Pengertian Artificial Intelligence : Contoh dan Fungsinya

Apakah kamu sedang mencari pengertian Artificial Intelligence atau biasa disebut dengan AI? Istilah ini sepertinya seringkali kita dengar, namun apa pengertiannya yang hakekatnya?

Dilihat dari asal katanya, AI mempunyai arti kecerdasan buatan. Artinya, ada sebuah sistem cerdas yang dibuat oleh manusia dan kemudian digunakan dalam komputer. Namun, hakekatnya proses pembuatan AI tidaklah semudah itu. Perlu proses yang panjang untuk mengakuisisi pengetahuan manusia ke dalam sistem cerdas komputer.

Pada Artificial Intelligence hakekatnya banyak sekali cara-cara penting yang mesti dikupas secara mendetail. Metode-cara ini nantinya dibagi menjadi dua ragam kalau ditinjau dari cara kerjanya, yakni supervised learning yang membutuhkan proses pelatihan sistem untuk mendapat pengetahuan dan unsupervised learning yang tak membutuhkan proses pelatihan.

Walaupun kalau ditinjau dari permasalahannya, cara AI bisa digolongkan menjadi beberapa kelompok, yakni klasifikasi, klusterisasi, optimasi, penjadwalan, dan masih banyak lagi. Namun, sebelum membahas lebih jauh seputar cara-cara AI, baiknya kamu memahami dahulu ruang lingkup AI secara awam.

Pengertian Artificial Intelligence Menurut Para Ahli

AI pertama kali ditemukan pada tahun 1956 dan dikenalkan melalui konferensi di Amerika Serikat. Saat itu, AI dipandang sebagai penemuan hebat yang diramal kapabel membawa perubahan besar untuk masa depan. AI kala itu disebut sebagai penemuan penting yang sejajar dengan penemuan roda, api, dan listrik.

Menurut H.A Simons, pengertian Artificial Intelligence merupakan seluruh hal yang mencakup penelitian, aplikasi, dan perintah yang berkaitan dengan kemampuan komputer dalam memecahkan masalah dengan cara yang cerdas menurut pandangan manusia. Artinya, kecerdasan buatan mencakup cara manusia mengimplementasikan kecerdasannya pada sistem komputer sehingga komputer mempunyai kemampuan hampir sama.

Sementara menurut Rich dan Knight, kecerdasan buatan merupakan studi yang membahas seputar penerapan kemampuan manusia dalam sistem komputer. Studi ini menitikberatkan seputar bagaimana cara manusia membuat komputer bisa mengerjakan pekerjaan dengan hasil memuaskan, yang mana selama ini hanya bisa dikerjakan manusia.

Dari beberapa pengertian di atas, bisa disimpulkan kalau AI merupakan bagian dari ilmu teknologi yang berupaya menuangkan kecerdasan manusia pada mesin komputer.

Tujuan AI (Artificial Intelligence)

AI dibuat dengan tujuan khusus. Selain mempermudah kehidupan manusia, ada 3 tujuan AI kalau meninjau dari pendapat Winston dan Prendergast (1984).

Membuat mesin lebih pintar

Pernahkah kamu mengetahui sejarah komputer? Komputer berasal dari kata compute yang artinya perhitungan. Layak namanya, komputer di permulaan kemunculannya memang digunakan sebagai alat bantu hitung yang kemudian dikembangkan fungsinya sebagai alat bantu pengetikan.

Saat ini, komputer bisa digunakan dalam berjenis-ragam kepentingan lain, misalnya saja multimedia, bermain game, dan lain-lain. Perkembangan fungsi komputer ini tak lain karena keberadaan sistem cerdas.

Membantu mesin memahami kecerdasan

Semakin berkembangya teknologi, maka semakin berkembang pula fungsi sistem cerdas. Tidak hanya memahami keinginan penggunanya, sistem cerdas dianggap kapabel memecahkan masalah dengan lebih tepat sasaran dan efisien. Bukan hanya itu, sistem cerdas juga mempunyai cara kerja yang tetap sehingga dinilai lebih teliti.

Membuat mesin lebih bermanfaat

Adanya AI bertujuan untuk membuat mesin lebih bermanfaat dalam berjenis-ragam aspek kehidupan. AI juga membuat sistem bekerja lebih teliti dengan hasil mirip seperti kemampuan berpikir manusia.

Kelebihan dan Kekurangan AI

Sebagai sebuah bagian dari ilmu pengetahuan yang diciptakan manusia, tentunya AI mempunyai kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan dan kekurangan AI antara lain sebagai berikut.

Kelebihan AI

Beberapa kelebihan Artificial Intelligence yang perlu kamu ketahui merupakan sebagai berikut.

