14 Prinsip Manajemen, Definisi Serta Contohnya

Salah satu kunci keberhasilan perusahaan terletak dari baik buruknya pengimplementasian prinsip-prinsip manajemen yang dimiliki. Semakin baik sistem manajemen yang perusahaan kamu miliki, otomatis perusahaan akan berjalan dengan lebih tepat sasaran dalam mencapai target. Prinsip dari manajemen sendiri merupakan nilai-nilai yang mendasari sistem manajemen suatu organisasi.

Ada banyak aspek perusahaan yang bisa diatur dengan prinsip ini, seperti prinsip manajemen risiko ataupun prinsip prinsip manajemen keuangan. Ingin tahu lebih banyak lagi? Ayo simak review berikut ini perihal pengimplementasian prinsip dari manajemen perusahaan!

Prinsip Manajemen Menurut Para Ahli

management-menurut-ahli

Pada dasarnya, prinsip suatu manajemen merupakan nilai-nilai dasar yang digunakan untuk memanajemen beragam aspek dalam organisasi. Terdapat cukup banyak ragam implementasi ilmu manajemen, seperti prinsip manajemen risiko serta prinsip prinsip manajemen keuangan.

Layak dengan namanya, prinsip manajemen risiko digunakan untuk mengelola hal-hal yang berkaitan dengan risiko serta ancaman yang mengintai perusahaan. Walaupun prinsip prinsip manajemen keuangan digunakan untuk mengelola permasalahan keuangan.

Kembali ke teori manajemen secara general. kamu bisa menemukan banyak sekali definisi prinsip manajemen, sebab ada begitu banyak ahli ekonomi yang pernah merumuskannya. Kali ini kami merangkup beberapa prinsip manajemen menurut para ahli yang bisa kamu pelajari untuk menambah wawasan. Yuk simak 3 prinsip manajemen menurut para ahli berikut ini!

Richard L. Daft

Menurut Daft, manajemen ialah suatu perencanaan kepemimpinan, pengorganisasian, dan pengendalian atas sumber daya perusahaan guna mencapai target dengan tepat sasaran sekaligus efisien.

Marry Parker Follet

Follet merumuskan manajemen sebagai suatu seni untuk memberdayakan orang lain supaya menjalankan suatu pekerjaan.

Henry Fayol

Henry Fayol terkenal dengan 14 teori manajemen yang banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari hingga ketika ini. Menurut Fayol, prinsip-prinsip dalam manajemen suatu organisasi seharusnya bersifat fleksibel dan menyesuaikan dengan situasi keadaan perusahaan.

Untuk mengetahui lebih dalam terkait 14 teori manajemen menurut Henry Fayol, mari lanjut membaca ke bagian selanjutnya!

Mengenal 14 Prinsip Manajemen dan Contoh Implementasinya di Perusahaan

prinsip-management

Ada 14 prinsip awam dalam manajemen menurut Henry Fayol. Semua prinsip ini masih amat relevan dan bisa dipakai dalam proses pengelolaan perusahaan guna mendapatkan hasil yang tepat sasaran.

Pembagian Kerja yang Layak

Prinsip pertama ialah pembagian kerja yang haruss menyesuaikan dengan keahlian serta kemampuan tenaga kerja. Tujuannya tentu supaya pekerjaan di tiap-tiap divisi perusahaan bisa rampung dengan baik, tepat sasaran dan efisien. Jadi, kamu seharusnya berhati-hati dalam menempatkan karyawan di tiap-tiap posisi perusahaan. Penempatan karyawan yang tepat posisi juga akan melahirkan kestabilan dan meminimalisir kegagalan pekerja ketika melaksanakan tugasnya.

Pemberian Tanggung Jawab dan Wewenang yang Seimbang

Setiap tenaga kerja wajib diberikan tanggungjawab dan wewenang dalam pekerjaanya. Ingatlah untuk memberikan porsi tanggung jawab yang seimbang dengan wewenang. Maksud dari seimbang di sini ialah pekerja dengan wewenang yang besar, akan mempunyai tanggung jawab pekerjaan yang besar pula. Demikian sebaliknya.

