Manajemen Keuangan Adalah : Pengertian dan Fungsinya

Dalam kehidupan beroganisasi, baik itu kaitannya dengan suatu organisasi atau pun perusahaan, tentunya mempunyai arus yang berkaitan dengan pendanaan untuk operasional suatu organisasi atau perusahaan. Pada awalnya, pendanaan ini tentunya bermula dari perusahaan, yaitu pemilik usaha itu sendiri. Kemudian, dalam proses operasionalnya, terdapat orang-orang yang bertugas untuk memperoleh, mengatur sekaligus mengontrol pendanaan hal yang demikian, supaya tujuan bersama dari suatu organisasi hal yang demikian, bisa direalisasikan.

Apabila keuangan perusahaan tidak dikelola dengan baik, maka tentunya keuangan perusahaan hal yang demikian akan tidak terkontrol, bahkan bisa menghentikan jalannya sebuah perusahaan. Oleh karena itu, dalam suatu perusahaan, terdapat unit-unit tersendiri yang bertugas mengurus bagian keuangan, dan hal ini disebut dengan manajemen keuangan.

Artikel ini akan membahas beberapa poin penting sekaligus, yaitu dimulai dari pengertian manajemen keuangan, fungsi manajemen keuangan dan yang terakhir merupakan tugas dari manajemen keuangan!

Pengertian Manajemen Keuangan

arti-manajemen-keuangan

Pengertian manajemen keuangan merupakan suatu kegiatan atau kesibukan beberapa unit dalam perusahaan atau organisasi yang berkaitan dengan kegiatan perencanaan, pengelolaan penyimpanan sekaligus pengendalian dana atau aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau organisasi.

Tentunya management keuangan merupakan hal penting sekali dan semestinya direncanakan dengan matang supaya tidak timbul masalah keuangan di kemudian hari, dalam suatu organisasi atau perusahaan. Selain itu, terdapat pengertian manajemen keuangan berdasarkan pendapat para ahli sebagai contoh, Joshep dan Massie.

Menurut Joshep dan Massie, management keuangan merupakan kesibukan-kesibukan operasional bisnis yang bertanggung jawab untuk memperoleh dan memanfaatkan dana yang dibutuhkan secara tepat sasaran untuk tujuan operasi yang efisien.

Berdasarkan definisi-definisi yang dipaparkan sebelumnya, tentunya management keuangan merupakan sebuah praktik yang rutin dalam suatu organisasi atau perusahaan oleh karena itu benar-benar penting dalam lingkungan suatu bisnis milik organisasi atau perusahaan. Karena, management keuangan merupakan kesibukan yang melibatkan pengelolaan sumber daya keuangan milik perusahaan atau organisasi demi memastikan ada atau tidaknya pemborosan atau pengontrolan tiap hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan keuangan perusahaan.

Kegiatan keuangan perusahaan meliputi hal-hal, sebagai contoh, pengadaan dana, penggunaan dana, pembayaran, proses di bidang akuntansi, penilaian di bidang resiko, juga hal-hal lainnya yang berkaitan dengan keuangan.

Oleh karena kegiatan atau aktivitasnya yang penting hal yang demikian, management keuangan merupakan bagian integral milik perusahaan. Karena, tanpa penggunaan sekaligus pengalokasian dana yang tepat, sebuah bisnis milik organisasi atau perusahaan akan hancur. Karena tidak bisa melaksanakan produksi atau kegiatan.

Dikarenakan pentingnya management keuangan hal yang demikian, sebuah sistem manajemen disusun untuk terus mengikuti praktik-praktis sistem manajemen keuangan terbaik. Sebuah organisasi atau perusahaan diharuskan menggunakan alat manajemen keuangan yang dibutuhkan sekaligus menerapkan taktik yang benar-benar tepat untuk meminimalkan biaya-biaya.

Di samping itu juga organisasi atau perusahaan semestinya memastikan bahwa produksi atau kegiatan bisnis suatu organisasi atau perusahaan bisa berfungsi dengan baik.

Management keuangan juga menjalankan fungsi-fungsi tertentu, yaitu, dalam hal  perencanaan keuangan dan peramalan, penentuan komposisi modal, investasi dana, pertahanan untuk likuiditas yang tepat, pengelolaan surplus, dan yang terakhir merupakan kontrol keuangan. Berikut ini akan dibahas poin-poin hal yang demikian!

