Ekonomi Mikro Adalah? Perbedaan Ekonomi Mikro dengan Makro

Secara biasa, kehidupan ekonomi mencakup seluruh kegiatan jual-beli barang yang ditawarkan oleh seseorang kepada orang lain. Oleh sebab itu, tak heran seandainya kehidupan ekonomi mengandung beragam tipe kesibukan dan istilah penting. Salah satunya ialah ekonomi mikro.

Secara teoritis, ekonomi bisa dibedakan menjadi dua tipe, yakni teori ekonomi mikro dan makro. Pembagian ini didasarkan pada besaran cakupan kesibukan perekonomian dari masing-masing tipe. Dari namanya, kamu mungkin bisa menerka bahwa ekonomi mikro berkonsentrasi pada kesibukan ekonomi lingkup kecil. Sementara ekonomi makro ialah tipe kehidupan ekonomi yang cakupannya lebih besar dan luas.

Kira-kira, apa lagi ya, perbedaan ekonomi mikro dan makro? Yuk, simak lebih lanjut seputar pengertian ekonomi mikro dan perbedaan ekonomi mikro dan makro berikut ini!

Memahami Teori Ekonomi Mikro

ekonomi-mikroo

Banyak orang masih belum memahami pengertian ekonomi mikro, khususnya masyarakat awam. Mikro berasal dari istilah Bahasa Inggris “micro” yang berarti kecil. Jadi, bisa diartikan secara sederhana bahwa pengertian ekonomi mikro yaitu kesibukan ekonomi dalam ruang lingkup kecil. Padahal menurut teori ekonomi mikro, tipe ekonomi ini berkonsentrasi pada kesibukan para pelaku kegiatan ekonomi dalam ruang lingkup yang spesifik. Para pelaku kegiatan ekonomi yang dimaksud tak lain ialah produsen dan konsumen.

Karena ruang lingkupnya yang kecil dan spesifik, perekonomian mikro pun mempunyai fokus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Contoh ekonomi mikro dalam kehidupan masyarakat sehari-hari ada beragam. Beberapa contoh ekonomi mikro yang bisa kamu amati secara langsung yakni:

  • Harga produk di pasaran,
  • Kondisi keuangan suatu bisnis,
  • Situasi finansial rumah tangga seseorang,
  • Proses distribusi dari distributor ke pedagang pasar,
  • Minat, permintaan dan perilaku konsumen; dan masih banyak lainnya!

Meskipun bahasannya terbatas pada ruang lingkup yang kecil, tipe perekonomian ini juga mempunyai teori-teori khusus. Ada 3 tipe teori ekonomi mikro terkait kesibukan jual beli yang bisa kamu pelajari. Teori-teori hal yang demikian yakni teori produksi, distribusi dan penawaran. Berikut pembahasan lebih lanjut terkait masing-masing teori.

Teori seputar Produksi

Teori pertama yakni teori seputar produksi. Teori seputar produksi menjadi hal mendasar dalam kesibukan perekonomian mikro. Hal ini dikarenakan tiap pedagang atau pengusaha wajib mengetahui terlebih dahulu total biaya produksi yang dibutuhkan untuk membuat suatu produk. Tanpa pengetahuan terkait total biaya produksi, mustahil bagi seorang pengusaha untuk bisa menetapkan harga jual produk.

Teori produksi mencakup keseluruhan analisis dari biaya pembuatan suatu produk, ditambah nilai kualitas serta kuantitas bahan baku produk. Bila selama ini kamu kebingungan dalam menentukan harga terbaik produk, coba gunakan teori produksi ini sebagai solusinya! Dengan bantuan teori produksi mikro, kamu bisa membuat perhitungan harga produk yang tepat untuk mencapai keuntungan maksimal.