Dapat digunakan berulang

Apabila manusia bisa lupa, maka lain halnya dengan sistem cerdas yang mempertahankan pengetahuannya secara permanen. Artinya, cukup sekali menuangkan basis pengetahuan pada sistem. Selanjutnya, sistem bisa digunakan untuk memecahkan permasalahan berulang-ulang.

Membuat segalanya menjadi lebih gampang

Banyak kemudahan yang ditawarkan oleh sistem cerdas, misalnya saja proses penyelesaian masalah yang jauh lebih gampang. Manusia hanya perlu berpikir sekali, yakni ketika menyalurkan kecerdasannya pada sistem. Setelah itu, sistem yang akan memecahkan masalah serupa.

Konsisten dan teliti

Seperti yang dibahas sebelumnya, kecerdasan yang dimiliki sistem cerdas merupakan kecerdasan yang permanen. Jadi, sistem cerdas kapabel memecahkan masalah dengan cara yang sama sehingga lebih tetap dan teliti.

Dapat didokumentasikan

AI diimplementasikan menggunakan kode program yang bisa diarsipkan. Fungsi pengarsipan kode program ini merupakan sebagai format dokumentasi atau bisa juga digunakan sebagai dasar untuk pengembangan lanjutan.

Menjadikan segalanya lebih murah

Ditinjau lagi dari segi pengertian Artificial Intelligence, sistem cerdas berarti membuat sistem kapabel menangani pekerjaan yang biasa dikerjakan manusia. Hal ini tentu saja membuat segalanya jauh labuh gampang dan murah, terlebih lagi kalau telah menyengkut.

Misalnya saja sistem cerdas yang digunakan untuk kontrol kualitas produk, tentunya prose kontrol kualitas produk dengan sistem memakan biaya yang lebih sedikit dibanding menggunakan tenaga karyawan.

Kekurangan AI

Meski mempunyai banyak kelebihan, AI ternyata juga masih mempunyai kekurangan. Beberapa diantaranya, yaitu berikut ini.

Diciptakan tanpa common sense

AI tidak dilengkapi dengan common sense. AI hanya bisa memproses informasi tapa memahami informasi yang diberikan. Pun demikian dengan keterlibatan perasaan yang tidak ada sama sekali pada AI. Berbeda dengan pola pikir manusia yang kapabel memahami informasi sehingga bisa mengambil keputusan berdasarkan keadaan real time.

Kecerdasan terbatas

Meski dilihat dari pengertian Artificial Intelligence berarti kecerdasan buatan, kecerdasan yang dimiliki sistem cerdas bersifat terbatas. Artinya AI hanya bisa bekerja berdasarkan basis pengetahuan yang diberikan dalam format kode program. Pengetahuan yang dimiliki AI tidak bisa berkembang.

Kesalahpaham seputar Kecerdasan Buatan yang Sering Terjadi

Berbicara lebih jauh seputar pengertian Artificial Intelligence, mungkin kamu akan dibuat kebingungan dengan kecerdasan buatan, sistem pakar, dan sistem pendukung keputusan. Sekilas, ketiganya memang sama, namun hakekatnya betul-betul berbeda.

Ditinjau dari tujuannya, kecerdasan buatan sistem pakar, dan sistem pendukung keputusan memang sama, yakni mengupayakan komputer mempunyai kemampuan yang hampir sama dengan manusia dalam memecahkan masalah. Namun, kalau dipahami lebih dalam lagi, ketiganya mempunyai perbedaan dalam cara kerjanya.

Sistem cerdas hanya sebatas berupaya menjadikan komputer mempunyai cara kerja hampir sama dengan manusia ketika memecahkan sebuah permasalahan. Jadi, masalah yang bisa diselesaikan oleh sistem cerdas merupakan masalah-masalah sederhana.

Walaupun sistem pakar berarti menuangkan kemampuan pakar dalam sebuah sistem, entah dalam bidang pendidikan, kesehatan, atau yang lainnya. Sistem pakar bisa dibuat oleh ahli pemrograman yang terlebih dahulu mendapat arahan dari pakar, atau bisa juga dibuat oleh pakar yang bersangkutan secara langsung.

Sementara sistem pendukung keputusan merupakan sistem yang digunakan untuk menolong pemegang kuasa untuk mengambil keputusan. Namun, sistem pendukung keputusan bukan berarti menggantikan pemegang kuasa. Sistem pendukung keputusan hanya ditujukan untuk memberikan rekomendasi, sedangkan keputusan tetap di tangan pemegang kuasa.

