Pengertian Saluran Distribusi, Tahapan, Fungsi, Jenis dan Peranan Pentingnya

Dunia perdagangan tak dapat berjalan sendiri. Ada sejumlah elemen yang membangun sekalian menggerakkan sektor perdagangan tersebut, seperti produsen dan konsumen. Anda mungkin sudah mengenal atau tenar dengan produsen dan konsumen. Dalam dunia perdagangan, produsen dikenal sebagai pihak penghasil produk, sementara konsumen yaitu pihak yang menggunakan produk tersebut. Melainkan tahukah Anda, bahwa terdapat satu lagi elemen yang tak kalah penting dalam dunia perdagangan?

Faktor penting tersebut bernama saluran atau penyalur distribusi. Kehadiran penyalur distribusi yaitu elemen penting yang tak dapat diabaikan dalam dunia perdagangan. Seketika, apa yang dimaksud dengan penyalur distribusi? Mengapa peranannya amat penting dalam dunia perdagangan?

Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai pengertian, fungsi, hingga contoh-contoh penyalur distribusi dalam ulasan berikut ini!

Memahami Pengertian Saluran Distribusi

saluran-distribusi

Istilah penyalur distribusi mungkin masih belum familier di telinga sebagian orang. Oleh sebab itu, masih banyak yang belum mengenal pengertian saluran distribusi. Khususnya sederhana, pengertian saluran distribusi yaitu pihak khusus yang menjembatani pihak produsen produk dengan konsumen. Saluran distribusi yaitu orang-orang atau agen yang bertugas membawa produk hasil produksi agar dapat dijual dan dimanfaatkan oleh konsumen bebas. Itulah mengapa aspek ini bernilai amat penting dalam dunia perdagangan.

Sejumlah ahli ekonomi juga merumuskan pengertian dari penyalur distribusi produk. Sebagian definisi tersebut dipaparkan sebagai berikut.

Kotler

Penyalur distribusi menurut Kotler (1991: 279) yaitu pihak tertentu, baik perorangan ataupun perusahaan, yang memiliki hak atas produk dan selanjutnya bertugas memindahkan hak kepemilikan tersebut dari tangan produsen ke konsumen.

Nitisemito

Menurut Nitisemito (1993: 102), penyalur distribusi dapat diartikan sebagai suatu lembaga distributor atau kekuatan penyalur. Mereka bertugas menyalurkan barang atau jasa hasil produksi ke tangan konsumen.

Warren J. Keegan

Di tahun 2003, Keegan mendefinisikan penyalur distribusi sebagai sarana yang dimiliki dan dimanfaatkan oleh produsen untuk menyebarluaskan produk hasil buatannya terhadap konsumen.

Berdasarkan sejumlah pengertian yang dipaparkan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa saluran distribusi yaitu pihak ketiga baik perorangan atau perusahaan yang bertugas menyalurkan barang jadi hasil produksi dari produsen ke tangan konsumen. Tanpa adanya kekuatan penyalur produk, mustahil bagi konsumen dapat mendapatkan produk guna memenuhi keperluan mereka sehari-hari.

Mengetahui Variasi-Variasi Saluran Distribusi

distributor-1

Terdapat sebagian tipe saluran distribusi yang umum beroperasi dalam dunia perdagangan. Perbedaan macam-macam saluran distribusi ini didasarkan pada susunan serta panjang pendeknya mata rantai pelaksanaan penyaluran barang dari produsen ke konsumen. Setidaknya ada 5 macam-macam saluran distribusi yang umum dikenal di masyarakat. Berikut ini penjelasan dari 5 tipe penyalur distribusi dari susunan terpendek hingga terpanjang.