Teori seputar Distribusi

Teori kedua dalam perekonomian mikro ialah teori seputar distribusi. Teori distribusi masih berkaitan dengan biaya yang wajib dikeluarkan oleh pengusaha ketika menjalankan bisnisnya. Hanya saja, teori seputar distribusi membahas biaya di luar proses produksi langsung. Penghitungan dari teori distribusi mencakup biaya-biaya penunjang kesibukan produksi. Contoh biaya kesibukan penunjang produksi seperti gaji dari tenaga kerja, jatah dana untuk pemeliharaan peralatan produksi, biaya overhead bisnis, dan lainnya.

Teori seputar distribusi tak bisa dikesampingkan dalam dunia bisnis perekonomian mikro. Sebagai seorang pengusaha, kamu tidak bisa hanya berkonsentrasi kepada proses produksi saja. kamu akan membutuhkan jatah dana tambahan untuk memelihara fasilitas-fasilitas dalam bisnis supaya bisa senantiasa berjalan dengan baik dan maksimal.

Teori seputar Penawaran

Teori terakhir yakni teori seputar penawaran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen. Teori ini juga dikenal dengan nama teori harga. Teori ini berada di posisi ketiga sebab menyesuaikan dengan urutan kehidupan perekonomian mikro itu sendiri, di mana tahap terakhir dari proses produksi ialah penjualan produk kepada konsumen.

Teori seputar penawaran ini berkonsentrasi pada proses pembentukan harga produk. Cara terbaik untuk menentukan harga produk menurut teori harga ini ialah dengan menggunakan rujukan berupa besaran permintaan barang dari pasar. Agar bisa mengetahui seberapa besar ketertarikan serta permintaan konsumen kepada produk, kamu bisa mengerjakan survey dan analisis keadaan target pasar terlebih dahulu.

Perbedaan Perekonomian Mikro dan Makro

ekonomi-mikro-1

Selain perekonomian mikro, terdapat pula “lawan jenisnya” yaitu ekonomi makro. Dari namanya saja, terlihat jelas bahwa dua tipe ekonomi ini bertolak belakang dari segi cakupan. Bila contoh ekonomi mikro ialah kesibukan perekonomian dalam skala kecil seperti perusahaan dan rumah tangga, maka ekonomi makro membahas hal-hal yang lebih besar seperti inflasi, resesi, pengangguran, dan lainnya. Untuk memperdalam pengetahuan kamu, berikut ini kami sajikan sejumlah perbedaan antara perekonomian mikro dan makro.

Perbedaan Besaran Fokus atau Cakupan

Perbedaan mendasar dari perekonomian mikro dan makro terletak dari besaran cakupan bahasan masing-masing. Meski sama-sama membahas kesibukan ekonomi, nyatanya, kedua tipe teori ekonomi ini berkonsentrasi pada hal yang berbeda. Perekonomian mikro membahas kesibukan ekonomi yang bersifat kecil, spesifik, dan dekat dengan kesibukan masyarakat. Sejumlah contoh dan teorinya telah kita bahas pada paragraf sebelumnya.

Padahal teori ekonomi makro berkonsentrasi pada kesibukan perekonomian yang cakupannya lebih besar, luas, dan menyeluruh. Ekonomi makro membahas kegiatan ekonomi yang melibatkan lebih banyak pihak di dalamnya, seperti suatu negara atau bahkan dunia. Contoh-contoh kesibukan yang menjadi fokus perekonomian makro antara lain:

  • Besaran nilai inflasi dan deflasi;
  • Resesi ekonomi;
  • Jumlah pengangguran dan lapangan kerja di suatu negara;
  • Kondisi pasar uang;
  • Pertumbuhan ekonomi negara; dan masih banyak lainnya.

Perbedaan Teori dan Kebijakan yang Berlaku

Kedua tipe perekonomian ini mempunyai teori serta kebijakan yang berbeda. Perekonomian mikro mempunyai tiga teori yang berlaku di dalamnya, yakni teori produksi, teori distribusi, dan teori penawaran atau harga. Teori-teori ini berkaitan erat dengan kesibukan perekonomian mikro itu sendiri, khususnya kegiatan jual beli antara pedagang dan konsumen.

