Investasi Menakjubkan! 10 Negara Investor Terbesar di Indonesia

Pada tanggal 29 Januari 2019, menurut data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Singapura masih menjadi negara pertama yang menjadi investor Indonesia dengan nilai investasi terbanyak. Kemudian disusul dengan negara Tiongkok dan Jepang, dengan nilai investasi 4,7 milliar dan 4,3 milliar.

Kemudian, menurut data terbaru terakhir dari Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, tepatnya pada tanggal 20 April 2020, Singapura masih menjadi investor Indonesia terbesar dengan nilai investasi sebesar USD 2,7 milliar. Singapura pun masih bersaing dengan empat negara besar lainnya yang menjadi investor terbesar di Indonesia. Tentunya hal ini sangatlah bermanfaat bagi negara mengingat investasi ialah hal yang sungguh-sungguh berharga bagi perkembangan negara, khususnya Indonesia yang berstatus sebagai negara berkembang.

Lalu, negara-negara yang mana saja yang masih menjadi investor-investor terbesar Indonesia dan memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi negara? Berikut ini akan dibahas sepuluh negara dengan nilai investasi terbesar di Indonesia!

Sepuluh Negara Investor Terbesar di Indonesia

investor-1

1. Singapura

Singapura ialah negara dengan status nilai investasi terbesar di Indonesia. Menurut data terakhir, yaitu 20 April 2020 atau kuartal I/2020, nilai investasi-nya mencapai USD 2,7 milliar atau empat puluh persen dari total investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di periode hal yang demikian.

Nilai investasi pada periode kuartal I/2020 mengalami peningkatan yang cukup signifikan apabila dibandingkan dengan periode kuartal yang sama di tahun 2019, yaitu mengalami peningkatan sebanyak 58% dan dengan nilai investasi sebelumnya yaitu sebesar US$ 1,72 milliar.

Tetapi, menurut Plt. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Farah Indriani, investasi dari Singapura tidaklah murni berasal dari salah satu investor Indonesia hal yang demikian.

Negara-negara seperti Korea Selatan, China, Amerika Serikat bahkan Eropa, memasukkan investasinya ke Indonesia melalui negara hal yang demikian. Bagaimana hal hal yang demikian terjadi? Negara-negara seperti yang telah disebutkan sebelumnya, membangun hub-nya di Singapura, kemudian melaksanakan investasi ke Indonesia.

Tetapi dalam sistem di Indonesia, tercatat bahwa asal negara yang melaksanakan investasi ialah Singapura. Oleh karena itu, tidaklah aneh bila Singapura menjadi investor dengan nilai investasi terbesar di Indonesia. Pun di tahun sebelumnya, yaitu sepanjang tahun 2019, nilai investasi Singapura ialah USD6,50 milliar dengan proyek sebanyak 7.020 proyek. Jumlah ini meningkat bila dibandingkan pada tahun 2018 yang hanya sebesar 4.946 proyek.

2. China (Tiongkok)

China ialah investor Indonesia terbesar kedua setelah Singapura, berdasarkan data pencapaian realisasi investasi di tahun 2019. Negara yang sukses melipat gandakan investasinya menjadi USD 4,7 milliar atau setara dengan Rp. 65,8 trilliun pada tahun 2019.

Disamping itu, China menjadi negara asal investasi terbesar pada periode Triwulan ke empat (Oktober-Desember) di tahun 2019, dengan nilai investasi USD 1,4 milliar. Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, hal ini dikarenakan China  menerima proyek pembangunan serta sektor usaha yang bersifat prospektif di Indonesia secara agresif.

Padahal kepala BKPM hal yang demikian mengakui investasi yang ditawarkan ke China sama seperti investasi yang ditawarkan ke negara lainnya. Disamping itu, prestasi China lainnya sebagai investor Indonesia, berani masuk ke sektor pasar modal, seperti infrastruktur dan manufaktur. China juga memberikan dana untuk infrastruktur untuk Indonesia. Salah satu proyeknya ialah proyek infrastruktur Bendungan Pelosika yang terletak di Sulawesi Tenggara.

