata serta istilah yang populer di ranah investasi. Yield merupakan salah satunya. Jangan khawatir jikalau Anda belum paham apa itu yield. Saya sudah menyiapkan jawabannya khusus untuk Anda.

Terlebih sederhananya, yield merupakan profit. Bila saat melakukan investasi Anda mendengar seseorang berkata “yield besar”, artinya sama dengan “keuntungan besar”. Ada pula yang mendefinisikan yield merupakan imbalan atau hasil dari aktivitas investasi. Imbalan hasil investasi biasanya berupa tingkatan bunga dengan besaran menyesuaikan harga pasar yang berlaku saat investasi berlangsung.

Lebih lanjut, yield merupakan suatu indikator profit atau profitabilitas dan juga viabilitas investasi Anda. Jadi, yield merupakan suatu alat ukur yang umum diaplikasikan oleh para investor untuk memandang sendiri profit atau profit investasi mereka selama periode tertentu. Umumnya, periode tersebut bersifat tahunan.

Penting juga untuk Anda ingat: yield menjadi hal penting yang seharusnya selalu diperhatikan oleh investor. Tujuannya tentu untuk menghindari kerugian saat melakukan investasi. Yield biasanya bergantung pada metode trading baik aktif ataupun pasif. Kecuali itu, alat ukur ini juga bergantung pada metode dan upaya Anda selaku investor untuk menyelesaikan situasi pasar di kala aktivitas investasi berlangsung.

Jadi untuk meminimalisir kerugian, jangan lupa selalu perhatikan variasi resiko potensial yang dapat muncul dan mengganggu progres investasi Anda.

Macam dan Contoh Yield dalam Investasi

investasi

Anda sudah memahami bahwa yield merupakan alat untuk mengukur tingkatan pengembalian atau hasil dalam investasi. Contohnya, yield diaplikasikan untuk mengukur hasil investasi suatu instrumen keuangan seperti obligasi atau saham berdasarkan dividen serta tingkatan suku bunga investasi.

Melainkan masih ada berjenis-jenis jenis yield yang lain, seperti yield untuk obligasi, yield jatuh tempo, dividen, hingga yield management. Apa sajakah pengertian dan perbedaan dari masing-masing yield? Berikut pembahasannya!

Yield Saham dan Obligasi

Macam yield yang pertama merupakan yield saham dan obligasi. Layak namanya, yield obligasi merupakan berjenis-jenis jenis yield terkait obligasi dan saham itu sendiri. Memahami yield obligasi merupakan kunci terpenting untuk Anda yang memutuskan bermain saham ataupun obligasi. Kuasailah pengertian dan tipe-tipe yield obligasi dan saham agar Anda tak tersesat saat melakukan investasi.

Ada sebagian jenis yield yang berkaitan dengan saham dan obligasi. Macam-tipe yield obligasi antara lain current yield, yield to maturity dan yield deviden. Yield deviden biasanya ada di ranah investasi saham. Untuk memperjelas pemahaman Anda, di bawah ini merupakan penjelasan dari ketiga yield tersebut.

Current Yield

Dalam bahasa Indonesia, current yield dikenal sebagai yield saat ini. Macam yield yang satu ini ialah rasio di antara harga obligasi saat ini di pasar dengan kupon bunga. Oleh sebab itu, yield ini dinamai current (saat ini) yield.

Contohnya merupakan sebagai berikut:

Anda membeli obligasi dengan harga Rp20.000.000. Masa tenor obligasi merupakan 10 tahun. Obligasi juga menawarkan Anda kupon sebesar 15% per tahun. Bila harga obligasi saat ini merupakan 12.000.000, maka perhitungan current yield-nya merupakan =

Rp20.000.000 x 15% / Rp12.000.000 x 100% = 25%

 Yield to Maturity

Macam yield selanjutnya merupakan yield to maturity alias yield jatuh tempo. Yield ini juga diperuntukkan untuk obligasi. Yield to maturity ialah besaran hasil investasi yang diperoleh oleh seorang investor sampai masa tenor obligasi berakhir. Yield ini juga dapat terjadi saat uang investasi awal sang investor sudah dikembalikan seluruhnya.

Berbeda dengan current yield, penghitungan yield to maturity dikerjakan dengan menyamakan harga obligasi sekarang dengan semua tingkat pengembalian di masa yang akan datang. Pada prakteknya, nilai yield to maturity akan menyesuaikan dengan perubahan harga obligasi yang tak jarang naik dan turun di pasaran. Dikala harga obligasi menurun, yield jatuh tempo akan naik. Seperti pun sebaliknya. Kedua unsur ini berprofesi dengan kondisi yang saling bertolak belakang.

