Pengertian PDB, Manfaat, Jenis dan Fungsinya

Dunia ekonomi memiliki banyak topik yang menaik untuk dipelajari, salah satunya yakni PDB. Istilah PDB dapat Anda temukan dikala mempelajari dunia ekonomi makro. Ekonomi makro sendiri yakni ruang lingkup kesibukan ekonomi dalam cakupan skala besar atau nasional.

PDB yakni salah satu aspek yang cukup penting dalam dunia ekonomi makro. Istilah yang satu ini dikenal sebagai nilai yang diaplikasikan untuk menghitung besaran pendapatan negara. Kecuali itu, PDB yakni “alarm” yang bermanfaat memberitahukan kita dikala terjadi penurunan kondisi perekonomian negara, lho.

Ingin mencari tahu lebih lanjut tentang PDB? Yuk simak pembahasan lengkap terkait PDB berikut ini!

Apa Begitu PDB?

apa-itu-pdb

Sebetulnya, PDB yakni sebuah singkatan dari Produk Domestik Bruto. Dalam Bahasa Inggris, PDB diterjemahkan menjadi Gross Domestic Product atau GDP. Dari segi ilmu ekonomi, PDB yakni nilai pasar dari total produksi barang dan jasa suatu negara dalam kurun waktu tertentu. Kecuali itu, PDB yakni nilai pasar yang diterapkan untuk menghitung jumlah pendapatan nasional negara.

Singkatan yang tampak mirip dengan PDB yakni PNB. PNB yakni Produk Nasional Bruto, yang dalam Bahasa Inggris diterjemahkan menjadi Gross National Product (GNP), Ingat, Produk Nasional Bruto ini berbeda dari Produk Domestik Bruto, ya! PDB yakni nilai pasar total produksi sebuah negara yang tak memertimbangkan tentang keterlibatan elemen produksi dalam negeri di dalamnya. Meskipun Produk Nasional Bruto (PNB) yakni perhitungan yang memerhatikan asal usul dari elemen produksi yang diaplikasikan. PNB memerhitungkan apakah terdapat pendapatan dari produksi luar negeri dalam suatu negara tersebut.

Istilah PDB memang tak muncul dan diaplikasikan serta-merta begitu saja. Amerika Serikat menjadi negara pertama yang membentuk nilai perhitungan Produk Domestik Bruto ini sebagai format respon atas depresi ekonomi besar-besaran yang melanda negara mereka. Ada sebuah lembaga riset ekonomi di Amerika yang kala itu berhasil merumuskan penghitungan PDB, yang kemudian mereka gunakan untuk mengukur kondisi perekonomian negara sendiri.

Melainkan kala itu sistem yang diusulkan oleh lembaga penelitian yakni Produk Nasional Bruto. Ya, memang terjadi kekeliruan yang unik di sini. Di dikala Amerika Serikat mengusulkan rumus perhitungan PDB, mereka justru menggunakan rumus PNB untuk mengukur kondisi perekonomian negara kala itu. Kekeliruan tersebut baru akibatnya “dikoreksi” pada tahun 1991.

Bagian-Bagian dalam PDB

bagian-pdb

Terdapat 4 komponen yang membentuk PDB, yakni private consumption, investment, government spending, dan net export. Apa saja penjelasan dari masing-masing komponen tersebut?  Let’s check this out!

Private Consumption

Bagian pertama yakni private consumption, alias konsumsi privat. Bagian ini menghitung total konsumsi yang dihabiskan oleh rumah tangga atau individu terkait sejumlah aspek. Hal-hal yang menjadi konsentrasi perhitungan private consumption yakni:

Durable Goods

Durable goods melingkupi barang-barang yang awet, tak mudah ataupun cepat rusak. Durable goods yakni barang-barang dengan tenaga simpan relatif panjang seperti lebih dari 3 tahun. Sebagian contoh durable goods seperti peralatan elektronik, motor, dan mobil.

Non-Durable Goods

Non-durable goods berkebalikan dengan durable goods. Barang-barang dalam kelompok ini biasanya tak untuk disimpan dalam waktu lama dan memiliki sifat langsung pakai atau dikonsumsi oleh masyarakat. Contoh barang-barang non-durable goods yakni minuman, makanan, dan lainnya.

Service

Kelompok terakhir dari private consumption yakni service. Service yakni konsumsi masyarakat terkait jasa. Contoh service yakni jasa dokter dikala seseorang mengidap penyakit.

Besar kecilnya nilai private consumption dapat menunjukkan pada kita kondisi ekonomi yang tengah berlangsung di masyarakat. Kian tinggi nilai private consumption, maka itu berarti masyarakat negara tersebut memiliki hasrat dan keinginan yang besar untuk membelanjakan uang mereka. Begitupun sebaliknya. Bila angka private consumption rendah, dapat jadi, nilai ini tengah memberitahukan kita bahwa terjadi sesuatu di masyarakat yang menjadikan mereka enggan menjalankan kesibukan konsumsi.

Investment

Bagian kedua dalam PDB yakni investment atau pengalokasian dana. Investment yakni perhitungan pengeluaran seseorang atau kelompok untuk barang modal. Investment biasanya berkonsentrasi pada dunia bisnis, sebab kesibukan pengeluaran modal biasanya dikerjakan untuk memenuhi keperluan berbisnis.  Kian tinggi angka investment, maka itu berarti sedang terjadi peningkatan dalam dunia bisnis di suatu negara. Hal ini biasanya berarti baik, sebab meningkatnya jumlah bisnis dalam suatu negara, maka akan samkin banyak penyerapan energi kerja. Contoh-contoh dari investment antara lain investasi pembangunan pabrik, pemenuhan keperluan kerja atau kantor, membeli aset bangunan, dan lainnya.