Berdasarkan data dari Kompas.com pada tanggal 1 April 2020, China memberikan dana hibah sebesar RMB Yuan 28,19 juta atau setara dengan Rp. 56,1 milliar dalam uang Indonesia. Seain itu, proyek China bersama dengan pemerintah Indonesia ialah Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang digarap oleh PT Kereta Cepat Indonesia China.

3. Jepang

investor-bisnis

Dalam Indonesia Investment Promotion Center Badan Koordinasi Penanaman Modal (IIPC-BKPM) yang terletak di Tokyo, negara Jepang melaporkan bahwa realisasi investasi ke Indoneia pada tahun 2014 hingga 2019 mencapai USD 25,2 milliar atau senilai dengan Rp. 365,4 trilliun. Dengan jumlah nilai akumulasi hal yang demikian, tepatnya pada tahun 2014-2019, investasi Jepang selalu bertengger di posisi ke dua terbesar, menempati tempat ke dua setelah Singapura.

Sementara, prestasi China sebagai investor Indonesia ialah sukses merebut posisi ke dua investor Indonesia terbesar yang sebelumnya dipegang oleh Jepang pada tahun 2019. Investor ke dua, China, sukses menanamkan investasi di Indonesia dengan nilai mencapai USD 4,7 milliar. Meski Jepang hanya USD 4,3 milliar. Hal ini tentunya tidak lepas dari kerja keras Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) di Tokyo, sebab dalam kesulitan seperti keterbatasan dana dan sebagainya, pengawas Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tetap bekerja keras untuk mempromosikan investasi Indonesia di Jepang.

Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi BKPM, Rizal Calvary Marimbo, mewanti-wanti supaya investasi Jepang di Indonesia bisa terus dipertahankan dan hal ini sangatlah tidak gampang. Mengingat persaingan antar negara dalam hal merebut investasi Jepang juga sangatlah ketat. Bisa jadi kini Indonesia ialah negara lain yang dituju Jepang sebagai tujuan investasi, selain Vietnam dan Thailand.

 4. Hongkong

Pada 04 Februari 2019, menurut CNN Indonesia, pemerintah Indonesia menargetkan untuk mendongkrak investasi dari Hongkong senilai USD 2,3 milliar pada tahun 2019, atau meningkat menjadi lima belas persen dari realisasi di tahun baru yang hanya USD 2 milliar. Konsul Ekonomi Konsulat Jenderal Hongkong (KJRI), Mandala Sukarto Purba, mengatakan bahwa potensi investasi Hongkong di Indonesia, cukup besar. Sejak tahun 2016, porsi investasi Hongkong di Indonesia, selalu bertahan di kelompok lima besar investor Indonesia.

Hal ini dikarenakan mereka, para investor Indonesia di Hongkong, masih tertarik melaksanakan investasi di Indonesia dikarenakan faktor pengembalian investasi atau Return of Investment (ROI) masih tinggi di Indonesia. Investor Indonesia di Hongkong, menurut Mandala Sukarto Purba, tertarik untuk menanamkan modal khususnya di bidang seperti perumahan, perdagangan dan sektor pertambangan. Apalagi Indonesia bukanlah negara asing bagi para investor Hongkong, bahkan menurut Mandala Sukarto Purba, pemerintah Hongkong mempunyai Kantor Ekonomi dan Perdagangan khusus di Jakarta, ibukota Indonesia.

Sayangnya, menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pertumbuhan investasi Hongkong di Indonesia sepanjang tahun lalu merosot sebanyak lima persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD 2,1 milliar. Realisasi ini juga berada dibawah target KJRI Hongkong yang berharap bisa mencapai USD 2,2 milliar. Kendala mengenai hal ini ialah masalah pembebasan lahan.

5. Belanda

Pada tahun lalu, Indonesia sukses melampaui target investasi hingga mencapai 102,2% atau setara dengan Rp. 809,6 trilliun. Jumlah ini melebihi target yang ditetapkan yaitu sebesar Rp. 792. Trilliun. Sebagai informasi, tahun ini Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) manargetkan investasi sebesar Rp.

886 trilliun atua naik sebesar 9,51% dari tahun 2019. Sebagai hasil dari kinerjanya, pada tanggal 10 Maret 2020, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan lebih dari seratus perusahaan besar di Belanda siap menyerbu Indonesia.

