Apa itu Rendering? Bagaimana Teknik Rendering Video yang Tepat?

Bagi kamu yang sering melaksanakan kegiatan editing video, pasti telah tidak merasa asing lagi dengan istilah render. Rendering ialah sebuah proses atau kegiatan editing yang menggabungkan dan membangun gambar dari sebuah objek secara kolektif menjadi sebuah file gambar maupun video.

Aktivitas render video ini bisa dikerjakan di aplikasi atau software editing video dan hanya bisa dikerjakan pada perangkat komputer. Pasalnya, hasil render video pada pengoperasian sistem komputer bisa memberikan hasil profesional dan mempunyai kualitas terbaik.

Lantas, tools atau software apa yang bisa memberikan hasil rendering terbaik? Dari sekian banyak software yang bisa digunakan untuk melaksanakan kegiatan render, salah satu yang bisa memberikan hasil terbaik, ialah Adobe Premiere.

Adobe Premiere merupakan salah satu dari beberapa macam software editing video berbasis timeline yang di kembangkan oleh Adobe Systems Adobe Premiere ditujukkan supaya para penggunanya bisa mengedit video profesional dengan kualitas tinggi.

Apa Itu Rendering?

rendering-2

Sebagaimana yang telah dijelaskan di permulaan, render ialah sebuah proses otomatis yang cakap menghasilkan citra foto realistik atau non-fotorealistik dari model 2D hingga 3D dengan melalui program komputer. Selain itu, render video juga digunakan untuk menggambarkan proses penghitungan efek dalam sebuah pelaksanaan program editing video untuk menghasilkan output dalam pembuatan video akhir.

Bagaimana Teknik Rendering Video yang Tepat?

rendering-1

Setelah mengetahui penjelasan singkat perihal pengertian dari proses render, pastinya kamu pun  telah merasa penasaran mengenai pembahasan yang berkaitan perihal cara melaksanakan render yang tepat, supaya menghasilkan video yang berkualitas terbaik.

Seperti yang telah dijelaskan di permulaan, bahwa salah satu cara yang bisa dipilih untuk menghasilkan render video terbaik, maka kamu bisa menggunakan tool Adobe Premiere. Di sini, kami menganggap bahwa kamu telah mempunyai software Adobe Premiere. Namun, sekiranya belum memilikinya, kamu bisa menginstalnya untuk dipasang pada perangkat komputer yang digunakan.

Sekiranya telah sukses menginstal dan memasangnya, maka kamu bisa mengikuti langkah-langkah pembuatan rendering yang ada di bawah ini.

Render Adobe Premiere Menggunakan Fitur Export Media

rendering-5

Pada dasarnya, Adobe Premiere Pro telah dilengkapi dengan fitur Mercury Playback Engine. Yang mana, kegunaannya ialah untuk kebutuhan ‘real time video editing’ dan ‘accelerated render’. Selain itu, fitur Mercury Playback Engine ini juga mengadopsi teknologi optimasi teknologi GPU.

Lakukan langkah-langkah berikut ini untuk menolong kamu dalam memperhatikan renderer engine yang tersedia.

  1. Buatlah ‘New Project’ dengan memilih menu File > New -> Project atau bisa juga menekan kombinasi tombol Ctrl + Alt + N pada keyboard.
  2. Beri nama project yang hendak dibuat pada kolom Name.
  3. Pilih lokasi penyimpanan project secara default, dengan cara simpan di Local disk C.
  4. Kemudian lanjutkan dengan memilih > Users > Windows User > Documents > Adobe  > Premiere Pro. Apabila ingin mengubahnya, maka klik tombol ‘Browse’ , kemudian arahkan pada bagian direktori penyimpanan yang diinginkan.
  5. Selanjutnya, pada bagian tab General, kamu bisa mengatur ‘Renderer’ untuk proses rendering, yakni dengan menggunakan fitur ‘Mercury Playback Engine GPU Acceleration (OpenCL)’ atau  bisa juga dengan menggunakan fitur ‘Mercury Playback Engine Software Only’. Dari sini, kamu juga bisa mengatur beberapa hal lainnya, seperti display audio format, display video format, capture format dan lain sebagainya.
  6. Yang terakhir, klik tombol ‘Ok’ sekiranya kamu telah selesai melaksanakan proses render.

Sebenarnya, fitur Mercury Playback Engine Software Only merupakan sebuah cara rendering yang bisa digunakan tanpa optimasi atau akselerasi GPU. Itu artinya, penggunaan GPU memang tidak sepenuhnya akan diprioritaskan untuk proses rendering, karena memang bisa membuat prosesnya berjalan menjadi cenderung lebih lama.