Rasa Disiplin

Rasa disiplin masih berkaitan erat dengan wewenang. Sikap dan rasa disiplin akan timbul kalau proses pemberlakukan wewenang telah dilaksanakan dengan cocok sebagaimana mestinya. Kemudian rasa disiplin ini akan memunculkan perasaan tanggung jawab dari pekerja kepada pekerjaan yang diberikan untuknya. Jadi selalu pastikan bahwa lingkungan perusahaan dan tiap-tiap pekerja kamu kapabel menumbuhkan rasa disiplin dalam bekerja.

Satu Kesatuan Perintah

Agar bisa melaksanakan kerja dengan baik, tiap-tiap pegawai seharusnya kapabel memerhatikan satu kesatuan perintah dalam organisasi. Maksudnya, tiap-tiap pegawai minimal seharusnya mengetahui kepada siapa ia bertanggung jawab atau siapa saja orang-orang yang mengetuai divisi kerjanya. Jangan sampai ada manajer di bidang lain yang memberikan wewenang serta tanggung jawab kepada manajer dari divisi berbeda, sebab hal ini akan mengacaukan jobdesc karyawan.

Satu Kesatuan Pengarahan

Prinsip yang satu ini berhubungan dengan pembagian kerja atau jobdesc tiap-tiap karyawan. Melalui prinsip ini, kamu bisa memastikan bahwa tiap-tiap karyawan bisa menjadi terarah dalam melaksanakan tugas kerjanya. Prinsip ini masih berhubungan juga dengan satu kesatuan perintah guna menghindari hadirnya perintah dua arah berlawanan yang membingungkan pekerja. kamu selaku atasan atau manajer seharusnya bisa mengatur secara jelas alur koordinasi dan kepemimpinan dalam perusahaan, hal ini penting dalam memaksimalkan performa.

Mengutamakan Kepentingan Perusahaan atau Bersama

Prinsip selanjutnya ialah mengutamakan kepentingan perusahaan daripada kepentingan pribadi. Hal ini menjadi salah satu syarat yang dipenuhi oleh tiap-tiap orang yang bekerja di perusahaan guna mewujudkan kelancaran sistem kerja dan mencapai tujuan perusahaan.

Pemberian Upah Karyawan

Upah karyawan atau gaji menjadi buah penentu kelancaran kerja yang cukup krusial hampir di seluruh perusahaan. Ini disebabkan karyawan akan bisa bekerja dengan baik kalau mereka mendapat gaji yang baik. Sebaliknya, mereka akan kesal, cemas dan sulit berkonsentrasi mengatasi pekerjaan kalau dibayang-bayangi pemikiran pengurangan gaji dari perusahaan. Bila hal ini terjadi di perusahaan kamu, maka kamu seharusnya bersiap-siap ditinggalkan oleh karyawan yang merasa tidak puas dan lebih memilih bekerja di tempat lain.

Pemusatan Wewenang

Prinsip ke delapan ialah pemusatan wewenang dan tanggung jawab pada pihak tertinggi dalam sistem yakni kepala manaje. Proses pemusatan wewenang akan mengakibatkan pemusatan tanggung jawab atas suatu pekerjaan sekaligus tidak menghapus asas pelimpahan wewenang. Fungsi dari prinsip ini ialah untuk menghindari ketidakjelasan wewenang dan tanggung jawab kerja.

Sistem Hierarki atau Tingkatan Kerja

Perusahaan-perusahaan besar biasa menerapkan sistem struktur yang hierarki atau berupa tingkatan-tingkatan kerja. Sistem inilah yang melahirkan kehadiran “atasan” dan “bawahan” seperti yang awam kita ketahui dalam dunia kerja. Sistem hierarki disusun berdasarkan wewenang tertinggi lalu dilanjutkan hingga yang terbawah. Fungsi dari sistem hierarki ialah mempermudah bawahan mengetahui dari siapa ia akan mendapatkan perintah dan kepada siapa bertanggung jawab. Begitupun para atasan yang mengetahui kepada siapa ia bisa memerintah atau memberikan arahan.

