Biaya Tetap dalam Bisnis itu Apa? Pemula Bisnis Wajib Tahu!

Berbagai ragam perusahaan, mulai dari perusahaan manufaktur hingga perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pasti mengeluarkan biaya untuk menjalankan operasional perusahaan. Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan terbagi dalam beberapa kategori seperti biaya tetap, biaya semi tetap, sampai biaya variabel.

Sangat penting bagi sebuah perusahaan untuk bisa membedakan ketiga ragam biaya hal yang demikian, sebab berkaitan dengan penghitungan dan bagaimana cara perusahaan membuat dan mengambil sebuah keputusan. Ketiga ragam biaya hal yang demikian akan dikeluarkan dalam tahapan atau proses produksi.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tulisan yang berisi beragam informasi terkait biaya tetap. Mulai dari pengertiann, ragam, hingga contoh biaya tetap. Juga akan dibahas terkait perbedaan biaya tetap dan biaya tidak tetap (biaya variabel). Berikut kami sajikan!

Pengertian Biaya Tetap

biaya-tetap

Biaya tetap merupakan biaya yang dikeluarkan dalam keadaan konstan atau tidak berubah kendati pendapatan bisnis dalam suatu perusahaan mengalami penurunan atau peningkatan. Dalam pengertian lain berdasarkan ilmu ekonomi, biaya tetap merupakan pengeluaran suatu bisnis yang tidak tergantung perubahan jumlah barang atau jasa yang dihasilkan.

Biaya tetap tidak akan mengalami perubahan meskipun jumlah produk baik barang atau jasa yang dihasilkan terjadi penurunan. Contoh biaya tetap merupakan uang sewa gedung, pajak usaha, biaya asuransi, juga biaya depresiasi mesin yang seharusnya dibayarkan dalam jangka waktu tertentu. Biaya tetap merupakan biaya yang seharusnya tetap dibayarkan tidak peduli produksi dilaksanakan atau tidak.

Seorang manajer atau penanggung jawab pada proses produksi sebuah perusahaan perlu mengetahui biaya tetap ini supaya bisa menganggarkan dan menentukan jadwal produksi. Telah dijelaskan diatas, biaya tetap seharusnya tetap dibayarkan ada atau tidak proses produksi oleh karena itu, seorang manajer seharusnya pandai dalam memperhitungkan jumlah produksi yang dihasilkan untuk menutupi biaya tetap hal yang demikian.

Biasanya, seorang manajer akan menggunakan perhitungan break event point (BEP) untuk mengetahui berapa jumlah unit produksi yang seharusnya dijual supaya bisa menutupi biaya tetap dan biaya tidak tetap (variabel) sekaligus menentukan jumlah keuntungan yang diinginkan perusahaan. Untuk diketahui, biaya tetap merupakan biaya yang hanya konstan pada kisaran operasi tertentu artinya seluruh biaya bervariasi dari waktu kewaktu.

Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Tidak Tetap (Biaya Variabel)

biaya variabel

Kalau biaya tetap merupakan biaya yang mempunyai nilai konstan, maka biaya variabel atau biaya tidak tetap merupakan biaya yang akan berubah seiring perubahan baik jumlah maupun komposisi produk. Perubahan pada biaya tidak tetap merupakan perubahan yang sejalan dengan perubahan output atau hasil produksi.

Perbedaan antara kedua ragam biaya ini juga didasarkan pada penilaian, dimana biaya tetap berkaitan dengan waktu sementara biaya variabel berhubungan dengan volume. Kedua hal ini waktu dan volume merupakan penentu berapa besaran kedua ragam biaya ini. Kalau biaya tetap tetap seharusnya dibayarkan tidak peduli ada atau tidaknya produksi, maka biaya variabel atau biaya tidak tetap merupakan biaya yang hanya akan dikeluarkan apabila ada proses produksi.