Fungsi-Fungsi Manajemen Keuangan

fungsi-manajemen-keuangan

Fungsi-fungsi manajemen keuangan dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu:

Perencanaan Keuangan sekaligus Peramalan

Dalam suatu management keuangan, tentunya terdapat seseorang yang penting yang disebut manajer keuangan. Tanggung jawab dari seorang manajer keuangan merupakan merencanakan dan memperkirakan jumlah uang untuk kebutuhan bisnis. Manajer keuangan memberikan perincian mengenai jumlah uang yang dibutuhkan untuk membeli aset-aset yang berbeda untuk perusahaan atau organisasi, sebagai contoh, untuk modal kerja atau aset tetap.

Selain itu, fungsi manajemen keuangan merupakan membuat rencana untuk masa depan berkaitan dengan dana yang dibutuhkan perusahaan. Selain itu, tugas seorang manajer keuangan berkaitan dengan management keuangan merupakan merancang lini bisnis yang bisa dikembangkan, direalisasikan atau diberhentikan.

Penentuan Komposisi Modal

Setelah perencanaan sekaligus peramalan keuangan dikerjakan, struktur komposisi modal suatu organisasi atau perusahaan pun semestinya diputuskan. Lalu, apa yang dimaksud dengan struktur komposisi modal?

Struktur kompisisi modal dalam management keuangan merupakan gabungan antara utang dan ekuitas yang dipergunakan untuk membiayai peluang investasi yang menguntungkan di masa depan sebuah organisasi atau perusahaan. Tentunya fungsi management keuangan yang dijalankan oleh manajer keuangan yang satu ini sangatlah penting dan crucial.

Investasi Dana

Fungsi management keuangan yang dikerjakan oleh seorang manajer keuangan lainnya merupakan memastikan bahwa dana yang tersedia untuk bisnis digunakan secara memadai demi menumbuhkan suatu bisnis. Harus bisa memastikan bahwa biaya untuk memperolah dana-dana berikut nilai pengembaliannya semestinya selalu dibandingkan sekaligus seimbang.

Manajer keuangan juga menjalankan fungsi lainnya, yaitu memerhatikan lini bisnis yang bisa memberikan pengembalian dengan nilai lebih tinggi sekaligus memperbaiki lini bisnis yang mengalami penurunan dalam hal performa.

Pertahanan kepada Likuiditas yang Tepat

Likuiditas identik sekali dengan kas dalam suatu organisasi atau pun perusahaan. Kas dalam bisnis digunakan untuk membeli bahan baku, membayar gaji, sekaligus menangani kebutuhan keuangan lainnya dari suatu perusahaan atau organisasi.

Tetapi, seorang manajer keuangan juga semestinya menentukan apakah terdapat permintaan untuk aset yang bersifat likuid. Seorang manajer keuangan semestinya mengatur aset-aset yang bersifat likuid sehingga suatu bisnis tidak mengalami kelangkaan dana.

Pengelolaan Surplus

Melakukan penjualan surplus aset sekaligus berinvestasi dengan cara yang lebih produktif akan meningkatkan profitabilitas dan oleh karena itu bisa meningkatkan Return on Capital Employed (ROCE).

Kontrol Keuangan

Kontrol keuangan ditafsirkan sebagai analisis hasil aktual perusahaan, didekati dari perspektif yang berbeda pada waktu yang berbeda. Kemudian, dibandingkan dengan tujuan jangka pendek, jangka menengah sekaligus jangka panjang dalam suatu rencana bisnis.

Tugas Manajemen Keuangan

tugas-manajemen-keuangan

Tugas manajemen keuangan merupakan hal yang crucial yang membuat seorang manajer keuangan bisa menjalankan fungsi-fungsi yang dimiliki oleh manajemen keuangan. Adapun tugas-tugas manajemen keuangan yang dijalankan oleh manajer keuangan merupakan sebagai berikut.

Mendapatkan Dana untuk Perusahaan

Tugas manajemen keuangan yang satu ini merupakan tugas manajemen keuangan yang pertama yang dijalankan oleh manajer keuangan, berhubungan dengan bagaimana caranya seorang manajer keuangan mendapatkan dana untuk perusahaan. Tentunya dana hal yang demikian dibutuhkan oleh perusahaan untuk membiayai kegiatan perusahaan. Dana yang diperoleh oleh manajer keuangan, terbagi menjadi dua, yaitu dana yang berasal dari internal perusahaan dan dana yang berasal dari eksternal perusahaan.

Dana internal perusahaan merupakan dana yang berasal atau dipenuhi dari dalam perusahaan atau organisasi itu sendiri. Contoh dana dari internal perusahaan sendiri merupakan laba ditahan. Laba ditahan merupakan laba bersih perusahaan yang sukses diperoleh oleh perusahaan atau organisasi yang bisa dipergunakan kembali untuk membiayai kebutuhan perusahaan atau organisasi. Laba yang diperoleh ini, tidak dibagikan kepada pemegang saham dalam format dividen.