Lakukan langkah-langkah berikut ini apabila hendak melaksanakan render tanpa menggunakan fitur Adobe Premiere.

  1. Klik menu File > Export > Media atau bisa juga dengan menekan kombinasi Ctrl + M.
  2. Kemudian, akan timbul jendela Export Settings’
  3. Pada bagian Format, kamu bisa langsung memilih format video yang ingin dihasilkan.
  4. Pada bagian Preset, kamu bisa langsung memilih pengaturan yang telah disediakan dalam beraneka kebutuhan, sehingga kamu bisa menyesuaikan pilihan pantas dengan kebutuhan.
  5. Pada bagian Comment, kamu bisa langsung memberikan komentar singkat yang akan disematkan pada file video yang dihasilkan.
  6. Pada bagian Export Video dan Audio, pilihan opsi ini bisa digunakan untuk merender dan mengexport bagian audio saja atau video saja (bisu, tanpa suara audio). Selain itu, kedua opsi ini juga bisa digunakan untuk melaksanakan proses render pada bagian video dan audio secara bersamaan.
  7. Ingatlah bahwa setelah memilih menu Format dan Preset, itu artinya kamu telah mengabaikan pengaturan pada tab Effects, Video, Audio, Multiplexer, Captions, dan tab Publish.
  8. Kemudian, kamu bisa menggunakan opsi Use Maximum Rendering Quality sekiranya untuk mengecek kualitas video yang dihasilkan.
  9. Pada opsi Use Previews, sekiranya opsi ini di checklist, maka file preview dari video yang bersangkutan yang pernah di generate oleh Adobe Premiere, selanjutnya akan digunakan dalam mempercepat proses render.
  10. Pada opsi Use Frame Blending, sekiranya opsi menu ini di checklist, maka akan menghasilkan video dengan gerakan yang lebih halus/mulus. Biasanya hal ini terjadi pada frame yang mempunyai status frame rate input-nya yang tidak cocok dengan frame rate output-nya akan telah dicampurkan (blending).
  11. Pada opsi Import into project, sekiranya opsi ini di checklist, maka hasil render video yang telah dibuat akan di import ke project lain.
  12. Pada opsi Set Start Timecode, sekiranya opsi ini di check, maka kamu bisa mengatur timecode selama proses render.

Render Adobe Premiere Menggunakan Adobe Media Encoder

rendering-3

Adobe Media Encoder ialah salah satu perangkat lunak atau software bagian dari Adobe Creative Suite (CS) dan Adobe Creative Cloud (CC) khususnya dalam Master Collection, Adobe Media Encoder.

Fungsinya ialah bermanfaat untuk menghasilkan output dalam format apapun pantas kebutuhan penggunanya. Adobe Media Encoder sendiri telah terintegrasi dengan Adobe Premiere, After Effects, dan perangkat lunak lainnya.

Adapun langkah-langkah untuk melaksanakan render video dengan menggunakan Adobe Media Encoder, ialah sebagai berikut.

  1. Mula-mula, klik menu File > Export > Media atau bisa juga dikerjakan dengan menekan kombinasi Ctrl + M pada keyboard.
  2. Kemudian, akan timbul jendela bertuliskan Export Settings.
  3. Perhatikan pada bagian bawah, karena di sana terdapat tombol Queue di samping sebelah kiri tombol Export.
  4. Klik tombol Queue hal yang demikian, kemudian pilih jendela Adobe Media Encoder untuk membukanya.
  5. Namun, dari sini kamu sepatutnya mengingat bahwa Adobe Media Encoder bukan renderer engine, sehingga nantinya video tetap akan di render dengan menggunakan fitur ‘Mercury Playback Engine’ yang disematkan di dalam Adobe Premiere. Karena, penggunaan Adobe Media Encoder ini hanya dimaksudkan untuk memilih preset yang lebih bervariatif.

Sebagai seorang pemula, pasti kamu berpikir bahwa rendering video ialah kegiatan yang sungguh-sungguh sulit untuk dikerjakan. Hal hal yang demikian sungguh-sungguh benar! Namun, sekiranya kamu terus mencoba dan mencoba terus-menerus, maka tidak menutup kemungkinan bahwa nantinya kamu akan menjadi seorang profesional yang cakap menghasilkan rendering video dengan kualitas tinggi.