Pengertian Implementasi Sistem dan Contohnya (Lengkap)

Setiap hari, kita bisa kedatangan ide brilian untuk diwujudkan. Ide memajukan bisnis, terobosan guna memenuhi kebutuhan masyarakat, atau penemuan kreatif untuk memperbaiki masalah yang dihadapi perusahaan. Ide dan rencana yang baik datang menghampiri kapanpun dan dimanapun, tidak peduli bagaimana cara kamu mendapatkan ide, yang penting merupakan mengimplementasikan gagasan hal yang demikian menjadi kenyataan.

Bayangkan bagaimana rasanya apabila ide baik kamu gagal untuk diwujudkan, tentunya menyakitkan memperhatikan gagasan bagus terbuang percuma begitu saja, bukan? Guna mencegah hal hal yang demikian, tidak ada salahnya untuk kamu mencoba mengimplementasikan gagasan dan rencana menjadi kenyataan.

Kata implementasi memang telah familiar dimasyarakat. Kata ini identik dengan menjadikan gagasan atau rencana menjadi kenyataan. Namun apabila didalami lebih jauh, terdapat sejumlah “pakem” yang wajib kamu ketahui untuk bisa mewujudkan proses implementasi dengan hasil maksimal. Apa sajakah?

Yuk simak review berikut ini untuk mengetahui jawabannya! Semua telah terangkum komplit mulai dari definisi, tujuan, langkah-langkah hingga contoh implementasi dalam kehidupan sehari-hari. Let’s check this out!

Apa Itu Implementasi? Pengertian Implementasi

arti-implementasi

Implementasi merupakan kata yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Namun sudahkah kamu mengetahui apa itu implementasi?

Pengertian implementasi merupakan penerapan dari ide atau rencana yang dibuat dengan baik sebelumnya. Masyarakat menganggap pengertian implementasi berkaitan dengan kesibukan atau tindakan. Namun implementasi tidak hanya sebatas tindakan penerapan saja.

Implementasi juga merupakan kesibukan yang telah direncanakan sebelumnya dengan baik guna mencapai tujuan kerja. Pembuatan implementasi juga umumnya mengacu pada aturan tertentu yang menyokong proses kerja. Proses implementasi baru bisa dilaksanakan apabila rencana yang hendak diaplikasikan telah dibuat, diteliti, atau dirancang dengan matang. Hal ini penting supaya proses implementasi bisa berjalan dengan lancar serta memberikan hasil yang optimal. Kemudian, proses implementasi baru dianggap berakhir atau tuntas ketika sistem yang diaplikasikan telah dinilai “pas” dan telah diaplikasikan secara permanen dalam pekerjaan.

Untuk lebih memahami arti kata implementasi, terdapat pula pengertian implementasi menurut para ahli. Beberapa definisi implementasi merupakan sebagai berikut:

Pressman dan Wildavsky (1973)

Arti implementasi menurut Pressman dan Wildavsky merupakan sebuah kesibukan  atau kegiatan untuk merealisasikan, mewujudkan, hingga mengatasi suatu rencana, kebijakan, dan aturan kerja.

Prof. Tachjan (2006)

Menurut Prof. Tachjan, implementasi merupakan suatu kegiatan administratif yang timbul dan dilaksanakan pasca hadirnya suatu kebijakan biasa. Biasanya manusia akan menyusun dan menetapkan suatu kebijakan, rencana kerja, atau ide inovatif terlebih dahulu untuk nantinya diaplikasikan secara nyata.

Van Horn dan Van Meter

Selanjutnya, menurut Van Horn dan Van Meter, implementasi merupakan upaya mencapai target spesifik yang telah ditetapkan oleh pihak tertentu sebelumnya, baik itu pemerintah, individu, ataupun pihak swasta.

Hanifah Harsono (2002)

Harsono merumuskan definisi implementasi merupakan proses eksekusi dari suatu kebijakan guna menyempurnakan suatu program. Sebagai contoh dikehidupan pemerintahan, sistem implementasi mengubah suatu kebijakan politik menjadi tindakan administratif.