Government Spending

Bagian PDB berikutnya yaitu government spending atau pengeluaran pemerintah. Sesuai dengan namanya, government spending yakni perhitungan terkait dana yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk memenuhi keperluan tertentu. Government spending juga dikenal sebagai belanja negara. Contoh dari government spending yaitu pembayaran gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS), pembangunan sarana publik, membeli peralatan militer, dan masih banyak lainnya.

Net Export

Bagian terakhir Produk Domestik Bruto yakni net export atau ekspor bersih. Untuk menghitung komponen ini, dikerjakan pengurangan atau selisih dari total ekspor dan total impor suatu negara dalam periode tertentu.

Metode Menghitung PDB: Rumus Komplit PDB

Sebagai suatu nilai yang diterapkan untuk menghitung jumlah produksi dari suatu negara, Produk Domestik Bruto tentunya memiliki rumus untuk mencari tahu besaran nilai produksi tersebut. Besaran nilai PDB suatu negara dapat dihitung dengan rumus sederhana berikut:

PDB = C + I + G + NX

Keterangan:

PDB = Produk Domestik Bruto

C = Private Consumption

I  = Investation

G = Government Spending

NX = Net Export (Export – Import)

Manfaat Produk Domestik Bruto

manfaat-pdb

Salah satu manfaat Produk Domestik Bruto yakni untuk menghitung laju perekonomian suatu negara. Melainkan selain itu, terdapat pula sejumlah manfaat lain dari Produk Domestik Bruto. Berikut pembahasannya.

Membandingkan Kemajuan Ekonomi Negara

Tiap-tiap negara di dunia memiliki kondisi perekonomian yang berbeda-beda. Tanpa adanya alat ukur yang pasti, sulit bagi siapapun mengenal sejauh apa kemajuan ekonomi negaranya sendiri. Oleh sebab itu, kita memerlukan suatu alat ukur yang pasti dan setara untuk menghitung laju pertumbuhan ekonomi masing-masing.

Lewat angka-angka Produk Domestik Bruto, tiap negara di dunia dapat memperhatikan sendiri siapa yang lebih unggul dalam perekonomian dan siapa yang perlu berbenah. Kecuali itu, dengan mengenal di mana posisi negara kita berada, kita dapat mengupayakan sistem terbaik untuk menguatkan laju perekonomian atau memertahankannya.

Mengukur Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Manfaat PDB berikutnya yakni untuk mengukur laju pertumbuhan ekonomi nasional. PDB membantu suatu negara mengenal sejauh mana kondisi perekonomian mereka sendiri. Kemudian dari analisis tersebut, negara dapat menelaah lebih lanjut hal-hal yang perlu dimaksimalkan untuk memperkuat perekonomian negara.

Menjadi Dasar Pembuatan Kebijakan Pemerintah

Idealnya, pemerintah membuat kebijakan berdasarkan kondisi dan kondisi yang sedang berlangsung di negaranya. Oleh sebab itu, perhitungan PDB juga turut  membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan. Data-data hasil perhitungan PDB dapat memberi gambaran terhadap pemerintah dalam menetapkan kebijakan yang tepat untuk memperbaiki kondisi negara sehingga menjadi lebih baik.

Mengenal Struktur Perekonomian Negara

Manfaat terakhir dari PDB yakni memberikan gambaran terkait kondisi struktur perekonomian negara. Lewat perhitungan keluaran PDB, negara dapat mengkaji kembali sektor-sektor dalam struktur perekonomiannya yang perlu mendapat perhatian, peningkatan bahkan koreksi. Dengan begitu, negara tersebut akan memiliki struktur yang lebih baik.

Rumus-Rumus Hitungan Turunan PDB

Kita sudah belajar mengenai pengertian, rumus dan manfaat PDB. Melainkan tahukah Anda bahwa ada sejumlah rumus lain yang dapat dibentuk menggunakan rumus PDB? Rumus-rumus berikut ini dikenal sebagai hitungan turunan dari Produk Domestik Bruto.

Produk Nasional Bruto (PNB)

Rumus menghitung PNB yakni PDB ditambah pendapatan neto luar negeri. Metode menghitung neto luar negeri yaitu total energi kerja dan modal milik WNI di luar negeri dikurangkan elemen yang sama untuk WNA pekerja dalam negeri.

Produk Nasional Neto atas Dasar Harga Pasar

Rumus ini diperoleh dari PDB yang dikurangi total penyusutan barang modal konsisten produksi selama kurun waktu tertentu.

Produk Nasional Neto atas Dasar Tarif Elemen Produksi (Pendapatan Nasional)

Skor untuk rumus ini diperoleh dari produk nasional neto atas dasar harga pasar yang dikurangi pajak tak langsung neto. Pajak tak langsung neto yakni pajak tak langsung yang dipungut oleh pemerintah setelah dikurangi subsidi.

Angka Per Kapita

Rumus turunan PDB yang terakhir yakni angka per kapita. Angka per kapita yakni indikator-indikator ekonomi yang dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.

Sekian pembahasan kali ini terkait PDB. Terima kasih sudah mengikuti sampai akhir, semoga menambah wawasan Anda!