Perbedaannya dilihat dari harga satuan perunit produksi, maka biaya perunit untuk biaya tetap bisa mengubah harga satuan dari tiap unit produk yang dihasilkan. Kalau jumlah keseluruhan unit produk yang dihasilkan dalam jumlah banyak, maka harga biaya tetap untuk tiap unitnya mengalami penurunan, sebaliknya ketika jumlah keseluruhan unit dalam jumlah sedikit maka harga biaya tetap untuk tiap unitnya meningkat atau naik. Artinya, biaya tetap untuk tiap unit produksi berbanding terbalik dengan jumlah unit yang diproduksi.

Dalam perhitungan unit produksi dalam biaya variabel, tidak terpengaruh jumlah unit produksi. Artinya, meski perusahaan memproduksi dalam jumlah sedikit atau dalam jumlah besar, harga variabel untuk tiap unit produksi akan tetap sama.

Dalam hal komposisi atau penyusun, biaya tetap terdiri atas overhead produksi tetap, distribusi overhead, biaya penjualan tetap, dan biaya administrasi tetap. Sementara komposisi biaya variabel atau biaya tidak tetap merupakan pengeluaran untuk tenaga kerja langsung, bahan langsung, beban langsung, biaya variabel penjualan, variabel produksi overhead, dan distribusi overhead.

Jenis-ragam Biaya Tetap

gaji karyawan

Biaya tetap atau fixed cost dibedakan menjadi dua, yaitu committed fixed cost dan discretionary fixed cost. Berikut review lengkapnya.

Committed Costs

Jenis pertama biaya tetap merupakan committed cost atau biaya komitmen merupakan biaya yang wajib dan memang seharusnya dikeluarkan, seperti biaya sewa bangunan, biaya pabrik serta biaya bermacam peralatan yang penting dan dibutuhkan dalam proses produksi.

Juga mencangkup biaya penyusutan, asuransi, pajak, dan lain sebagainya. Hal ini karena setelah pembelian bermacam peralatan, dengan sendirinya peralatan hal yang demikian akan mengalami depresiasi.

Mengapa bermacam biaya tetap disebut sebagai biaya komitmen? Berbagai biaya tetap hal yang demikian karena perusahaan berkomitmen untuk biaya hal yang demikian dalam jangka waktu yang lama. Namun, terkadang biaya yang satu ini diabaikan untuk keputusan jangka pendek, akan tetapi seharusnya diingat bahwa biaya depresiasi akan tetap berkurang seiring waktu.

Discretionary Fixed Cost

Jenis selanjutnya dari biaya tetap merupakan discretionary fixed cost atau biaya tetap diskresioner yang merupakan pengeluaran untuk biaya pada periode tertentu atau aset tetap. Biaya ini bisa dihilangkan atau dikurangi namun tidak akan berdampak langsung pada laba yang akan diperoleh dari bisnis yang dijalankan.

Terkadang, dalam sebuah perusahaan tidak banyak pengeluaran yang seharusnya dikeluarkan perusahaan untuk discretionary fixed cost ini, akan tetapi nilai dari biaya ini umumnya bisa betul-betul besar, sehingga patut untuk ditinjau ulang. Membatasi pengeluaran yang sesungguhnya penting akan berdampak negative kepada kemampuan daya saing bisnis dimasa mendatang. Secara apabila pembatasan ini dilaksanakan dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karena itu, pengurangan biaya ini umumnya hanya akan dilaksanakan dalam jangka waktu yang singkat, dengan waktu maksimal satu tahun.

Bisnis perlu menjalankan pembaruan pengeluaran biaya tetap direksioner dan bisa saja diharuskan menjalankan peningkatan pengeluaran dimasa mendatang. Peningkatan pengeluaran ini dilaksanakan dengan tujuan menutupi kekurangaan dimasa lalu. Dengan begitu, pihak manajemen mungkin bisa memangkas biaya direksioner ini hanya pada ketika perusahaan menghadapi kekurangan kas dengan jangka waktu singkat. Kemudian akan kembali mengimprovisasi bisnis segera setelah arus kas kembali membaik.

Tidak baik juga untuk mengurangi ragam biaya ini secara terus menerus. Pengurangan yang dilaksanakan berulang akan menyebabkan penurunan kesadaran merek, penurunan kualitas produk atau penurunan efektivitas karyawan. Resiko yang dihadapi ini bergantung pada ragam pengeluaran yang dikurangi. Oleh karena itu, pastikan untuk menjalankan pengurangan biaya ketika memang betul-betul dibutuhkan.

