Pengertian, Manfaat dan Syarat Perusahaan Go Public

Salah satu metode mengoptimalkan perusahaan adalah dengan mendapatkan investor pemodal. Kehadiran investor dalam perusahaan menjadi penyuplai tambahan modal agar perusahaan dapat berprofesi dengan lebih baik. Sampai hari ini, metode tersebut masih diukur efektif oleh banyak pemilik perusahaan untuk mengoptimalkan usahanya. Jika Anda adalah seorang pemilik perusahaan yang ingin mengoptimalkan usaha, maka tak ada salahnya mulai berlatih mencari investor untuk mendukung usaha Anda.

Sayangnya, pelaksanaan mencari investor ternyata bukan hal yang mudah. Anda memerlukan sejumlah strategi untuk menarik minat investor agar mau berinvestasi di perusahaan Anda. Kecuali itu, Anda perlu memikirkan profit apa yang jikalau dapat diberikan oleh perusahaan terhadap investor. Jika kedua hal tersebut dapat Anda penuhi, maka dapat dipastikan investor akan berdatangan menanamkan modal pada perusahaan Anda.

Jangan khawatir seandainya Anda masih belum menemukan metode yang tepat untuk menggaet investor. Dunia investasi, terlebih pasar modal, sudah menyediakan jawabannya untuk Anda. Salah satu metode terbaik agar perusahaan Anda dibanjiri investor adalah dengan mengerjakan go public terhadap perusahaan. Perusahaan go public adalah target terbaik yang banyak diburu investor untuk dijadikan tempat menanam saham.

Apa itu go public? Apa manfaatnya bagi perusahaan? Yuk, simak lebih lengkap perihal pengertian, tujuan hingga syarat-syarat agar perusahaan Anda dapat go public di bawah ini! Dengan menjadi go public, perusahaan Anda dijamin akan kebanjiran investor yang ingin berinvestasi!

Mengetahui Istilah Go Public

go-public

Perusahaan go public adalah salah satu hal penting dalam dunia investasi saham. Sederhananya, pengertian go public adalah penawaran saham perusahaan terhadap publik. Pengertian go public adalah kesibukan pengubahan status perusahaan dari perusahaan tertutup menjadi terbuka melewati pelaksanaan penawaran saham ke masyarakat umum.

Perusahaan go public acap kali dikenal sebagai perusahaan Initial Public Offering alias perusahaan IPO. Dalam Bahasa Indonesia, Initial Public Offering berarti penawaran pasar perdana atau pertama kali ke masyarakat. Kesimpulannya, pengertian go public adalah penawaran umum saham perusahaan. Maka dari itu, perusahaan go public adalah lahan investasi yang banyak dilirik oleh investor saat ini.

Penawaran saham umum yang dikerjakan perusahaan go public dikerjakan tak secara sembarangan atau dijual begitu saja. Perusahaan go public memasarkan saham menggunakan aturan serta tata metode yang dimuat dalam Undang-Undang Pasar Modal dan Peraturan Pelaksanaannya. Terdapat pula sejumlah aturan yang dibuat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang seharusnya ditaati oleh perusahaan go public. Aturan-aturan tersebut dapat diakses pada situs resmi OJK dan BEI.

4 Tujuan Go Public Perusahaan

go-public-perusahaan

Ketika ini, ada banyak perusahaan yang memilih beralih menjadi go public. Salah satunya adalah perusahaan jejaring sosial raksasa Facebook, yang memasarkan sahamnya ke ranah publik di tahun 2012. Terdapat sejumlah tujuan yang mendasari keputusan banyak perusahaan beralih dari tertutup menjadi terbuka. Jika Anda masih belum mengetahuinya, jangan khawatir! Yuk simak 4 tujuan go public berikut ini.

Mendapatkan Pendanaan Modal Jangka Panjang

Tujuan go public adalah memberikan jalan bagi perusahaan untuk mendapat asupan dana jangka panjang. Hal ini dirasa sangat penting sebab problem terkait pendanaan cukup acap kali menimpa berjenis-variasi perusahaan, baik perusahaan baru atau perusahaan yang sudah besar sekalipun. Tujuan go public adalah untuk mendapatkan dana tambahan yang akan dimanfaatkan untuk mendukung kinerja perusahaan.

Dengan adanya suplai konsisten tambahan dana, perusahaan akan memiliki struktur permodalan yang baik dan optimal. Hal ini dikarenakan manajemen perusahaan dapat memanfaatkan pasar modal untuk mendapatkan pendanaan berikutnya. Dengan menjadikan perusahaan go public, Anda dapat lebih mudah menarik para investor untuk berinvestasi di perusahaan Anda.

Meningkatkan Company Value

Kecuali mendapatkan pendanaan modal jangka panjang, tujuan go public adalah untuk meningkatkan company value atau nilai perusahaan. Poin perusahaan dapat meningkat sebagai efek dari status go public. Dikala suatu perusahaan memiliki saham yang diperjualbelikan secara bebas di Bursa Efek, secara otomatis, publik dapat memantau kesibukan perusahaan tersebut.

Adanya transparansi kesibukan perusahaan akan mendukung pemilik perusahaan untuk meningkatkan kondisi finansial dan kinerja operasional usaha. Kian baik kedua aspek tersebut, maka harga saham dan nilai perusahaan akan meningkat secara bersamaan. Peningkatan nilai perusahaan juga akan meningkatkan rasa percaya publik serta investor untuk berinvestasi di perusahaan Anda. Hal ini dikarenakan para investor selalu mencari perusahaan dengan reputasi baik sebagai tempat berinvestasi.