Contoh Pengaplikasian Kecerdasan Buatan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Berbicara seputar pengertian Artificial Intelligence saja tidak akan cukup kalau kamu tak mengetahui manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari. Sebenarnya cukup banyak pemanfaat AI di sekitar kita. Hanya saja, kita seringkali tak menyadarinya. Contoh yang paling sederhana merupakan filter email yang digunakan Gmail. Pernahkah kamu memperhatikan kalau dikala membuka email ada beberapa kategori, yakni utama, sosial, promosi, dan beberapa kategori lainnya.

Sistem cerdas digunakan oleh gmail untuk memisah tiap-tiap email yang masuk dalam beberapa kategori. Selain mempermudah pengguna, cara ini ditujukan untuk mencegah spam ikut bercampur dalam kotak masuk. Pengaplikasian AI dalam sistem filter email ini disebut bisa mencegah spam masuk ke kotak masuk dengan akurasi 99%.

Apabila sistem filter Gmail masih sulit untuk kamu pahami, coba renungkan sejenak seputar smartphone yang kamu gunakan. Pernahkah kamu berfikir bagaimana bisa smartphone mengerti apa yang kamu inginkan? Bagaimana pula cara smartphone menjalankan serentetan aplikasi seperti kamera, media sosial, dan lain sebagainya. Selain dibekali dengan sistem operasi, tentu keberadaan sistem cerdas menjadi jawabannya.

Misalnya saja pada aplikasi kamera, tentu kamu menyadari adanya face recognized, yakni pendeteksi objek berdasarkan wajah untuk lebih gampang mengatur fokus kamera. Fitur yang seperti ini termasuk bagian dari AI yang cenderung tak kamu sadari.

Cara Menerapkan Artificial Intelligence

Sama halnya seperti berkomunikasi dengan sesama manusia yang hanya bisa berjalan baik kalau menggunakan bahasa yang saling dimengerti, AI juga hanya bisa dikomunikasikan ke komputer dengan bahasa yang dimengerti oleh komputer. Oleh karena itu, sebelum mempelajari lebih jauh seputar AI, kamu mesti paham terlebih dahulu dengan bahasa pemrograman. Setidaknya, kamu menguasai satu bahasa pemrograman untuk menolong ‘mentransfer’ kecerdasan yang dimiliki manusia supaya dimiliki pula oleh komputer.

Apabila telah memahami dasar-dasar pemrograman, kamu juga mesti paham dengan permasalahan yang akan diselesaikan. Ingat, apa yang kamu pahami dan bagaimana cara kamu memecahkan permasalahan, itulah yang nantinya menjadi bekal komputer untuk memecahkan masalah serupa.

Nah, mengobrol seputar pemahaman sistem cerdas cara untuk memecahkan masalah, sistem cerdas membutuhkan cara, yakni urut-urutan sistematis untuk memecahkan sebuah masalah. Metode yang digunakan bisa berupa langkah-langkah perhitungan matematis, atau bisa juga berupa logika yang menghubungkan dua kejadian atau lebih.

Pemodelan yang Bisa Digunakan untuk Membangun Sistem Cerdas

Ada banyak sekali pemodelan yang bisa digunakan untuk mentransfer pengetahuan manusia ke dalam sistem. Secara awam, ada 3 ragam pemodelan yang sering digunakan untuk membuat sistem cerdas, antara lain berikut ini.

Artifical Neural Networks (ANN)

Artifical neural networks atau biasa juga disebut dengan jaringan syaraf tiruan merupakan pemodelan berdasarkan jaringan syaraf manusia. Pada pemodelan ini, permasalah akan dipecah menjadi bagian-bagian kecil sehingga lebih gampang diselesaikan. Setelah masing-masih bagian terselesaikan, hasilnya akan disusun kembali menjadi sebuah hasil yang kompleks.

Pada jaringan syaraf tiruan, sistem akan menerima input yang kemudian dipecah dan diproses di beberapa layer. Sistem kemudian akan mencoba menangkap pola layak input yang diberikan. Proses ini disebut pula sebagai proses pembelajaran sehingga sistem bisa mempunyai kecerdasan usai melalui proses pelatihan (learning).

Beberapa cara yang awam digunakan pada pemodelan JST merupakan backpropagation, LVQ, Perepton, dan masih banyak lagi lainnya. Metode-cara dalam JST ini bisa digunakan untuk memecahkan masalah klasifikasi, pengenalan pola dan optimasi.

Pemodelan masalah berbasis fuzzy

Pemodelan yang didasarkan pada fuzzy bisa disebut sebagai pemodelan masalah yang paling mirip kinerjanya dengan otak manusia. Saat memecahkan masalah, otak akan memberikan penyelesaian berupa A, B, atau mungkin bisa A dan bisa juga B. Walaupun sistem hanya bisa menentukan A atau B saja. Artinya, sistem hanya bisa memberikan satu output yang tegas.