Produsen > Konsumen

Macam distribusi yang pertama sekalian terpendek yaitu distribusi dari produsen ke konsumen. Macam distribusi “produsen > konsumen” ini dikenal juga dengan pelaksanaan distribusi langsung. Hal ini dikarenakan metode distribusi langsung dilakukan tanpa melibatkan pihak lain sebagai perantara. Sistemnya yaitu produsen menghasilkan barang dan konsumen langsung membeli produk tersebut dari tempat produsen.

Produsen > Pengecer > Konsumen

Macam distribusi yang kedua tersusun oleh tiga elemen adalah “ produsen > pengecer > konsumen ”. Dibandingkan variasi sebelumnya, dalam variasi distribusi ini, terdapat peranan pengecer yang menjembatani produsen dengan konsumen. Dalam tipe distribusi kedua ini, produsen memasarkan produk secara besar atau grosir ke pengecer. Kemudian, pengecer memasarkan barang secara satuan terhadap konsumen.

Produsen > Pedagang Usaha Besar > Pengecer > Konsumen

Rantai distribusi variasi ketiga lebih rumit dibandingkan variasi kedua, sebab terdapat empat elemen yang berperan di dalamnya ialah “ produsen > pedagang besar > pengecer > konsumen ”. Padahal demikian, metode distribusi inilah yang banyak diterapkan dalam perdagangan di pasar. Metode ini pun lantas diberi nama metode distribusi tradisional. Dalam metode ini, produsen memasarkan produk terhadap pedagang besar saja. Kemudian, barang dijual kembali oleh pedagang besar ke pengecer untuk selanjutnya dijual terakhir terhadap konsumen.

Produsen > Agen > Pengecer > Konsumen

Variasi distribusi keempat memang sekilas tampak mirip dengan variasi distribusi ketiga. Meskipun hakekatnya kedua alur distribusi ini berbeda. Dalam tipe distribusi ini, produsen cuma menyalurkan produknya melewati agen tertentu yang sudah menjalin kerjasama dengannya. Kemudian, agen akan menyalurkan produk terhadap pengecer. Terakhir, pengecer memasarkan produk ke konsumen di pasaran.

Produsen > Agen > Pedagang Usaha Besar > Pengecer > Konsumen

Rantai distribusi terakhir dapat dikatakan yang paling rumit dan terpanjang dibandingkan macam-macam distribusi lainnya. Agen menjadi penyalur distribusi utama dalam mata rantai ini, terlebih agen penjualan. Produsen memasarkan barang terhadap agen, kemudian agen meneruskan terhadap pedagang besar. Berikutnya, pedagang besar memasarkan barang ke pengecer untuk diteruskan terhadap konsumen selaku penerima terakhir.

Fungsi Saluran Distribusi

fungsi-saluran-distribusi

Sudah kita kenal bahwa fungsi saluran distribusi adalah untuk menyalurkan barang produksi ke tangan konsumen. Melainkan masih terdapat sebagian fungsi saluran distribusi yang lain dan tak kalah penting, seperti:

Title

Fungsi title yaitu pelaksanaan pemindahan hak milik atas produk dari satu pihak ke yang lain. Pelaksanaan distribusi memindahkan hak kepemilikan produk dari produsen ke konsumen. Dengan begitu, barang yang sudah dibeli dapat dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari oleh konsumen.

Promotion

Promotion alias promosi yaitu fungsi untuk menyebarkan isu terkait produk dari produsen terhadap konsumen. Kecuali menjadi kekuatan penyalur, distributor juga berperan aktif dalam menjalankan aktivitas promosi produk yang disalurkan. Tujuannya tak lain agar kian banyak konsumen yang datang dan membeli barang tersebut.

Negotiation

Fungsi lainnya adalah negotiation atau negosiasi. Pelaksanaan negosiasi terjadi antara pihak penyalur dan konsumen. Tujuannya yaitu untuk menyepakati harga produk dan ketentuan lainnya agar dapat terjadi pelaksanaan pembelian barang.