Solichin Abdul Wahab (1997)

Yang terakhir, Solichin Abdul Wahab mendefinisikan implementasi  sebagai sejumlah aksi nyata untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu kebijakan. Implementasi bisa dikerjakan oleh pihak manapun, baik kelompok, golongan, ataupun perorangan.

Tujuan Implementasi

tujuan-implementasi

Melakukan implementasi kepada suatu sistem tidak akan dikerjakan tanpa alasan yang jelas. Berikut ini  tujuan dari implementasi yang wajib kamu pahami sebelum menerapkan sendiri proses hal yang demikian diperusahaan:

Menguji Rencana yang Telah Dibuat

Tujuan utama dari implementasi merupakan untuk menguji kembali rencana kerja serta ide terobosan baru yang telah kamu buat dengan tim. Melalui proses implementasi ini, kamu bisa memperhatikan seberapa tepat sasaran rencana ataupun penemuan kreatif yang akan digagas. Selain itu, kamu juga bisa memperhatikan kendala yang akan timbul ketika sistem yang baru bekerja dan cara memperbaikinya.

Meninjau Sistem dengan Kebutuhan Konsumen

Tujuan selanjutnya dari implementasi merupakan meninjau sejauh mana rencana dan penemuan kreatif baru yang diaplikasikan kapabel memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan mendapatkan feedback dari konsumen terkait implementasi sistem yang baru, kamu bisa menilai apakah penemuan kreatif yang baru telah kapabel meningkatkan kualitas pelayanan konsumen atau belum. Bila belum, kamu bisa menjalankan perubahan kembali.

Mendokumentasikan Sistem

Disamping menguji kajian atau rencana kerja, proses implementasi juga bertujuan untuk mendokumentasikan pelaksanaan implementasi. Melalui aksi penerapan nyata dari suatu rencana atau kajian, kamu bisa sekaligus menjalankan dokumentasi seluruh tata cara dan langkah yang dibutuhkan.

Membuat dan Merampungkan Desain Sistem

Tujuan terakhir dari pelaksanaan implementasi yaitu untuk membuat serta merampungkan desain yang dibutuhkan oleh sistem. Saat membuat rencana atau kajian, bisa jadi kamu belum mempunyai desain gambaran yang utuh dan cocok dengan kenyataan dilapangan. Alhasil, melalui penerapan dan uji coba sistem, kamu bisa membuat sekaligus melengkapi detailnya guna menghasilkan suatu rangkaian gambaran kerja yang utuh.

Mengenal Implementasi Sistem

Salah satu macam implementasi merupakan implementasi sistem. Implementasi sistem merupakan suatu kesibukan atau kegiatan pasca pembuatan dan penetapan suatu kebijakan. Dalam proses implementasi ini, terdapat serangkaian kegiatan seperti memimpin pekerjaan, mengorganisir, dan mengontrol proses kerja yang tengah berlangsung.

Suatu proses implementasi umumnya tak berdiri sendiri. Ada beberapa kesibukan yang saling berkaitan didalamnya kesibukan inilah yang membangun rangkaian proses implementasi rencana kerja hal yang demikian. Beberapa kesibukan yang biasa hadir dan membangun sistem implementasi kerja merupakan:

  • Kepemimpinan kerja.
  • Organisir kegiatan.
  • Penggunaan taktik.
  • Pengasawan, kendali dan kontrol kerja.

Setiap aspek yang disebutkan diatas saling berkaitan satu sama lain. Sistem organisir kerja tidak akan kapabel berjalan dengan baik tanpa adanya pengawasan kerja, penerapan taktik, dan kepemimpinan tim yang baik. Peranan tiap faktor akan saling melengkapi sehingga menghasilkan suatu sistem implementasi rencana yang komplit, utuh, dan berjalan dengan baik.