Teori-teori hal yang demikian tentunya tidak berlaku dalam dunia ekonomi makro. Perekonomian makro mempunyai teori dan kebijakannya sendiri. Hal ini dikarenakan cakupan kesibukan perekonomian makro yang jauh lebih luas serta menyeluruh. Ada 3 kebijakan yang berlaku dalam teori perekonomian makro, yaitu kebijakan fiskal, moneter, dan segi penawaran. Masing-masing kebijakan dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut.

Kebijakan Fiskal

Kebijakan pertama ekonomi makro yakni kebijakan fiskal. Kebijakan ini dibuat dan dimanfaatkan untuk mengatur segala pemasukan dan pengeluaran dari sebuah negara. Setiap negara di seluruh dunia mempunyai sumber pemasukan dana seperti pajak, denda, lelang, dan hibah dari negara lain. Dana hal yang demikian lazimnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan negara seperti memenuhi kebutuhan pokok dalam negeri. Oleh karena itu, kebijakan fiskal hadir untuk mengatur kesibukan hal yang demikian supaya tidak kacau dan berantakan.

Kebijakan Moneter

Kebijakan kedua yakni kebijakan moneter. Kebijakan moneter berfungsi sebagai pengatur besaran uang yang bisa dikeluarkan oleh Bank Sentral Indonesia ke masyarakat. Harga produk di masyarakat akan meningkat seandainya terjadi banyak perputaran uang di masyarakat. Begitupun sebaliknya. Deflasi atau penurunan harga produk lazimnya terjadi seandainya perputaran uang semakin sedikit di masyarakat. Kebijakan moneter hadir untuk mengatur perputaran uang supaya seimbang.

Kebijakan Segi Penawaran

Kebijakan terakhir yaitu kebijakan segi penawaran. Kebijakan ini berfungsi untuk mendapatkan barang berkualitas dengan biaya produksi rendah. Tujuannya tak lain supaya neraca keuangan perusahaan tetap stabil. Kebijakan segi penawaran lazimnya digunakan oleh pemerintah pada hari buruh nasional.

Manfaat dan Fungsi

Perbedaan perekonomian mikro dan makro juga terlihat dari aspek manfaat serta fungsi. Perekonomian mikro berfungsi untuk pengusaha kecil dan masyarakat dalam menjalankan bisnis serta menentukan harga jual produk. Padahal ekonomi makro dibutuhkan untuk menjawab masalah ekonomi negara supaya keadaan perekonomian negara tetap terkendali.

Aspek atau Unit Analisis

Aspek atau unit analisis merupakan hal-hal khusus yang menjadi fokus analisis dalam suatu rincian ekonomi. Tidak seluruh aspek ekonomi dianalisis dalam perekonomian makro maupun mikro. Perekonomian mikro fokus menganalisis besaran permintaan serta penawaran produk dan laba-rugi perusahaan. Sementara ekonomi makro menganalisis hal-hal seperti neraca keuangan, deflasi dan inflasi.

Harga Komoditi dalam Pasar

Perbedaan yang terakhir yakni harga komoditi dari tiap tipe perekonomian. Komoditi merupakan produk yang diperjualbelikan dalam pasar, dan tentunya, ekonomi makro dan mikro mempunyai komoditi yang berbeda. Komoditi perekonomian mikro selalu berupa barang kebutuhan masyarakat sehari-hari dengan harga yang lumrah di pasaran. Sementara harga komoditi perekonomian makro bernilai lebih besar dan luas seperti Indek Harga Konsumen.

Itu dia review komplit terkait perekonomian mikro dan makro. Menarik, bukan? Semoga tulisan ini bermanfaat untuk menambah wawasan kamu, ya!