Pahami Definisi Unicorn dan Ketahui Startup yang Sudah Menjadi Unicorn

Apa itu Unicorn dalam bisnis? Apa yang terlintas pertama kali di benak Anda dikala mendengar kata “Unicorn”?

Sekiranya Anda ialah pelaku bisnis startup, atau senantiasa meng-update info dan informasi di bidang bisnis, mungkin Anda sudah tahu apa itu Unicorn dalam bisnis. Akan tetapi bagi orang lazim, istilah Unicorn mungkin akan mengingatkan pada seekor kuda bertanduk dalam cerita anak-anak. Kali ini, Unicorn yang dibahas adalah suatu “harta karun” yang menjadi target incaran pelaku bisnis startup.

Di kalangan pebisnis rintisan alias startup, Unicorn adalah tanda kehormatan sekalian kebanggaan yang dapat dicapai oleh perusahaan mereka. Maka dari itu, tak heran seandainya para pebisnis startup saling berlomba-lomba agar bisnis mereka dapat mendapatkan gelar Unicorn. Perusahaan dengan predikat Unicorn tentunya dikenal sebagai perusahaan besar, ternama dan memiliki pendapatan miliaran. Di Indonesia sendiri sudah terdapat sebagian perusahaan startup bergelar Unicorn ialah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak.

Apakah Anda ingin bisnis startup Anda mendapatkan gelar Unicorn? Tentu saja, Anda pun dapat mewujudkan keinginan itu! Yuk, simak apa itu Unicorn dalam bisnis dan rumus jitu untuk menggapai gelar tersebut!

Apa itu Unicorn dalam Bisnis?

unicorn-startup

Sebelum melaksanakan bisnis startup, ada baiknya bagi Anda mengenal sejumlah istilah yang lekat dalam dunia startup itu sendiri. Salah satunya ialah Unicorn. Apa itu Unicorn dalam bisnis? Mengapa Unicorn benar-benar penting di kalangan pebisnis?

Unicorn adalah sebuah gelar atau istilah yang disematkan terhadap perusahaan rintisan (startup) swasta yang memiliki nilai melebihi US$ 1 miliar. Poin yang dimaksud ialah nilai dari startup itu sendiri. Poin bisnis startup Anda adalah hal yang penting, sebab nilai tersebut diterapkan untuk mengukur besar-kecilnya potensi bisnis Anda.

Istilah Unicorn diperkenalkan ke dunia startup oleh Aileen Lee via artikel artikelnya yang bertajuk, “Welcome to The Unicorn Club”. Artikel tersebut terbit pertama kali di tahun 2013. Aileen Lee sendiri adalah investor dan perintis dari bisnis bernama Cowboy Ventures.

Dalam tulisan tersebut dikatakan seandainya gelar Unicorn diambil dari nama kuda bertanduk satu yang sering kali muncul dalam cerita anak-anak. Tokoh tersebut dipilih sebab dalam cerita dongeng tentangnya, Unicorn dikisahkan sebagai suatu hewan langka yang sulit untuk ditemukan. Hal tersebutlah yang menginspirasi munculnya gelar Unicorn di dunia startup. Gelar tersebut melambangkan sulitnya bagi suatu perusahaan startup untuk menembus angka US$1 miliar. Tapi sekarang, mendapatkan gelar Unicorn bukan lagi mitos di kalangan pebisnis startup.

Gelar Unicorn Telah Tak Masalah Dicapai

bisnis-startup

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan digital yang kian kencang, ratusan hingga ribuan bisnis startup berdiri hampir di mana-mana. Di Indonesia sendiri tentunya ada banyak sekali bisnis startup. Semacam yang disebutkan sebelumnya, sudah terdapat sebagian perusahaan startup di Indonesia yang menyandang gelar Unicorn ialah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak.

Gelar Unicorn sekarang sudah tak sulit lagi untuk dicapai. Seiring berjalannya waktu, gelar ini justru sudah kian mudah untuk dicapai di kalangan pebisnis startup. Dikala ini, perusahaan startup bergelar Unicorn di segala dunia terus bertambah jumlahnya. Maka dari itu, mulai muncul istilah lain yang juga akrab di dunia bisnis startup merupakan Decacorn dan Hectocorn. Kedua istilah ini berada di atas gelar Unicorn.

Pada dasarnya, Unicorn, Decacorn dan Hectocorn sama-sama diukur dari besarnya nilai bisnis startup yang Anda jalankan. Perbedaan dari ketiga gelar tersebut terletak pada besaran nilai yang bisnis startup Anda miliki. Sekiranya Unicorn memiliki besaran nilai US$1 miliar, maka Decacorn memiliki nilai lebih dari US$10 miliar. Sementara Hectocorn adalah gelar yang paling tinggi nilainya ialah lebih dari US$100 miliar.

Tentu saja bukan hal yang mustahil bagi siapapun, termasuk Anda, untuk menempuh gelar Unicorn, Decacorn, maupun Hectocorn. Kecuali memiliki profit besar, perusahaan berlabel Unicorn membawa banyak profit tersendiri. Sebagian di antaranya ialah membuka kesempatan untuk ekspansi bisnis hingga segala pelosok dunia, berpotensi menarik banyak investor ke bisnis Anda, hingga mensupport UMKM dalam negeri.

Apakah Anda ingin agar bisnis Anda dapat mendapatkan gelar Unicorn? Tentunya Anda akan memerlukan usaha, dedikasi dan pengetahuan yang tepat agar bisnis startup Anda dapat menempuh gelar Unicorn. Berikut ini sejumlah rumus jitu yang dapat menjadikan bisnis startup Anda bergelar Unicorn.