Memupuk Loyalitas Energi Kerja

Tujuan lain dari pebisnis mengalihkan perusahaannya menjadi go public adalah untuk memupuk rasa loyal dari para daya kerja mereka. Rasa loyal dapat ditumbuhkan melewati pemberian bonus insentif yang didapat perusahaan. Melibatkan kinerja yang baik segala karyawan juga diukur dapat menumbuhkan rasa loyalitas mereka terhadap perusahaan. Sebab, karyawan sendiri juga akan dapat merasakan profit dari nilai perusahaan yang meningkat berkat kerja keras mereka. Perusahaan dengan tingkat loyalitas karyawan yang tinggi akan beroperasi lebih optimal ketimbang perusahaan yang tingkat loyalitas karyawannya rendah.

Melindungi Kelangsungan Perusahaan

Salah satu penyebab perusahaan mengalami kebangkrutan adalah adanya perpecahan dari para pemiliknya. Perpecahan dapat terjadi seperti perbedaan visi dan misi sehingga antara satu pihak dengan yang lain tak lagi sejalan. Problem ini dapat dihindari dengan menjadikan perusahaan go public. Dengan menjadi perusahaan go public, tiap anggota grup pemilik perusahaan dapat memiliki saham dengan besaran cocok porsi masing-masing. Kecuali itu, pemilik perusahaan go public juga dapat memercayakan manajemen pengelolaan perusahaannya ke orang yang kompeten atau profesional. Mereka dapat senantiasa mengecek dan mengawasi kinerja perusahaan dengan membaca seluruh berita termasuk laporan finansial perusahaan yang sekarang terbuka untuk akses umum.

Syarat-Syarat Menjadi Perusahaan Go Public

perusahaan

Sesudah memahami definisi dan tujuan dari perusahaan go public, sekarang waktunya mencari tahu persyaratan agar perusahaan Anda berganti status dari tertutup ke terbuka. Terdapat setidaknya 5 syarat utama yang seharusnya Anda penuhi agar perusahaan Anda dapat go public. 5 syarat go public adalah sebagai berikut.

Mempunyai Tim IPO Internal

Salah satu syarat go public adalah memiliki tim IPO internal yang kuat dan baik. Keberadaan tim ini sungguh-sungguh penting sebab merekalah yang akan bekerjasama dengan daya ahli eksternal selama pelaksanaan perubahan status perusahaan menuju IPO. Tim IPO internal berkewajiban untuk menyiapkan dokumen-dokumen prospektus. Oleh sebab itu, saat menentukan anggota tim IPO internal perusahaan, pastikan Anda memilih orang-orang yang kompeten di bidang keuangan dan hukum.

Membuat Daftar Pertimbangan

Syarat go public selanjutnya ialah membuat daftar pertimbangan untuk sejumlah hal-hal yang dirasa krusial.  Sebagian hal yang dapat Anda susun dan pertimbangkan sebagai syarat go public adalah:

  1. Menghitung besaran dana yang diperlukan perusahaan dari IPO;
  2. Menghitung besaran persentase maksimal dari kepemilikan saham publik;
  3. Jika perusahaan memiliki cabang, Anda seharusnya menentukan anak cabang perusahaan mana yang akan dijual sahamnya ke publik;
  4. Memperkirakan perlu atau tidaknya mempersiapkan keperluan lain yang seharusnya disiapkan sebelum penawaran dikerjakan seperti akuisisi, spin-off, merger, dan lainnya.
  5. Membaca dan mempertimbangkan ketentuan perizinan sebelum menjadi IPO;
  6. Mempertimbangkan keperluan untuk mengubah susunan direksi perusahaan; dan masih banyak lainnya.

Menunjuk Energi Profesional Luar

Energi profesional luar juga akan Anda butuhkan di samping tim IPO internal. Energi profesional eksternal ini meliputi penjamin emisi efek, akuntan publik, konsultan hukum, notaris, penilai, dan biro administrasi efek. Nantinya, para daya ahli ini akan membantu Anda dari segi administrasi dan hukum saat pelaksanaan go public berlangsung.

Mengubah Anggaran Dasar dan Mengadakan RUPS

Syarat selanjutnya adalah perusahaan Anda seharusnya sudah memiliki perubahan anggaran dasar dari perusahaan tertutup ke perusahaan terbuka. Untuk mendapatkan persetujuan go public dari para pemilik saham, Anda juga perlu mengadakan RUPS selama pelaksanaan persiapan. Persiapan RUPS pun diperlukan guna mendapat persetujuan terkait besaran saham yang akan dijual ke masyarakat umum.

Mempersiapkan Dokumen yang Diperlukan

Syarat terakhir adalah mempersiapkan seluruh dokumen yang diperlukan. Perusahaan mendaftar untuk menjadi go public di OJK dan mengajukan permohonan pencatatan saham di Bursa Efek. Ketika itu, perusahaan seharusnya menyetorkan sejumlah dokumen untuk melengkapi pelaksanaan pendaftaran. Dokumen-dokumen tersebut melingkupi:

  1. Profil perusahaan (rencana IPO, profesi penunjang dan underwriter)
  2. Laporan keuangan (sudah diaudit akuntan publik);
  3. Laporan penilai;
  4. Pendapat dan laporan dari segi hukum oleh konsultan hukum;
  5. Proyeksi keuangan;
  6. Prospektus; dan
  7. Anggaran dasar perusahaan terbuka yang sudah disetujui oleh Menteri hukum dan HAM.

Bagaimana? Berminat untuk mengerjakan go public terhadap perusahaan Anda guna mendapatkan investor? Semoga tulisan ini dapat memberikan wawasan terhadap Anda terkait seluk beluk go public!