Sementara dana eksternal perusahaan dana yang berasal dari atau dipenuhi oleh pihak yang berada di luar lingkungan perusahaan atau organisasi. Contoh dari dana eksternal merupakan menambah modal baru atau berhutang.

Yang dimaksud menambah modal baru merupakan menerbitkan saham baru yang disusul dengan tambahan dana dari investor yang tentunya berasal dari pasar modal. Sebagai konsekuensi-nya, penerbitan saham baru ini akan mengubah struktur persentase kepemilikan kepada perusahaan.

Apabila dari pihak manajer keuangan sendiri memutuskan mencari dana berdasarkan utang, maka manajer keuangan akan dihadapkan pada dua pilihan, yaitu utang jangka pendek maupun utang jangka panjang.

Utang jangka panjang merupakan utang yang jatuh tempo untuk pelunasannya merupakan kurang dari satu periode atau tahun, sementara utang jangka panjang merupakan utang yang jatuh tempo pelunasannya lebih dari satu periode atau tahun.

Contoh utang jangka pendek merupakan utang kepada supplier bahan baku atau kredit dagang, sementara contoh utang jangka panjang merupakan obligasi dan utang hipotik.

Menggunakan Dana Perusahaan

Setelah dana untuk perusahaan diperoleh, tugas manajemen keuangan selanjutnya merupakan menggunakan dana perusahaan hal yang demikian. Lalu, untuk apa saja dana-dana hal yang demikian dipergunakan? Dana-dana hal yang demikian dipergunakan untuk membayar kewajiban (utang), membiayai kegiatan operasional perusahaan, dan untuk investasi atau pengembangan usaha.

Membayar kewajiban atau utang yang telah jatuh tempo merupakan hal yang lumrah terjadi. Manajer keuangan bisa membayar utang yang telah jatuh tempo, khususnya utang jangka panjang yang pada umumnya nilainya besar.

Perusahaan juga bisa menggunakan dana hal yang demikian untuk menjalankan operasional perusahaan. Perusahaan yang tidak bisa beroperasional bisa menyebabkan penurunan produktivitas. Kinerja yang memburuk akan membuat perusahaan dibayangi kerugian.

Apabila perusahaan tidak mempunyai utang yang jatuh tempo atau berada dalam keadaan perusahaan sanggup membayarnya, sekaligus tidak mempunyai masalah berkaitan dengan dana operasional perusahaan, mungkin ini merupakan waktu yang tepat bagi perusahaan untuk melalukan investasi atau perluasan usaha.

Manajemen keuangan bisa memusatkannya untuk investasi di bidang aset tetap perusahaan. Aset tetap untuk perusahaan, sebagai contoh, membangun pabrik baru, membeli untuk perluasan tanah, membangun gedung dan mesin baru, yang keseluruhannya dipergunakan untuk pengembangan usaha perusahaan.

Manajemen juga bisa menginvestasikannya ke pasar modal. Melalui berjenis-macam pertimbangan, manajemen keuangan diharuskan bisa memilih macam sekaligus alternatif investasi yang paling menguntungkan dan tentunya dengan resiko yang paling rendah.

Penggunaan dana perusahaan yang baik merupakan penggunaan dana yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Apabila masih mempunyai tanggungan atau permasalahan yang berkaitan dengan dana operasional perusahaan, sebaiknya jangan melaksanakan investasi terlebih dahulu.

Membagikan Laba Perusahaan

Saat perusahaan memperoleh laba bersih, maka tugas manajemen keuangan merupakan menentukan untuk apa dana hal yang demikian dipergunakan. Sebagai contoh, membagikan laba kepada pemegang saham dalam format dividen atau menahan laba demi mendapatkan pembiayaan perusahaan.

Pada umumnya, terdapat beberapa opsi mengenai pembagian laba perusahaan. Opsi itu merupakan membagikan laba dalam format dividen, menahan laba untuk dipergunakan sebagai pendanaan perusahaan, menahan laba lebih banyak tetapi membagikan dividen lebih sedikit, dan yang terakhir merupakan membagikan dividen lebih banyak tetapi sebagai gantinya menahan laba lebih sedikit.

Opsi yang diambil tentunya berdasarkan pada keadaan internal dan eksternal perusahaan, yang tentunya tergantung pada kebutuhan perusahaan sekaligus kebutuhan pemegang saham. Kriteria untuk opsi yang diambil merupakan opsi yang paling bisa memberikan efek kenaikan pada nilai perusahaan paling tinggi sekaligus kemakmuran untuk pemegang saham.

Demikian informasi mengenai manajemen keuangan, semoga informasi dalam tulisan ini akan memperdalam pemahaman kamu mengenai keuangan, khususnya management keuangan, sekaligus memberikan manfaat untuk kamu.