Ketertiban Kerja

tertib-kerja

Nyatanya, tak seorangpun bisa bekerja dalam situasi yang chaos, kacau, berantakan maupun penuh ketegangan. Oleh sebab itu, dalam memanajemen perusahaan, kamu seharusnya memegang prinsip ketertiban kerja. Prinsip ini baru bisa terwujud kalau seluruh karyawan mempunyai rasa disiplin yang tinggi kepada dirinya sendiri serta pekerjaan yang menjadi tanggung jawab masing-masing.

Kejujuran dan Keadilan

Prinsip kejujuran dan keadilan berkaitan erat dengan aspek moral tiap-tiap pegawai. Tanpa adanya prinsip ini, bisa dipastikan bahwa pekerjaan dan sistem perusahaan akan kacau karena banyak pihak yang bersikap tidak jujur. Alhasil, sistem keadilan serta kejujuran seharusnya ditegakkan. Penegakan ini bisa dilaksanakan dari atasan selaku pemegang wewenang tertinggi dalam sistem. Oleh sebab itu pula, kamu seharusnya memastikan para atasan di perusahaan kamu mempunyai mental yang jujur, bersih dan adil supaya mereka bisa memimpin bawahan dengan baik.

Kestabilitasan Kondisi Karyawan

Manusia selaku tenaga kerja selalu mempunyai perasaan, keinginan dan pikiran yang berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, kalau pegawai kamu mempunyai masalah dan gangguan, maka mereka tidak akan kapabel bekerja dengan sebagaimana mestinya. Menjaga kestabilitasan keadaan karyawan menjadi hal penting supaya perusahaan bisa terus bergerak dengan maksimal. Menciptakan lingkungan kerja yang disiplin serta tertib ketika berkegiatan kapabel menjadi cara tepat sasaran untuk menciptakan kestabilitasan keadaan karyawan.

Insiatif atau Prakarsa

Rasa inisiatif atau prakarsa timbul dari dalam diri yakni akal pikir seseorang berdasarkan kehendak, keahlian, pengalaman, pengetahuan, dan perasaan. Karyawan yang mempunyai rasa inisiatif tinggi atau baik cenderung bisa memanfaatkannya guna mengatasi pekerjaan dengan maksimal. Rasa inisiatif ini perlu untuk ditumbuhkan dan dipelihara juga oleh perusahaan dalam format pemberian apresiasi seperti penerimaan ide-ide atau pemberian prestasi kepada karyawan berprestasi.

Hingga hari ini masih banyak atasan yang menolak ide-ide dari para bawahan dan memandang mereka secara sebelah mata saja. Padahal sikap seperti inilah yang mulai mengikis rasa semangat dan gairah kerja karyawan.

Rasa dan Semangat Persatuan Antar Sesama Karyawan

Prinsip terakhir menurut Fayol ialah rasa dan semangat persatuan antar sesama karyawan perusahaan. Rasa semangat dan persatuan karyawan ini dikenal dengan esprit de corp. Untuk bisa melahirkan keharmonisan kerja, tiap-tiap pegawai seharusnya mempunyai rasa senasib sepenanggungan dan akhirnya mempunyai rasa persatuan di antara mereka.

Pastikan bahwa tiap-tiap karyawan menyadari bahwa kehadiran mereka dibutuhkan oleh satu sama lain dan tiap-tiap orang mempunyai arti penting dalam perusahaan. Karyawan justru tidak senang kalau ada dari mereka yang mendapat perlakuan berbeda selayaknya anak kandung versus anak tiri.

Demikianlah pembahasan terkait prinsip-prinsip manajemen, mulai dari definisi para ahli hingga penjelasan 14 prinsip manajemen menurut Henry Fayol disertai contoh implementasinya di perusahaan. Semoga bisa menolong kamu dalam mengorganisasi perusahaan dengan lebih baik, ya!