Biaya Variabel : Definisi, Jenis dan Contoh

Biaya yaitu sesuatu yang bisa diklasifikasikan dalam beberapa cara tergantung pada sifatnya. Salah satu sistem yang paling populer yaitu klasifikasi berdasarkan biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap tidak berubah dengan kenaikan maupun penurunan satuan volume produksi.

Biaya tetap dan biaya variabel yaitu istilah kunci dalam akuntansi manajerial, digunakan dalam bermacam wujud analisis laporan keuangan. Menurunkan biaya variabel kamu yaitu salah satu cara paling biasa dan tepat sasaran untuk meningkatkan margin keuntungan kamu dan menghasilkan lebih banyak uang per penjualan.

Kabar baik kalau bisnis kamu benar-benar mulai meningkat, tetapi kamu masih kesulitan membayar tagihan. Dalam ilmu ekonomi kedua biaya ini yaitu hal utama yang dimiliki perusahaan ketika memproduksi barang dan jasa.

Biaya variabel bervariasi dengan jumlah yang diproduksi, sementara biaya tetap tetap sama tidak peduli berapa banyak output yang dihasilkan perusahaan. Variabel biaya yaitu biaya produksi atau pengeluaran yang berubah secara proporsional layak dengan kesibukan bisnis yang dijalankan. Biaya variabel bisa dikontraskan dengan biaya tetap. Berikut ini kami akan membahas beberapa tipe dan contohnya!

Pengertian Biaya Variabel

biaya-variabel

Biaya variabel yaitu pengeluaran yang bervariasi layak dengan volume barang atau jasa yang dihasilkan bisnis. Dengan kata lain, itu yaitu biaya yang bervariasi tergantung pada volume kegiatan. Biaya meningkat ketika volume kegiatan meningkat dan menurun seiring volume kegiatan menurun.

Semakin banyak kamu menghasilkan, semakin banyak kamu membayar, dan sebaliknya. Mungkin kedengarannya seperti keseimbangan gaya hidup yang sempurna antara pengeluaran dan laba. Bayar sekian untuk membuat produk, jual dengan harga dua kali lipat dari harga, dan dapatkan untung. Sederhana bukan? Namun sayangnya, tidak.

Biaya Tetap dan Biaya Variabel

biaya variabel

Total biaya yang dikeluarkan oleh bisnis apa pun terdiri dari biaya tetap dan variabel. Biaya tetap dan biaya variabel tentu saja berbeda. Biaya tetap yaitu biaya yang tetap sama terlepas dari output produksi. Apakah perusahaan membuat penjualan atau tidak, ia sepatutnya membayar biaya tetapnya, karena biaya ini tidak tergantung pada output.

Variabel biaya, di sisi lain, tergantung pada output produksi. Variabel biaya produksi yaitu jumlah konstan per unit yang diproduksi. Ketika volume produksi dan output meningkat, biaya variabel juga akan meningkat. Sebaliknya, ketika lebih sedikit produk diproduksi, variabel biaya yang terkait dengan produksi akan berkurang.

Contoh Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Contoh biaya tetap yaitu sewa, gaji karyawan, asuransi, dan perlengkapan kantor.

Perusahaan sepatutnya tetap membayar sewa untuk ruang yang ditempatinya untuk menjalankan operasi bisnisnya terlepas dari volume produk yang diproduksi dan dijual. Meskipun biaya tetap bisa berubah selama periode waktu tertentu, perubahan hal yang demikian tidak akan terkait dengan produksi.

Contoh variabel yaitu komisi penjualan, biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan baku yang digunakan dalam produksi, dan biaya utilitas. Total variabel biaya hanyalah jumlah output yang dikalikan dengan biaya variabel per unit output.

Berikut daftar contoh biaya tetap dan biaya variabel:

Contoh Biaya Tetap

  • Sewa tempat
  • Pengeluaran properti (pajak, pemeliharaan)
  • Penyusutan
  • Asuransi bisnis
  • Biaya situs web
  • Media sosial
  • Utilitas (tidak terkait dengan produksi)
  • Gaji
  • Iklan
  • Pajak

Contoh Biaya Variabel

biaya variabel

Penting untuk memahami proporsi biaya variabel dalam bisnis, karena proporsi yang tinggi berarti bahwa bisnis bisa terus berfungsi pada tingkat penjualan yang relatif rendah. Sebaliknya, proporsi tinggi dari biaya tetap mensyaratkan bahwa bisnis mempertahankan tingkat penjualan yang tinggi supaya tetap dalam bisnis. Berikut yaitu sejumlah contoh variabel biaya , semuanya dalam pengaturan produksi:

  1. Material langsung yaitu bahan baku yang masuk ke suatu produk.
  2. Tenaga kerja freelance. Ini yaitu jumlah yang dibayarkan kepada pekerja untuk tiap-tiap unit yang diselesaikan.
  3. Pasokan produksi. Hal-hal seperti oli mesin dikonsumsi berdasarkan jumlah penggunaan mesin, sehingga biaya ini bervariasi dengan volume produksi.
  4. Upah staf yang bisa ditagih. Seandainya perusahaan menagih waktu karyawannya, dan karyawan itu hanya dibayar kalau mereka bekerja dengan jam yang bisa ditagih. Namun, kalau mereka dibayar gaji, di mana mereka dibayar tidak peduli berapa jam mereka bekerja, maka ini yaitu biaya tetap.
  5. Tenaga penjual dibayar komisi hanya kalau mereka menjual produk atau jasa, jadi ini jelas merupakan variabel biaya.
  6. Biaya kartu kredit. Biaya hanya dibebankan pada bisnis kalau menerima pembelian kartu kredit dari pelanggan. Hanya biaya kartu kredit yang merupakan persentase dari penjualan yang sepatutnya dianggap variabel.
  7. Pengangkutan keluar. Suatu bisnis dikenakan biaya pengiriman hanya ketika menjual dan mengirimkan produk. Dengan demikian, pengiriman keluar bisa dianggap sebagai variabel biaya.

Sebagian besar bisnis akan mempunyai lebih banyak biaya tetap daripada variabel biaya. Tentu, apakah kamu menghabiskan lebih banyak untuk biaya tetap atau variabel tergantung pada berapa banyak penjualan yang kamu lakukan.

Dampak kepada Profitabilitas

Bisnis dengan variabel biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan biaya tetap cenderung mempunyai profitabilitas yang lebih tetap. Itu karena titik impas lebih rendah, karena biaya tetap yang lebih rendah, dan variabel biaya yang lebih tinggi menghasilkan laba yang lebih rendah per unit yang terjual.

Sebaliknya, perusahaan dengan variabel biaya yang lebih rendah dan biaya tetap yang lebih tinggi kemungkinan akan mempunyai laba yang lebih tinggi setelah biaya tetapnya ditanggung. Itu karena setelah titik impas tercapai, laba lebih tinggi per unit karena variabel yang lebih rendah.

Ketika volume produksi meningkat, sering kali dimungkinkan untuk menegosiasikan, atau menegosiasikan kembali, perjanjian pembelian untuk lebih mengurangi biaya per unit kamu. Itu khususnya berlaku untuk bahan baku dan pengiriman. Semakin tinggi volume produksi, semakin besar kekuatan negosiasi kamu.

Satu variabel biaya yang kamu mungkin mengalami kesulitan bernegosiasi yaitu biaya tenaga kerja langsung. Salah satu taktik untuk mengurangi biaya-biaya hal yang demikian yaitu beralih ke pembayaran per satuan yang diproduksi, bukan upah per jam. Dengan begitu, biaya tenaga kerja benar-benar terkait dengan produksi.