Yield Deviden

Berikutnya merupakan yield deviden yang diaplikasikan dalam investasi saham. Penghitungan besaran yield deviden dikerjakan dengan membagi deviden yang dibayarkan terhadap investor dengan harga saham. Macam deviden yang ini juga diukur lebih sederhana dan simpel karena dapat diketahui cuma dengan memandang hasil pembagian tersebut.

Mari lihat contoh berikut ini:

Perusahaan A memiliki saham seharga Rp2.000. Meskipun dividen yang dimiliki merupakan Rp50 per lembar. Maka, yield dividennya dapat dihitung sebagai berikut:

Rp50 : Rp2.000 x 100% = 2.5%

Nah sebagai catatan tambahan, deviden bernilai tinggi biasanya menampilkan adanya potensi pemasukan pasif yang menjanjikan dari saham milik investor. Jadi sebisa mungkin cermati besaran yield dividen yang dapat Anda dapat dari investasi pada perusahaan pilihan, ya, agar kian untung!

Yield Management

Macam yield terakhir merupakan yield management. Yield yang satu ini betul-betul berbeda dengan tipe-tipe yield obligasi dan saham. Dalam Bahasa Indonesia, yield management merupakan manajemen hasil. Melainkan terdapat istilah lain yang memiliki arti serupa dengan yield management ialah revenue management. Di sini, Anda seharusnya berhati-hati sebab kedua istilah tersebut memiliki arti serupa tetapi hakekatnya tak sama.

Perbedaan di antara yield management dan revenue management sangatlah tipis. Revenue management ialah manajemen hasil perusahaan secara makro (besar). Oleh sebab itu, revenue management mencakup penghasilan sepenuhnya dari perusahaan.

Sementara yield management merupakan hasil yang lebih sempit fokusnya. Yield management merupakan suatu metode strategi pembuatan harga berdasarkan waktu dan kondisi pasar, jenis produk, dan target konsumen. Tiap-tiap perusahaan memahami bahwa harga yang mereka tawarkan ke konsumen akan selalu berbeda-beda mengikuti perubahan waktu, kualitas produk dan target konsumen. Jadi dapat dikatakan jenis yield yang satu ini betul-betul berkaitan erat dengan info dan harga produk.

Dengan menggunakan yield management, perusahaan dapat menetapkan metode terbaik untuk memasarkan produk, menentukan target pembeli yang tepat, serta waktu penjualan terbaik. memperoleh profit maksimal. Sebagai akibatnya nanti, perusahaan akan mendapatkan profit yang maksimal.

Yield management cuma berkonsentrasi pada satu saluran hasil. Semisal pada perusahaan penerbangan, yield managementnya cuma berkonsentrasi pada cara-cara agar slot kursi penerbangan dapat terisi pantas waktu yang diharapkan. Atau pada perusahaan perhotelan, yield management yang diterapkan terkait tata metode agar suatu kamar dapat disewa pelanggan dan mendapatkan profit pada waktu tertentu.

Besaran yang dihasilkan oleh yield management bergantung pada metode teori permintaan. Kian tinggi jumlah permintaan pelanggan terhadap produk, maka akan kian besar juga harga yang ditetapkan. Begitupun sebaliknya, kian rendah permintaan pasar, harga akan menurun. Bila Anda merupakan pemilik perusahaan dan ingin mengembangkan pendapatan, sebaiknya gunakanlah metode yield management ini!

Kecuali itu, yield management biasanya bersifat sementara dan tak baku. Keluwesan sifat yield management ditentukan oleh 5 hal penting yang dikenal dengan istilah “5C”. 5C terdiri dari cost, calendar, clock, capacity dan consumer demand.

  1. Cost = Harga layanan terhadap konsumen.
  2. Calendar = Waktu dan durasi konsumen dapat mengakses serta menggunakan layanan.
  3. Clock = Waktu dan durasi penawaran layanan diberikan ke konsumen.
  4. Capacity = Jumlah layanan yang dapat diterima oleh konsumen.
  5. Consumer demand = Jumlah permintaan konsumen terhadap produk.

Bagaimana, menarik bukan pembahasan kali ini? Semoga tulisan ini dapat menambah wawasan Anda terkait pengertian dan tipe-tipe yield, ya!