Kehadiran fuzzy akan menghitung kecenderungan sistem kepada keputusan A atau B sehingga diinginkan memberikan hasil yang lebih mirip dengan cara otak manusia memeprtimbangkan keputusan.

Fuzzy akan menghitung derajat keanggotaan tiap-tiap data pada tiap-tiap output. Dari derajat keanggotaan inilah output bisa ditentukan oleh sistem.

Saat ini, ada beberapa ragam fuzzy yang kita ketahui, yakni Sugeno, Mamdani dan Tsukamoto. Ketiganya awam digunakan sebagai cara klasifikasi.

Algoritma genetika

Jenis algoritma lain yang juga awam dijadikan sebagai pemodelan sistem cerdas merupakan algoritma genetika atau lazim disingkat GA. GA sendiri terinspirasi dari cara kerja biologi evolusioner, seperti mutasi, crossover dan seleksi.

Alur kerja GA secara awam merupakan merepresentasikan permasalahan dalam format gen. Setelah itu, gen akan mengalami reproduksi (berupa mutasi dan crossover) untuk menghasilkan individu baru. Setelah itu, dikerjakan seleksi untuk menghasilkan individu terbaik sebagai solusi permasalahan.

Hingga dikala ini, algoritma genetika sering dimanfaatkan untuk permasalahan penjadwalan, klasifikasi, peramalan, perancangan mesin jet, dan permasalahan kompleks lainnya. Selain itu, GA juga banyak digunakan sebagai cara optimasi dengan cara digabungkan bersama algoritma lainnya.

Hal yang Perlu Dilakukan Apabila Ingin Membuat Sistem Cerdas

Sudah paham pengertian Artificial Intelligence dan berencana menerapkannya dalam sebuah sistem? kamu perlu mengetahui dahulu apa saja yang perlu diperhatikan. Jangan sampai kamu telah berusaha keras mengakuisisi pengetahuan dalam format kode program namun gagal diimplementasikan. Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan?

Perhatikan permasalahan yang ada

Sebelum memulai membangun sistem cerdas, ketahui dahulu seperti apa pokok permasalahan yang ada. Setelah itu, pikirkan bagaimana cara otak manusia memecahkan masalah hal yang demikian. Tentukan apakah permasalah membutuhkan penyelesaian yang tergolong klasifikasi, klusterisasi, peramalan, penjadwalan, atau optimasi.

Metode yang tepat guna

Apabila telah mempunyai gambaran, mulailah dengan data yang akan diproses dalam sistem. Perhatikan karakteristik data sehingga kamu bisa menemukan cara yang layak untuk memecahkan permasalahan.

Kesesuaian basic pengetahuan dengan cara kerja sistem

Setelah selesai mengimplementasikan pengetahuan dalam format kode program yang dipahami komputer saatnya kamu mengetahui seberapa tepat sasaran performa sistem. Namun, efektifitas yang dimaksud bukan akurasi sistem, melainkan kesesuain alur perhitungan manual dengan perhitungan yang dikerjakan sistem demi mendapatkan solusi cerdas.

Akurasi sistem

Setelah alur kerja sistem benar-benar layak dengan alur perhitungan manual, artinya sistem telah kapabel berjalan layak dengan yang kita harapkan. Setelah itu, lakukan pengujian akurasi dengan membandingkan hasil penyelesaian masalah (hasil pemikiran manusia) dan hasil output sistem.

Hal penting yang mesti pahami seputar uji akurasi merupakan sebuah sistem tidak selalu menghasilkan akurasi tinggi. Bisa jadi cara yang kamu pilih kurang layak dengan permasalah sehingga akurasi yang dihasilkan terlampau kecil. Selain itu, noisy data, dan proses pelatihan (kalau kamu menggunakan tipe algoritma supervised learning) juga turut mempengaruhi akurasi sistem.

Oleh karena itu, kalau memang sistem yang kamu hasilkan mempunyai akurasi kecil, langkah analisis betul-betul perlu dikerjakan. Analisis bertujuan untuk menemukan kegagalan sistem sehingga kamu bisa mengatasi kegagalan hal yang demikian dengan solusi yang tepat.

Bagaimana, telah paham seputar pengertian Artificial Intelligence, contoh, dan cara penerapannya? Ingat, AI hanya beberapa kecil dari ruang lingkup pemrograman sistem yang mesti kamu ketahui. Ibaratnya, AI merupakan pengetahuan dasar untuk membangun sistem selain bahasa pemrograman yang mesti kamu pahami.