Evaluasi itu Apa? Definisi dan Tujuannya (Lengkap)

Pernahkah kamu mendapatkan hasil kerja yang tidak optimal, namun di dikala yang sama kamu tidak tahu dimana letak kesalahan yang kamu buat? Mungkin telah waktunya kamu menjalankan evaluasi kepada cara kerja kamu.

Kata evaluasi memang telah akrab di telinga kamu, bukan? Sedari masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah dasar hingga akhirnya menjadi dewasa, kamu tidak pernah lepas dari sistem evaluasi. Sistem evaluasi memang paling gampang dilihat penerapannya dikala mengikuti ujian akhir semester sekolah.

Namun sadarkah kamu, bahwa proses evaluasi pun bisa dikerjakan di luar ranah institusi formal seperti sekolah? Semisal di perusahaan, kamu menjalankan proses evaluasi kepada performa diri sendiri atau pegawai lain dalam tim yang kamu ketuai. Atau dalam mengatur rancangan belanja rumah tangga, kamu menjalankan evaluasi karena masih merasa cukup boros.

Akan tetapi, apa sih, arti evaluasi sesungguhnya? Mengapa kegiatan yang satu ini begitu lekat dalam kehidupan orang-orang? Bagaimana cara menjalankan evaluasi yang baik dan benar? Yuk simak tulisan berikut ini untuk mencari tahu jawabannya!

Apa Itu Evaluasi? Pengertian Evaluasi Menurut Pakar

evaluasi-menurut-pakar

kamu mungkin telah sering mendengar kata evaluasi dalam kehidupan sehari-hari. Namun sudahkah kamu memahami apa itu evaluasi? Kalau belum, berikut kami punya jawabannya.

Pengertian evaluasi yakni suatu proses pengukuran dan penilaian atas pekerjaan atau kegiatan yang telah dikerjakan. Arti evaluasi yakni sebagai alat ukur guna mengetahui suatu pekerjaan telah berhasl mencapai target atau belum. Ada pula yang merumuskan pengertian evaluasi yakni alat perbandingan hasil akhir suatu pekerjaan dengan target permulaan.

Nantinya melalui hasil evaluasi, kamu bisa mengetahui apakah kegiatan atau pekerjaan yang dikerjakan telah memenuhi keinginan di permulaan ataukah belum. Kalau belum, kamu juga bisa mempelajari letak-letak kesalahan dan kekurangan dari sistem kerja guna mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Oleh sebab itu, arti evaluasi sering dipandang penting guna mengoptimalkan proses kerja suatu perusahaan.

Para ahli ekonomi pun tak luput mendefinisikan istilah evaluasi menurut pendapat serta perspektif masing-masing. Menurut Sanders dan Worthen, evaluasi yakni suatu proses peninjauan yang digunakan untuk mencari tiap informasi berharga seperti alternatif prosedur kerja, produksi, maupun program kerja.

Meskipun Sudijono berpendapat bahwa sebuah proses penafsiran kepada data-data yang bersifat kuantitatif merupakan kegiatan evaluasi. Lalu terakhir menurut Purwanto, dikala kita memberikan penilaian atas kualitas sesuatu, maka hal hal yang demikian telah merupakan kegiatan evaluasi. Ia menambahkan lebih jauh lagi bahwa evaluasi juga mencakup segala kegiatan yang kita lakukan untuk mendapatkan, merencanakan, hingga menyediakan informasi guna menciptakan alternatif keputusan kerja baru.

Bagaimana, kini kamu telah paham bukan, apa itu evaluasi? Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa arti evaluasi yakni suatu proses penilaian dengan cara mengumpulkan informasi terkait sistem kerja, alat-alat kerja hingga performa sumber daya manusia yang terlibat untuk mencocokkan kembali antara hasil kerja dengan target permulaan.

Mengapa Melakukan Evaluasi? 3 Tujuan Evaluasi

Selayaknya tiap hal yang dikerjakan atas dasar tujuan tertentu, ada sejumlah tujuan utama dari proses evaluasi. Terdapat 3 tujuan yang akan menjadi alasan kuat kamu untuk mulai menjalankan evaluasi kepada sistem kerja. Apa sajakah 3 tujuan evaluasi hal yang demikian?

Memperoleh Feedback

Tujuan pertama evaluasi yakni mendapatkan feedback atau umpan balik atas sistem kerja yang telah kamu lakukan selama ini. Proses penilaian kembali kepada hasil dan sistem pekerjaan bisa memberitahu kamu beragam informasi yang belum diketahui sebelumnya, lho! Feedback yang kamu peroleh dari hasil evaluasi bisa berupa letak-letak kekurangan serta kesalahan dalam sistem kerja yang bisa diperbaiki ke depannya.

Menilai Tingkat Efisiensi Kerja

Tujuan selanjutnya yakni evaluasi untuk menilai tingkat efisiensi kerja. Hanya melalui proses evaluasi lah kamu bisa mengamati seberapa tepat sasaran sarana, sistem, serta sumber daya yang perusahaan kamu miliki ketika dipergunakan untuk bekerja mencapai target. Kalau terdapat bagian yang tidak tepat sasaran, maka kamu bisa segera menggantinya dengan alternatif lain.

Menilai Kemampuan Karyawan

Evaluasi kepada karyawan juga penting untuk dikerjakan. Tujuannya supaya kamu memahami sejauh mana tiap karyawan memahami dan menguasai pekerjaannya. kamu juga bisa mengamati karyawan mana yang rajin dan produktif serta yang tidak.