Tetapi, menurut Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penananaman Modal (BKPM), Yuliot, mengatakan bahwa pemerintah dengan seluruh perusahaan hal yang demikian terlebih dahulu akan membahas komitmen di bidang investasi baru, yang akan terlebih dahulu ditanda tangani dalam sebuah Memorandum of Understanding (MoU.

Jadi, besaran komitmen investasi belum ditetapkan oleh investor Indonesia di luar negeri hal yang demikian, bahkan jumlah investor Belanda hal yang demikian masih bisa bertambah. Adapun sektor yang akan dibidik oleh investor Indonesia hal yang demikian ialah industri makanan dan minuman, kekuatan lalu di bidang riset. Sebagai contoh, perusahaan dari Benua Biru, Nestle, akan langsung diberi komitmen investasi sebesar Rp. 10 trilliun.

6. Malaysia

Investor Indonesia di luar negeri yang satu ini, tidak hanya berperan sebagai investor Indonesia, tetapi juga sebagai pesaing Indonesia di bidang investasi. Hal ini dibuktikan dengan disampaikannya kekecewaan Presiden Jokowi kepada keadaan investasi di Indonesia. Pada September 2019, Bank Dunia menyebutkan bahwa sebanyak 33 perusahaan memutuskan pergi dari China. Tetapi dari 33 perusahaan hal yang demikian, sebanyak 23 perusahaan memilih di Vietnam, dan sisanya memilih Malaysia untuk berinvestasi.

Presiden menggaris bawahi hal ini untuk segera di selesaikan. Tetapi investasi Indonesia kembali menunjukkan prestasinya di bidang investasi, khususnya di provinsi Aceh. Sepanjang tahun 2019, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh mencatat total realisasi investasi mencapai Rp. 5,8 trilliun. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Dr. Aulia Sofyan, dalam siaran pers Serambinews.com pada 11 Maret 2020, mengungkapkan pencapaian realisisi hal yang demikian terhitung sepanjang tahun 2019.

Menurut Dr. Aulia Sofyan, peningkatan realisasi investasi yang signifikan hal yang demikian khususnya disumbangkan investasi di bidang listrik, gas dan air yang bersumber pada penanaman dalam negeri. Tetapi untuk Penananaman Modal Asing (PMA), dengan berdasarkan asal negara, didominiasi oleh Malaysia sebesar Rp. 403,8 milliar. Disusul oleh Singapura sebesar Rp. 59,1 milliar dan terakhir yaitu Belgia Rp. 28,1 milliar.

 7. Korea Selatan

investasi

Indonesia dan Korea Selatan terus meningkatkan kerja sama, dalam hal perdagangan maupun investasi. Kebanyakan perusahaan yang tertarik untuk berinvestasi di Indonesia berasal dari sektor otomotif, yang diproyeksi bisa bermitra dengan Hyundai. Pun duta besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang-beom, menjelaskan bahwa bisnis antara Indonesi dan Korea Selatan diprediksi akan berkembang pesat.

Kim Chang-beom menyebutkan bahwa dengan masuknya investasi Hyundai ke Indonesia sekaligus pembangunan pabrik manufaktur di daerah Karawang membuat para pelaku usaha Korea Selatan ingin berinvestasi di Indonesia. Pabrik milik Hyundai akan memproduksi 250.000 unit mobil per tahun.

Setelah adanya pertemuan antara Presiden Jokowi dengan presiden Korea Selatan, Moon Jae In, Hyundai memutuskan untuk berinvestasi di Indonesia. Menurut Executive Vice President The Busan Chamber of Commerce Industry, Lee Kab Jun, setelah Hyundai berinvestasi dan RI – Korsel melaksanakan deklarasi perdagangan, banyak perusahaan ingin berinvestasi ke Indonesia. Ada sebanyak 9.800 perusahaan yang menjadi anggota Kadin Busan dan banyak perusahaan di Busan yang ingin menangkap peluang investasi di Indonesia.

Menurutnya, fokus bisnis di Busan mayoritas ialah otomotif, hingga pembangunan gedung. Apalagi Busan dan Jakarta, ibukota Indonesia ialah sister city dalam dua tahun terakhir dan diprediksi ke depannya akan terus berkembang, papar Kim Chang-beom, duta besar Korea Selatan.