Ordering

Fungsi ordering yaitu pelaksanaan di mana pihak penyalur memesan atau membeli barang hasil produksi dari produsen. Tanpa adanya fungsi ini, mustahil bagi produsen untuk dapat mulai menyalurkan barang hasil produksinya ke masyarakat luas.

Physical Possession

Pelaksanaan distribusi berkaitan erat dengan fungsi physical possession. Physical possession yaitu pelaksanaan yang dilakukan oleh distributor untuk mengangkut, memindahkan hingga menyimpan barang produksi hingga sampai ke tangan konsumen.

Financing

Fungsi terakhir yaitu financing. Dalam financing, terjadi pelaksanaan penerimaan dana. Dana tersebut kemudian dimanfaatkan oleh penyalur untuk melaksanakan pekerjaan distribusi.

Contoh Saluran Distribusi dalam Perdagangan

contoh-saluran-distribusi

Pada biasanya, ada empat contoh saluran distribusi dalam perdagangan. Contoh saluran distribusi yang dikenal masyarakat antara lain distributor, sub distributor, wholesaler, dan retailer. Ingin tahu penjelasan lebih lanjut terkait masing-masing contoh saluran perdagangan? Yuk, baca ikhtisar lengkapnya berikut ini!

Distributor

Distributor yaitu pihak yang dikenal menjalankan pelaksanaan distribusi langsung dari produsen ke penjual. Distributor biasanya berupa perusahaan. Distributor umum membeli barang langsung dari sebagian produsen, kemudian menjualnya kembali ke toko, pengecer, atau konsumen langsung. Energi penyalur ini juga dievaluasi pantas untuk dijadikan sebagai profesi, sebab profit yang dihasilkan lumayan melimpah. Hal ini dikarenakan distributor umum membeli barang secara besar-besaran dari produsen, dan mendapatkan harga jauh lebih murah dibandingkan harga milik kekuatan penyalur lainnya.

Sub Distributor

Sub distributor memiliki pengertian yang berbeda dari distributor. Sub distributor bertugas membeli produk dari distributor kemudian menyalurkannya terhadap konsumen. Pelaksanaan penyaluran produk oleh sub distributor pun umumnya dilakukan pada titik-titik area yang sudah ditentukan sebelumnya oleh distributor. Jadi, mata rantai penyebaran yang dapat dibentuk yaitu  “produsen > distributor > sub distributor > konsumen”.

Wholesaler (Pedagang Grosir)

Contoh kekuatan penyalur berikutnya yaitu wholesaler. Wholesaler yaitu istilah dari pedagang grosir. Wholesaler yaitu sebuah perusahaan dagang yang juga bertindak sebagai penyalur. Metode kerja pedagang grosir adalah membeli barang dari distributor atau sub distributor dalam jumlah besar. Barang-barang tersebut nantinya dijual kembali ke pedagang eceran atau konsumen langsung. Contoh pedagang grosiran yang umum kita jumpai seperti pedagang grosir sembako, bahan baku kue, dan peralatan rumah tangga.

 Retailer (Pedagang Eceran)

Contoh kekuatan penyalur yang terakhir yaitu retailer alias pedagang eceran. Dibandingkan contoh-contoh kekuatan distribusi lainnya, pedagang eceran yaitu kekuatan distribusi yang paling kecil bentuknya sekalian yang paling menjamur di masyarakat. Pedagang eceran menduduki mata rantai terakhir dalam metode penyaluran sebab ia menjalankan aktivitas penjualan langsung terhadap konsumen. Sesudah produk menempuh tangan konsumen, produk tersebut tak akan dijual kembali, melainkan dipakai untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Contoh pedagang eceran yang dapat dijumpai di masyarakat seperti toko-toko, minimarket, dan warung yang memasarkan bermacam-macam keperluan sehari-hari.

Begitu dia pembahasan lengkap seputar penyalur distribusi produk dalam dunia perdagangan. Semoga berguna dalam menambah wawasan Anda!