Contoh Biaya Tetap dan Contoh Kasus

Contoh Biaya Tetap (Fixed Cost)

Di bawah ini merupakan beberapa biaya yang masuk dalam kategori biaya tetap:

Penyusutan (Depreciation)

Penyusutan disebut juga dengan depresiasi merupakan pembebanan bertahap dan sistematis kepada biaya aset berwujud. Contohnya peralatan produksi seperti mesin, kendaraan, dan juga termasuk bangunan.

Asuransi (Insurance)

Asuransi atau insurance merupakan biaya yang dibayarkan secara berkala atas asuransi yang digunakan. Pembayaran asuransi ini bergantung pada kontrak yang disepakati bersama dengan pihak atau perusahaan pemberi asuransi.

Beban Bunga (Interest Espenses)

Pengertian dari beban bunga merupakan biaya dana yang dipinjamkan keperusahan oleh pemberi pinjaman, seperti bank. Beban bunga ini akan diklasifikasikan dalam biaya tetap dengan syarat suku bunga tetap dimasukkan dalam perjanjian ketika pinjaman dilaksanakan.

Pajak Properti

pajak property merupakan pajak yang dibebankan kepada perusahaan oleh pemerintah. Pajak ini didasarkan pada biaya aset yang dimiliki oleh perusahaan.

Biaya Sewa

sewa atau rent yang dimaksud ialah biaya berkala yang dibayarkan untuk penggunaan real estat, seperti pabrik, kantor, dan gudang yang dimiliki oleh pihak lain yang digunakan perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan.

Gaji (Salary)

Gaji merupakan kompensasi yang tetap dibayarkan kepada karyawan. Perlu diketahui, pekerja yang dimaksud merupakan pekerja yang bekerja secara tetap dengan gaji tetap. Artinya, gaji yang diberikan tidak akan berubah karena pengaruh jumlah produksi yang dihasilkan.

Utilitas

Ultilitas merupakan biaya seperti biaya air, listrik, telepon, juga gas dan bermacam hal lainnya. Biaya ini memang beberapa berelemen variabel namun sebagain besarannya tetap dari waktu kewaktu.

Contoh Kasus

Sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang percetakan, mengeluarkan biaya sewa untuk gedung sebesar 20 juta rupiah. Gedung terus digunakan sebagai tempat untuk memproduksi undangan. Pada suatu waktu, selama sebulan, karena terjadi suatu hal perusahaan hal yang demikian tidak menjalankan produksi apapun namun tetap saja seharusnya membayar sewa gedung hal yang demikian. Di waktu biasa, perusahaan menjalankan produksi 100ribu eksamplar undangan tiap bulannya dengan biaya variabel 80 juta rupiah, dan sewa gedung tetap sebesar 20 juta rupiah.

Ini berarti, biaya tetap tidak akan berubah meski terjadi perubahan keadaan produksi, sementara biaya variabel berubah seiring perubahan produksi.

Nah itulah bermacam informasi terkait biaya tetap. Biaya tetap merupakan hal yang betul-betul penting untuk diketahui dan dipahami para pelaku bisnis. Dengan mengetahui dan memahami hal ini, maka pengusaha atau seseorang yang bertanggung jawab dalam kegiatan produksi akan bisa membuat keputusan yang tepat dalam menjalankan produksi.

Jadi, produksi bisa dilaksanakan dengan memperhitungkan jumlah unit yang tepat untuk diproduksi supaya bisa memperoleh keuntungan yang pantas dengan apa yang diinginkan pihak perusahaan. Ingat bahwa biaya tetap merupakan biaya yang tetap seharusnya dibayarkan ada atau tidaknya kegiatan produksi, pastikan perusahaan kamu tetap menjalankan produksi dan menghindari hal-hal yang bisa mengganggu proses produksi kamu. Terima kasih telah mengikuti hingga akhir. Sampai berjumpa diartikel lain dan semoga bermanfaat.