Tahapan – Tahapan Implementasi

tahapan-implementasi

Menjalankan suatu implementasi tak bisa dikerjakan begitu saja. Untuk kamu yang belum pernah mengimplementasi suatu rencana atau kajian, proses ini bisa jadi betul-betul membingungkan untuk pertama kali. Lalu, bagaimana cara terbaik untuk mengimplementasikan suatu rencana atau ide baru?

Sebelum bisa terjun praktek, kamu perlu mengetahui sejumlah tahapan yang ada dalam proses implementasi itu sendiri. Apa sajakah tahapan hal yang demikian? Berikut jawabannya.

Tahap Pertama: Pengorganisasian

Tahap pertama dari proses implementasi merupakan pengorganisasian. Sebelum bergerak lebih jauh, kamu wajib mengorganisir terlebih dahulu sejumlah hal yang nantinya perlu untuk dikerjakan. Proses orgnisasi ini berpusat pada menata hal dasar seperti:

  • Mengorganisir kewajiban, hak, wewenang seluruh pihak yang terlibat.
  • Susunan dan desain organisasi.
  • Pembagian pekerjaan atau
  • Sistem pendelegasian organisasi.
  • Budaya diorganisasi.
  • Sistem rektrut, peletakan, dan pengembangan sumber tenaga kerja.
  • Sistem koordinasi dan integrasi antar anggota, dan masih banyak lainnya.

Tahap Kedua: Kepemimpinan dan Menggerakkan Sistem

Tahap berikutnya merupakan menggerakkan sistem sekaligus menjalankan kepemimpinan dalam sistem. Tahap ini, kamu menjalankan proses jatah sumber daya. Termasuk pula didalamnya proses penyesuaian antara sumber daya yang dimiliki dengan proses implementasi. Beberapa aspek yang wajib diperhatikan dalam pelaksanaan tahapan ini merupakan kerja sama, motivasi, negosiasi, norma dan aturan kerja, efektivitas kepemimpinan, komunikasi dan mutu kerja tim itu sendiri.

Proses ini bisa diketuai oleh seseorang yang mengemban tugas selaku pemimpin kerja. Sang pemimpin kerja mempunyai kapasitas untuk memilih cara kerja, ruang gerak, dan kuasa untuk membuat keputusan guna mengatasi permasalahan yang menghampiri ketika proses kerja berlangsung. Tujuannya supaya proses implementasi bisa berjalan lancar.

Tahap Ketiga: Pengendalian

Tahap terakhir dalam sistem implementasi merupakan pengendalian (controlling). Dalam tahap ini, kamu menjalankan proses pengaturan dan pengawasan (monitoring) berkala.

Beberapa hal yang bisa diawasi dalam pelaksanaan tahap monitoring antara lain:

  • Biaya / keuangan.
  • Desain pengendalian.
  • Sistem informasi manajemen.
  • Kebijakan dan aturan yang menjadi rujukan penerapan sistem.

Contoh-Contoh Implementasi

Ada banyak contoh implementasi yang bisa kamu perhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari kebijakan sederhana yang implementasinya cukup melibatkan satu implementator (pihak yang mengimplementasi), hingga kebijakan yang lebih kompleks membutuhkan keterlibatan lebih banyak pihak.

Contoh dari implementasi kebijakan dikehidupan nyata antara lain program pengentasan kemiskinan, pembangunan infrastruktur publik untuk masyarakat, dan implementasi kurikulum pendidikan berbasis daring ditengah masa pandemi virus.

Demikianlah pembahasan terkait proses implementasi. Perlu diingat kembali, tingkat keberhasilan  implementasi kebijakan bergantung pada jumlah faktor yang terlibat serta keterkaitannya satu sama lain. Semakin baik kesinergian yang dimiliki sistem, maka proses implementasi rencana kamu akan berjalan dengan semakin baik. Semoga tulisan ini menolong menambah pengetahuan kamu!

    Write a comment