8. Amerika Serikat

Pemerintah Amerika Serikat kembali menyatakan komitmennya untuk menjadi investor Indonesia, di bidang infrastruktur, kesehatan bahkan pariwisata. Investasi-investasi hal yang demikian akan dikucurkan melalui lembaga yang disusun dua bulan terakhir, yaitu US International Development Finance Corporation (DFC). Lembaga hal yang demikian pada dasarnya mempunyai dana sebesar USD 60 milliar yang berasal dari pemerintah itu sendiri.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, lembaga hal yang demikian, US International Development Finance Corporation (DFC), pertama kali datang ke Indonesia untuk menawarkan dana investasi hal yang demikian. Juga terdapat sambutan yang cukup baik dari pemerintah untuk bisa berinvestasi di bidang-bidang, seperti infrastruktur, pariwisata dan kesehatan.

Pun ke depannya dana yang dimiliki bisa mencapai empat sampai lima kali lipat, jumlahnya mencapai USD 200 milliar dan dana hal yang demikian memang ditujukan untuk negara-negara berkembang. Ke depannya, lembaga ini akan sungguh-sungguh aktif dan diharapkannya adanya apresiasi dari pemerintah pusat, yakni Presiden Jokowi, atas perubahan-perubahan yang terjadi. Dan tentunya hal ini akan mengubah lingkungan bisnis di Indonesia, papar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi hal yang demikian.

9. Inggris

Pada kuartal IV di tahun 2019, tepatnya pada bulan November 2019, Indonesia dengan investor Indonesia yang satu ini lebih mengintensifkan perdagangan dan investasi, seperti yang dipaparkan oleh Menteri Perdagangan RI, Agus Suparmanto. Hal ini dipaparkan ketika beliau sedang menerima Komisioner Perdagangan Inggris untuk Asia Pasifik, Natalie Black, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-35 yang terletak di Bangkok.

Pertemuan Indonesia dengan Trade Review ini merupakan kelanjutan dari penanda tanganan Terms of Reference (ToR) Trade Review pada ketika TEI yang terjadi di Tangerang, pada tanggal 16 Oktober 2019. Kedua pihak sepakat untuk mendorong supaya pertemuan Trade Review pertama bisa dikerjakan di London pada 9 Desember 2019, pertemuan ini diinginkan lebih produktif dalam hal membahas kajian perdagangan dan investasi di kedua negara. Indonesia ialah negara ASEAN pertama yang menanda tangani Trade Review dengan Inggris. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya arti Indonesia sebagai negara mitra ekonomi Inggris.

10. Australia

Dimana sedang terjadi fase pemulihan virus COVID-19, Indonesia dan Australia, melalui Kemitraan Komprehensif di bidang ekonomi atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA), diinginkan bisa mendorong pertumbuhan investasi di kedua negara hal yang demikian. Melalui perjanjian ini, diinginkan bisa mendorong penyebaran investasi yang lebih merata ke seluruh Indonesia, menurut Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM, Wisnu Wijaya Soedibjo.

Dalam paparannya, menjelang implementasi perjanjain Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA), pada 5 Juli 2020 yang diikuti oleh 241 peserta dari Indonesia dan Australia, melalui Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA), bisa memberikan peluang bagi para pelaku usaha daerah untuk menjual produknya ke Australia. Sekaligus berkolaborasi dengan mitra lokal bagi investor Australia yang berinvestasi di Indonesia.

Selain itu, ia juga menuturkan Australia ialah investor terbesar ke sepuluh pada periode Januari hingga Maret 2020, dengan total investasi sebesari USD 86 juta atau sekitar Rp. 1,2 trilliun, dengan jumlah proyek 324 proyek investasi. Pun hubungan Indonesia dan Australia masih terjalin dengan baik, bahkan di tengah pandemi COVID-19 ini.

Demikian informasi mengenai sepuluh investor terbesar Indonesia, semoga dengan adanya informasi ini, bisa memberikan wawasan mengenai negara Indonesia beserta seluruh investasi dan kekayaannya untuk kamu.

    Write a comment