Jangan Tertukar, Inilah 2 Jenis Evaluasi

Kebanyakan orang awam mengira tiap ragam evaluasi sama saja. Padahal sebetulnya evaluasi bisa dibedakan berdasarkan sifatnya masing-masing. Pengelompokkan ragam-ragam evaluasi yakni evaluasi sumatif dan formatif. Apakah perbedaan dari masing-masing evaluasi? Berikut jawabannya.

Evaluasi Sumatif

Kalau kamu pernah menjalankan proses evaluasi kepada hasil akhir dari suatu pekerjaan, maka kamu telah melaksanakan evaluasi sumatif. Evaluasi sumatif berlangsung dengan menilai seluruh hasil kerja yang kamu sukses dapatkan dari permulaan memulai pekerjaan hinga akhir. Oleh sebab itu, penilaian sumatif dikerjakan di akhir pekerjaan atau kegiatan. Semisal, kamu mengikuti proses magang selama 3 bulan di perusahaan A. Otomatis, perusahaan akan menilai performa kamu menjelang masa 3 bulan hal yang demikian berakhir.

Evaluasi Formatif

Tipe evaluasi kedua yakni evaluasi formatif. Berbeda dengan sumatif yang menilai hasil kerja di akhir, proses evaluasi formatif dikerjakan secara rutin atau berkala. Proses evaluasi formatif cocok digunakan jikalau kamu ingin mendapatkan feedback sesering dan secepat mungkin terkait kemajuan sistem kerja.

Lebih bagus lagi, sistem evaluasi berkala ini bisa selalu memberikan informasi jikalau terjadi hambatan atau kendala dalam sistem kerja. Sehingga kamu bisa memperbaiki hambatan hal yang demikian dengan lebih cepat sebelum semakin parah merusak sistem kerja.

Langkah-Langkah Evaluasi

langkah-langkah-evaluasi

Setelah memahami tujuan dan ragam, lalu bagaimana caranya melaksanakan proses evaluasi? Di bawah ini kami telah siapkan 5 langkah yang akan memandu kamu dalam melaksanakan proses evaluasi.

1) Membuat Target Evaluasi

Langkah pertama yakni membuat target evaluasi. Suatu sistem kerja bisa mempunyai begitu banyak aspek, dan tidak segala hal dari sistem bermasalah, bukan? Agar proses evaluasi bisa berjalan dengan efisien, buatlah target hal-hal apa yang sekiranya membutuhkan peninjauan kembali.

2) Membuat Rancangan Proses Evaluasi

Setelah mengetahui hal apa yang ingin dievaluasi, tahap selanjutnya yakni menyusun rancangan proses evaluasi. Tentukan ragam evaluasi apa yang ingin kamu gunakan dan cocok dengan sistem kerja perusahaan. Buat desain yang sedemikian rupa hingga perkirakan data-data apa saja yang akan kamu butuhkan supaya proses evaluasi bisa berlangsung dengan lancar.

3) Mengumpulkan Data

Tahapan ketiga yakni mengumpulkan data yang akan digunakan untuk evaluasi. Kumpulkan hasil-hasil pekerjaan yang akan kamu analisis dalam kurun waktu periode tertentu. Jangan mengumpulkan data yang tidak cocok dengan target evaluasi sebab akan mengacaukan analisis.

4) Menganalisa Data

Seperti data-data terkumpul, kini kamu telah siap menjalankan proses analisis sebagaimana yang telah dirancang sebelumnya. Ada beberapa cara yang bisa kamu gunakan untuk menganalisis data, seperti menggunakan alat-alat analisis, mengelompokkan data, hingga teori-teori yang relevan.

Proses ini nantinya akan melahirkan suatu hasil yang bisa dibandingkan dengan target atau perkiraan permulaan dari sistem kerja. Di sini juga kamu bisa menarik kesimpulan apakah hasil kerja yang telah dikerjakan telah memuaskan atau belum.

5) Melaporkan Hasil

Proses terakhir dari rangkaian evaluasi yakni melaporkan hasil yang didapat. Tahapan ini nantinya semestinya dibaca oleh pihak-pihak lain yang terlibat dalam sistem kerja supaya mereka bisa teredukasi dan turut berkontribusi untuk perbaikan di masa mendatang.

Contoh-Contoh Evaluasi

kamu telah belajar banyak hal perihal evaluasi! Nah, bagian terakhir dari tulisan ini yakni contoh evaluasi yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Contoh di bawah ini diambil dari ranah pendidikan yang juga bisa kamu coba gunakan untuk menilai kualitas sumber daya manusia dari perusahaan.

Evaluasi Objektif

Evaluasi objektif seperti menjawab soal dalam wujud pilihan ganda, mencocokkan jawaban, melengkapi jawaban, atau memilih benar-salah merupakan contoh evaluasi yang cukup sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Tes-tes seperti dikelompokkan ke dalam evaluasi objektif sebab penilaian yang dikerjakan bersifat objektif. Biasanya, penilaian evaluasi objektif dikerjakan berdasarkan kunci jawaban yang sama sehingga telah jelas mana jawaban yang benar dan salah.

Evaluasi Subjektif

Berbeda dengan tes objektif, tes subjektif yakni contoh evaluasi yang mengedepankan sistem esai. Evaluasi ini cocok digunakan untuk menilai perspektif, opini, hingga kemampuan intelektual dari sumber daya manusia. Tes esai tergolong ke dalam evaluasi subjektif sebab penilaiannya tidak bisa didasarkan pada kunci jawaban yang standar atau sama. Hal ini dikarenakan tiap orang mempunyai cara pandang, pendapat dan cara berpikir kepada suatu masalah yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, tes ini lebih bersifat subjektif.

Demikianlah pembahasan kali ini terkait evaluasi! Semoga menolong menambah pengetahuan kamu, ya. Have a nice day.