Berhasil Menggapai Unicorn dengan Rumus “5 Mampu”!

pebisnis sukses

Para pebisnis startup kreatif tentunya memiliki tips dan trik khusus untuk meraih gelar Unicorn. Sesudah Anda mengenal apa itu Unicorn dalam bisnis, yuk simak rumus “5 Mampu” yang dapat bikin perusahaan Anda masuk ke dalam kategori Unicorn!

1. Cakap Menganalisa Arah Pasar dengan Kencang

Sebagai perusahaan rintisan yang bergerak berdasarkan keperluan pasar, bisnis startup akan selalu bersinggungan dengan arah pergerakan pasar. Pada hakikatnya pun, bisnis startup adalah suatu usaha yang masih dalam tahap perkembangan. Oleh karena itu, agar terus berhasil dan memiliki kekuatan saing yang baik, bisnis startup Anda wajib mampu menganalisa kemana arah pasar target Anda.

Tak dapat dipungkiri bahwa pasar keinginan dan keperluan konsumen selalu bergerak secara dinamis dan cepat. Suatu benda yang benar-benar laku di pasaran hari ini dapat jadi tak diminati lagi pada keesokan harinya. Maka dari itu, bisnis startup Anda wajib selalu mengamati arah pergerakan pasar.

Kecuali itu, Anda wajib mampu menganalisa hal-hal penting terkait keperluan pasar yang menjadi target. Anda dapat melakukan survey terhadap pasar untuk mendapatkan jawaban terkait minat dan keperluan pasar. Hasil survey dapat Anda aplikasikan kemudian pada startup. Sekiranya bisnis startup Anda sudah pantas dengan arah pasar, dapat dipastikan bahwa bisnis Anda akan bertahan dan berkembang.

2. Cakap Memperluas Cakupan Pasar

Tiap-tiap bisnis startup memiliki targetnya sendiri-sendiri. Sekiranya bisnis startup Anda memiliki target pencapaian melebihi US$1 miliar, maka Anda wajib memiliki pasar sasaran yang luas. Untuk memajukan bisnis startup, Anda wajib memperlebar bisnis ke cakupan pasar yang luas demi menggaet sebanyak-banyaknya pelanggan atau konsumen.

Anda juga wajib memastikan bahwa produk yang ditawarkan oleh bisnis startup Anda juga diperlukan oleh banyak kalangan masyarakat. Dengan demikian, kian banyak orang yang mampu menggunakan atau membeli produk dari bisnis startup Anda.

Pendapatan Anda pun akan senantiasa bertambah dengan menawarkan produk yang diterapkan oleh banyak orang. Sebagai awal, Anda dapat berlatih dengan memperluas pasar di ranah lokal. Anda pun dapat menjalin relasi dengan perusahaan lain dalam negeri yang berguna bagi bisnis Anda. Kemudian perlahan-lahan, kembangkan sayap bisnis startup Anda hingga ke luar negeri.

3. Cakap Mencari Investor yang Tepat

Hampir segala bisnis startup memiliki investor yang mendanai perusahaan mereka. Tanpa dana modal, jelas mustahil bagi perusahaan untuk melaksanakan bisnis. Maka dari itu, Anda perlu berlatih mencari investor yang tepat untuk memaksimalkan bisnis startup. Pastikan bahwa bisnis startup Anda mampu membawa profit dan meyakinkan sehingga menarik minat investor untuk menanamkan modal pada perusahaan Anda.

Untuk mendapatkan perhatian investor, Anda dapat mulai dengan rajin melakukan promosi bisnis startup Anda. Kecuali itu, pastikan juga bahwa bisnis startup Anda memiliki keunikan ketimbang bisnis startup lainnya. Kuncinya ialah kemampuan pada startup Anda untuk meyakinkan investor bahwa perusahaan Anda dapat memberikan profit yang banyak. Kian banyak investor yang berminat menanamkan modal pada usaha Anda, maka kian cepat perusahaan Anda berkembang dan dapat menempuh gelar Unicorn.

4. Cakap Membangun Jaringan Relasi yang Luas

Poin penting lain dalam dunia bisnis startup terletak pada relasi yang perusahaan Anda miliki. Kian luas hubungan kerjasama yang Anda bangun dengan perusahaan pendukung lain, maka kian besar kemungkinan bagi bisnis startup Anda untuk berkembang di masyarakat.

Sebagai contoh, seandainya bisnis startup Anda bergerak di bidang jual beli, maka Anda dapat menjalin kerjasama dengan perusahaan startup di bidang pembayaran online dan perusahaan jasa antar barang. Bisnis Anda pun dapat berjalan dengan maksimal berkat bantuan dari perusahaan lain yang berprofesi sama dengan Anda.

5. Cakap Bekerjasama Sebagai Team yang Solid

Ide-ide brilian Anda tak akan mampu terlaksana seandainya tak didukung dengan sebuah tim kerja yang solid. Hampir segala startup dilaksanakan oleh sekumpulan orang yang tergabung dalam satu tim kerja. Kerjasama tim yang solid dan produktif adalah fondasi yang mampu menggerakkan bisnis startup Anda untuk menempuh target. Tanpa tim, sudah pasti ide dan cita-cita Anda mewujudkan bisnis startup berlabel Unicorn akan sirna.

Seperti ulasan mengenai apa itu Unicorn dalam bisnis dan rumus jitu yang membuat bisnis startup Anda menembus predikat Unicorn. Semoga berguna!